Polemik Blanko Perdaduk (Kependudukan – SIAK)

Rabu, 31 Oktober 2007
Blangko pendataan kependudukan yang didistribusikan Pemerintah Kota Batam melalui ketua RT/RW kini menjadi polemik di masyarakat. Bukan saja blanko tersebut membuat masyarakat bingung untuk mengisinya tapi juga karena sejumlah daftar isian yang mengusik warga. Diantaranya, kolom isian tentang suku dan partai apa yang dipilih warga. Kontan saja, blanko yang katanya bertujuan untuk mendata jumlah warga Batam dan tingkat kesejahteraan warga ini, menuai protes dari berbagai pihak yang merasa terusik. Seperti dari sejumlah tokoh masyarakat Melayu Batam yang sangat keberatan adanya kolom tentang pembagian beberapa suku Melayu. Mereka beralasan, hal itu sangat membingungkan dan berpotensi menyebabkan perpecahan di masyarakat.Melalui Wakil Sekretaris Kekerabatan Keluarga Besar Melayu (KKBM) Kota Batam, Perwira Gatra SE., mereka meminta Pemko Batam melalui Dinas Kependudukan segera menarik kembali blanko pendataan kependudukan yang telah didistribusikan kepada masyarakat sejak beberapa minggu terakhir.

Persoalan blanko ini juga menjadi pembicaraan hangat di kalangan DPRD Kota Batam. Yang menjadi sorotan mereka adalah kolom isian yang meminta warga untuk menjawab partai apa yang dipilihnya. Menurut Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Ruslan Kasbulatov hal ini melanggar asas UU Pemilu yang
langsung Umum Bebas dan Rahasia (Luber). Kecurigaan pun menyeruak, jangan-jangan isian belangko itu akan digunakan untuk kepentingan pemetaan politik, terutama menjelang Pemilu tahun 2009.

Kita melihat, melebarnya persoalan blanko kependudukan ini, kian menjurus pada suasana yang tidak kondusif. Kalangan DPRD bahkan akan mengancam menggunakan hak interpelasi untuk memanggil Walikota jika tidak segera memberikan klarifikasi perihal sejumlah daftar isian yang terdapat dalam blanko tersebut.

Menurut hemat kita, semua pihaknya mestinya tidak membesar-besarkan masalah ini. Jika kita bisa berfikir dengan kepala dingin dan melepaskan pikiran sahwa sangka, tentunya melihat semua ini dalam bingkai positif. Terlalu membuang energi, jika kita terus memperpanjang polemik apalagi sampai blanko tersebut ditarik kembali. Sudah pasti akan menambah biaya, menghabiskan waktu dan menambah masalah yang tidak perlu.Padahal, model format blangko itu bukan hanya dipakai Batam saja, tetapi sama dengan kota-kota lain se Indonesia.

Solusi sederhana, bila merasa tidak berkenan dan merasa keberatan dengan pertanyaan yang diajukan silahkan mengosongkan isian itu. Sebab tidak akan ada sanksi yang diberikan jika blanko tersebut tidak diiisi lengkap. Tindakan itu jauh lebih bijak, jika dibandingkan harus mengganggalkan proses pendataan pendudukan di Kota Batam.

Disamping itu, kita juga menyarankan kepada Pemko Batam untuk melakukan validasi secara menyeluruh. Sebab sampai saat ini masih banyak warga yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Batam namun belum menerima blanko kependudukan tersebut. Jika pendataan tidak menyeluruh, kita khawatir data yang didapatkan tidak valid dan justru menjadi penghambat kelanjutkan proses pembangunan Batam. ***

One thought on “Polemik Blanko Perdaduk (Kependudukan – SIAK)

  1. Assalamu’alaikum Wr Wb,

    Pak Ria YTH,

    Saya salah seorang warga kota Batam yang sudah membuat KTP SIAK, dan KTPnya sudah jadi setelah selama sebulan menunggu.

    Namun, KTP SIAK yang saya terima ada sedikit kesalahan nama, dimana nama yang tercantum di KTP tersebut tidak Lengkap seprti KTP saya yang sebelumnya. Dan hal ini akan berefek pada dokumen-dokumen lain yang sudah saya miliki sebelumnya seperti Jamsostek, Kartu Asurasi, dsb. Yang mana nanti pada saat pengurusan claim pasti akan bermasalah dengan perbedaan nama tersebut.

    Memang nama belakang saya tersebut adalah nama Bapak saya (Alm). Dalam tradisi keluarga besar saya semua nama anak disarankan untuk menambah nama bapaknya di belakang namanya. Jadi nama saya di Ijazah dan Surat Keterangan lahir hanya menyebutkan nama depan saya saja. tapi di dokumen lain seperti Kartu jamsostek, kartu Asurasi, kartu ATM, rekening Bank semua menggunakan nama lengkap seperti KTP sebelumnya yaitu Athailah M Jamil.

    Pertanyaan saya, dapatkan saya meminta untuk merevisi nama yang tercantup di KTP SIAK tersebut? dan bagaimana prosedurnya? serta berapa biaya dan waktu yang dibutuhkan?

    Mohon penjelasan dari Bapak, terima kasih.

    Ttd,

    Athailah M jamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s