Menagih Janji di Musim Haji

Rabu, 21 November 2007

“Labbaik Allahumma Labbaik,Labbaik laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni’mata laka wal mulk Laa syariika laka.”
“Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah,
Aku datang memenuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiNya,
Ya Allah aku penuhi panggilanMu.
Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu semata-mata.
Segenap kerajaan untukMu.
Tidak ada sekutu bagiMu”


Kalimat Talbiyah di atas mulai berkumandang di Tanah Suci seiring datangnya musim haji tahun ini. Provinsi Kepulauan Riau untuk tahun ini mengirim 10.022 jamaah calon haji (JCH) yang kloter pertama sudah diberangkatkan, Sabtu (18/11) lalu. Namun setiap tahun penyelenggaraan ibadah yang sudah dibayar mahal ini selalu saja memercikan masalah yang mengusik kesyukukan para jamaah. Akankah tahun ini terjadi lagi ? Alamat haji mabrur yang diimpikan pun hanya tinggal harapan keluarga dan orang-orang yang melepas dengan derai air mata.

Menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh yang telah menunaikannya berkali-kali sekalipun. Begitupun tahun ini, sekitar 205 ribu jamaah haji Indonesia akan berbaur dengan jutaan umat dari berbagai etnis di Tanah Suci Mekkah. Bayangan musibah kelaparan yang terjadi pada musim haji tahun 2006 lalu seolah telah sirna dengan semangat dan niat untuk memenuhi undangan Allah SWT.

Musibah telantarnya jemaah haji Indonesia hingga membuat mereka tidak mendapatkan makanan selama di Arafah dan Mina tahun 2006 lalu setidaknya telah mempermalu Indonesia, yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kejadian ini sempat membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedikit meradang hingga membentuk Tim Investigasi dan Evaluasi Haji 1427 Hijriyah. Orang yang paling mendapat sorotan tajam dalam masalah ini adalah, Menteri Agama Maftuh Basyuni.

Kini, Menag yang juga mantan duta besar Indonesia di Riyadh berjanji membenahi penyelengaraan haji. Mulai dari persiapan proses penyelengaraan haji di daerah-daerah sampai pembenahan masalah pemondokan dan katering haji di Mekkah. Bahkan,Maftuh Basyuni menyatakan optimisnya penyelenggaraan haji tahun ini akan berjalan dengan lancar.

“Kami sekarang ini betul-betul mempersiapkan pemondokan dan katering haji sehingga apa yang terjadi pada tahun lalu tidak akan terjadi kembali,” kata Menag saat pelepasan kloter pertama jamaah haji Indonesia.

Menag menuturkan, sistem pemondokan bagi para jamaah haji kini telah diperbaiki sehingga tidak akan ada lagi pemadatan peserta haji di sejumlah pemondokan. Hanya sekitar 34.000 dari 210.000 orang jamaah yang mendapat tempat di dekat Masjidil Haram, sedangkan sisanya mendapat tempat yang lebih jauh.

Mengenai masalah katering, pada ibadah haji tahun ini Depag akan menjalankan sistem kerjasama sebaik mungkin dengan perusahaan penyedia jasa katering dan tidak menyerahkan masalah katering secara total atau sepenuhnya kepada perusahaan katering.

Seperti kita ketahui, secara serentak, kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Indonesia telah mulai diberangkatkan, Sabtu lalu dari 10 embarkasi. Termasuk 445 JCH kloter pertama yang berangkat dari embarkasi Batam yang terbang menggunakan Arab Saudi Airline boing 747 seri 300. Mengenakan seragam biru muda, wajah para tamu Allah itu berseri-seri tak sabar untuk segera tiba di Tanah Suci Mekah. Kloter pertama ini merupakan bagian dari total 205 ribu jamaah haji Indonesia pada tahun 2007 yang akan menunaikan panggilan Allah di Tanah Suci.

