Ratusan Terjaring Razia KTP

Selasa, 30 Oktober 2007
Libatkan TNI-Polri
BATAM (BP) – Tim terpadu menggelar razia kartu tanda penduduk (KTP) di kawasan Panbil Mall, Mukakuning, Senin (29/10) kemarin. Hasilnya, 124 warga yang tak memiliki KTP berhasil terjaring. Sebagai sanksi, mereka diminta membuat surat pernyataan dan kalau tetap melanggar, akan dipulangkan ke kampung halaman.Razia mulai digelar sekitar pukul 10.00 WIB. Operasi penertiban kependudukan ini melibatkan berbagai institusi, seperti Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Poltabes Barelang, TNI AL dan TNI AD, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.
Ratusan anggota tim menyebar di setiap sudut kawasan perbelanjaan di Mukakuning ini. Baik pintu masuk maupun keluar dijaga aparat. Mereka memeriksa satu per satu warga yang berkunjung ke sana. Dua tenda didirikan sebagai tempat meregistrasi warga yang berhasil terjaring karena tak dapat menunjukkan KTP Batam. Sejumlah pengunjung Panbill Mall yang rata-rata datang dari kalangan pekerja Mukakuning terlihat kaget, begitu tahu ada pemeriksan kartu identitas. Ada yang diam-diam berusaha menghindari pemeriksaan, ada juga yang pasrah setelah dicegat di pintu masuk.
Bagi yang tak bisa menunjukkan KTP, langsung diarahkan ke tenda. Di sana, identitas didata lalu diminta membuat surat pernyataan di atas kertas bermaterai. Isinya, diminta segera mengurus dokumen kependudukannya (KTP).
Warga yang berhasil terjaring diberi waktu dua bulan untuk segera mengurus dokumen kependudukannya.
“Ke dua kali ketemu lagi masih melanggar, akan di pulangkan ke kampungnya. Ini tindakan terakhir,” ungkap Kasubag Dokumentasi Humas Pemko Batam, Rudy Panjaitan di sela-sela razia, kemarin.
Rudy mengatakan, sasaran razia kali ini adalah warga yang tak memiliki KTP. “Kita lihat warga yang datang ke Batam pasca Lebaran. Kan banyak pendatang baru. Bisa saja ada yang tujuannya tak jelas,” katanya lagi.
Dalam razia ini, lanjut dia, Pemko Batam sendiri menurunkan aparat dari lintas instansi, di antaranya Dinas Kependudukan, Satpol PP dan bagian hukum. Unsur kepolisian dan TNI, tambahnya, sengaja dilibatkan karena tidak menutup kemungkinan yang terjaring merupakan pelaku kriminal yang selama ini meresahkan warga.
Pelaksanaan razia, kata Rudy, sengaja dilakukan di tempat-tempat keramaian seperti Mukakuning. Di kawasan ini, selain dekat dengan kawasan industri yang notabene banyak pekerja dan pencari kerja, serta dekat dengan pemukiman penduduk.
“Razia selanjutnya tetap ada yang digelar di pusat-pusat keramaian,” katanya.(why)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s