Proyek Jembatan Nato Bakal Molor Lagi (Kontraktor Ngaku Merugi)

Kamis, 2007 Oktober 25

Ilham, Kepala Cabang PT Hutama Karya, selaku kontraktor yang membangun Jembatan Nato di Sagulung mengaku kalau perusahaan tempatnya bekerja mengalami kerugian dalam pengerjaan jembatan itu.
Namun Ilham enggan mengungkapkan berapa kerugian yang dialami perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. “Tak etis dong kalau saya sebut berapa kerugian kita. Namun, dari segi bisnis, kita sudah rugi. Baik dari segi waktu maupun nama,” terangnya kepada wartawan di lokasi proyek, Rabu (24/10) saat peninjauan dengan Wali Kota Batam, Drs Ahmad Dahlan.
Selama pengerjaan proyek itu, pemerintah baru mencairkan dana 17 persen dari nilai proyek yang disetujui. Padahal, PT HK sendiri sudah mengeluarkan dana hampir 70 persen untuk total biaya pengerjaan proyek itu.
Proyek itu sendiri mulai dikerjakan tanggal 5 Desember 2006 lalu. “Memang, proyek disetuji pertengahan Oktober 2007 lalu. Namun, karena berbagai hal proyek itu baru bisa dikerjakan dua bulan kemudian,” Ilham.
Kendala yang dihadapi dimenurutnya karena menggeser tiang listrik. Pemindahan rumah liar dari lokasi proyek serta cuaca yang tidak kurang mendukung.
Ilham mengatakan, dana untuk pembiayaan proyek itu telah dianggarkan di APBD tahun 2006 lalu. Namun, karena anggaran dibahas di akhir tahun, biaya itu sudah tak ada lagi. Sehingga, dana yang dipergunakan untuk proyek itu adalah APBD Perubahan (APBD-P) di anggaran tahun 2007.
Jembatan Nato belakangan ini memang menjadi sorotan berbagai kalangan. terlebih karena jembatan daruratnya ambruk beberapa waktu lalu. Munculah berbagai tanggapan miring. Mulai dari pengerjaan sampai penggunaan bahan-bahan yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan.
Namun banyaknya tudingan miring itu dibantah Wakil Wali Kota Ria Saptarika. Dari sudut pandang Ria yang mengaku sudah turun ke lokasi, ada beberapa kendala non teknis dalam pembangunan tersebut yang diyakininya akan berimbas pada molornya proyek jembatan yang akan dibangun itu.
“Saya sudah lihat langsung ke lokasi beberapa hari lalu. Kenyataannya, di lapangan saya melihat adanya kendala non teknis. Kalau bukan karena itu, saya rasa pengerjaannya bisa lancar. Tapi karena ada kendala teknis, hingga proyek ini akan lambat,” terang Ria via telepon genggamnya kemarin malam.
Kendala non-teknis yang dimaksud Ria yakni terdapat kabel listrik dalam pengerjaan. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat rumah liar (ruli) yang masih di tempati warga.
“Ternyata saat pengerjaan, banyak kabel listrik yang harus dipindahkan dan di sekitar situ juga banyak ruli,” tambahnya.
Masih menurut Wawako, meski terdapat kendala dalam pengerjaan Jembatan Nato, tapi tidak ada alasan untuk menghentikan proyek tersebut, karena jembatan itu dibutuhkan oleh masyarakat. Hanya saja untuk menyelesaikannya, akan memakan waktu lebih dari waktu yang sudah ditentukan.
“Penyebabnya, karena harus memindahkan kabel listrik dulu dan harus mensosialisasikan dengan warga sekitarnya,” lanjut Ria.(Batam News)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s