Disduk Salahkan Aparat Keamanan

Jumat, 19 Oktober 2007
Tak Bisa Tertibkan Calo Perdaduk
BATAM (BP) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam Sadri Khairuddin mengatakan, pihaknya tak memiliki kewenangan menertibkan calo penjamin bagi pendatang yang tak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Batam. Penertiban ini kewenangan tim keamanan yang bertugas di pelabuhan.“Petugas Disduk punya kewenangan di pintu ke luar. Kami mengawasi pendatang yang masuk ke konter Perdaduk,” kata Sadri, Kamis (18/10).

Sadri menambahkan, pihaknya tak mungkin menertibkan calo yang berkeliaran di sekitar pelantar hingga ponton. Pasalnya, kawasan itu menjadi kewenangan instansi lain.
“Kalau mau calo (penjamin pendatang) ditertibkan, aparat keamanan yang bertugas di sana bisa melakukannya. Kan ada petugas Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Poltabes Barelang, TNI, Satpol PP, dan Direktorat Pengamanan (Ditpam) Otorita Batam,” ujarnya.
Disinggung adanya petugas Perdaduk yang membiarkan calo berkeliaran di pelabuhan, Sadri menyebutkan, anggotanya tak bisa menertibkan calo di luar pintu keluar.
“Petugas sering main kucing-kucingan dengan mereka. Saat kita pantau, mereka menghilang. Tapi saat kita lengah, mereka kembali beroperasi,” kata mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Pemko Batam ini.
Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan, Pemko Batam tiga hari sebelum Lebaran (H-3), sudah menunjuk Kepala Badan Pengawas Kota Batam Hartoyo Sirkoen sebagai penanggungjawab penanggulangan gelombang arus balik pendatang yang tak punya KTP Batam. Tim yang dipimpin Hartoyo ini diberikan kewenangan menertibkan calo yang ada di pelabuhan. Tim ini, kata dia, bisa menggunakan Tim Terpadu Kota Batam, yang di dalamnya ada unsur Satpol PP, TNI dan Polri, untuk menumpas praktik percaloan.
Maraknya calo di Pelabuhan Domestik Sekupang dan Pelabuhan Beton Sekupang juga menjadi perhatian Komisi I DPRD Batam.
Ketua Komisi I DPRD Batam Ruslan Kasbulatov menegaskan, pihaknya akan memanggil Disduk Capil, Badan Pengawas Kota, Satpol PP Pemko Batam untuk rapat kerja masalah calo Perdaduk ini.
“Setelah masuk kerja nanti, kita agendakan hearing. Gila ini. Perdaduk dibuat, tapi malah jadi kesempatan untuk memeras pendatang yang tak punya KTP Batam,” kata Ruslan, kemarin.
Kata Ruslan, calo-calo itu bisa beroperasi karena tak ada penertiban. Malahan patut dicurigai calo bebas beroperasi karena main mata dengan petugas. “Mereka kan kenal dengan petugas. Jadi bisa bebas bawa orang keluar dari pelabuhan,” ujarnya.
Dijelaskan, adanya pemerasan yang dilakukan calo ini menjadi tanggungjawab Disduk dan Satpol PP Pemko Batam. Dana jaminan harusnya masuk ke kas daerah, tapi saat ini hanya dinikmati segelintir orang.
Padahal, katanya, kalau tak ada calo, dipastikan jumlah jaminan Perdaduk akan terus meningkat seiring banyaknya pendatang yang masuk Batam.
“Inilah gunanya Bawasko diminta untuk melakukan audit dana Perdaduk.
Pegawai yang sudah lama bertugas di pelabuhan harus dirotasi. Jangan dibiarkan terlalu lama, karena bisa bermain dengan calo,” tukasnya.
Pengamatan Batam Pos, Rabu (17/10) lalu, ada delapan orang calo yang menawarkan jasanya pada penumpang Feri Dumai Express yang baru sampai di Pelabuhan Domestik Sekupang. Mereka menanyakan penumpang yang turun satu persatu apakah sudah memiliki KTP Batam atau belum. Kalau belum, mereka bisa membantu. Malahan calo-calo itu menakut-nakuti dengan perkataan bahwa Perdaduk Batam saat ini sangat ketat. Siapa yang datang tanpa KTP akan diusir.
Saat calo-calo itu berteriak-teriak menawarkan jasanya, ada petugas Disduk Capil Pemko Batam yang berada di lokasi, tapi membiarkan. Ada pula petugas KP3 Poltabes Barelang. Tapi mereka acuh tak acuh dengan keberadaan para calo.
Arus Balik
Arus balik melalui Pelabuhan Domestik Sekupang hingga H+5, Kamis (18/10) terus meningkat, baik warga Batam yang baru saja merayakan Lebaran di kampung halaman maupun pendatang non-kartu tanda penduduk Batam.
Suasana arus balik yang ramai terlihat sejak pagi. Pendatang yang tiba pagi menjelang siang itu berasal dari pulau-pulau yang dekat Batam seperti Tanjungbatu, Selatpanjang, dan Moro.
Sementara yang berasal dari jauh seperti Dumai, Pekanbaru, Buton, dan Kuala Tungkal baru tiba pukul 13.00 WIB ke atas.
Warga yang baru saja tiba ini benar-benar memperlihatkan suasana balik dari kampung. Mereka membawa tas berukuran sedang hingga besar ditambah jinjingan kardus di tangan masing-masing. Karena banyaknya barang bawaan, porter pun kecipratan rezeki. Begitu pula dengan taksi-taksi yang mangkal di Pelabuhan Domestik Sekupang.
Selama arus balik ini, beberapa kapal memang tiba malam di pelabuhan domestik Sekupang. Kepala Terminal Pelabuhan Domestik Sekupang, Kantor Pelabuhan Batam, Wahman mengatakan kapal yang tiba malam tersebut dari Dumai dan Palembang.
Sementara itu, hingga H+4 atau Rabu (17/10) jumlah pendatang tetap diatas 3.000 orang. Berdasarkan data di Posko Ketupat Seligi 2007 di pelabuhan domestik Sekupang, jumlah pendatang Rabu lalu mencapai 3.454 orang. Jumlah pendatang kemarin juga diperkirakan sekitar 3.000. “Sekitar 3.000.
Itu kita bisa lihat dari kapasitas dan jumlah kapal,” kata Sekretaris Insa Batam, Ansar di Sekupang. (uma)
sumber:Batampos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s