Perjuangan JCH menunaikan rukun Islam kelima ini memang butuh kesabaran dan kekuatan fisik yang prima. Pasalnya, tak jarang jamaah harus menghadapi berbagai kendala baik ketika berada di asrama sebelum berangkat maupun nanti di pemondokan setelah sampai di Mekkah. Di Asrama Haji Batam Centre misalnya, meski Pemko Batam telah berupaya memperbaiki berbagai fasilitas pendukung untuk para jamaah, namun tetap saja ada masalah. Misalnya, masih ada kita mendengar jamaah yang kehilangan barang-barang berharga.

Padahal jauh-jauh hari pihak Departemen Agama Kepri telah berusaha memperbaikan fasilitas dan pelayanan di asrama haji. Tidak saja mengganti beberapa fasilitas lama dengan yang baru, pengaturan menu sesuai makanan perdaerah, bahkan untuk memberikan rasa nyaman kepada jamaah yang datang dan berangkat, Pemko Batam memperbaiki jalan yang dilintasi rombongan jamaah.

Tidak itu saja, untuk mengantisipasi jika terjadi delay (penundaan) penerbangan pesawat, pengelola Asrama Haji Batam Centre menyediakan 960 tempat tidur bagi JCH. Setiap kloter JCH, terdapat 450 orang yang akan diberangkatkan, jika terjadi delay pesawat maka Asrama Haji bisa menampung satu kloter JCH lagi.Dari Batam terdapat 23 kloter yang akan di berangkatkan yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Provinsi Riau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan sebagian JCH berasal dari Jambi.

Berbagai perbaikan dan pembenahan ini tentunya kita harapkan proses penyelengaraan haji bisa berjalan dengan lancar. Saatnya, pemerintah dan Menteri Agama menunaikan janjinya kepada jamaah haji Indonesia. Seyogyanya, pemerintah memang harus memperhatikan dengan serius dalam penanganan haji ini karena jemaah haji merupakan “tamu” Allah yang harus dilayani sebaik-baiknya. ***

———————–
Delay dan Pencurian Hantui JCH

Tak ada gading yang tak retak. Begitupun dalam penyelenggaraan musim haji tahun ini. Kendati Pemerintah Provinsi Kepri telah membenahi infrastruktur dan pelayanan bagi jemaah calon haji (JCH) namun tetap saja ada masalah. Diantaranya, adalah delay keberangkatan JCH dan kasus kehilangan barang atau uang bawaanya sewaktu di asrama haji. Dua masalah ini masih menghantui para jamaah di embarkasi Batam.

Abdul Mu’in, JCH asal Natuna tahun ini merupakan, salah satu korban yang telah kehilangan sebanyak Rp2.800.000. Uang tersebut raib dibawa kabur oleh pencuri ketika dompet korban ditinggal dalam asrama saat korban sedang menunaikan sholat subuh.

Menanggapi dilema tersebut, Kabid Haji dan Umrah Kanwil Depag Provinsi Kepri, Erizal Abdullah mengatakan, pada musim haji tahun lalu JCH pernah terpaksa menginap satu malam lagi di asrama haji karena Saudi Arabian Air Lines. Pesawat yang dipercaya pemerintah Provinsi Kepri untuk mengantarkan para JCH ke Tanah Suci, terlambat mendarat (lending) di Bandara Hang Nadim karena masalah teknis. Erizal sendiri mengaku masalah keterlambatan ini merupakan masalah klasik, yang sangat susah dihindari.

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah juga sudah melakukan upaya preventif agar delay keberangkatan JCH tidak terulang kembali pada musim haji tahun ini.
Menurut Erizal, upaya preventif yang dilakukan gubernur tersebut adalah mengirimkan surat kepada menteri agama RI dan pihak Saudi Arabian Airline yang berisi penegasan agar delay tersebut jangan sampai terulang lagi.

Erizal menambahkan, surat serupa juga dikirim oleh Pusat Pelayanan Informasi Haji (PPIH) embarkasi Batam. “Gubernur dan PPIH sudah mengirimkan surat kepada menteri agama dan Saudi Arabian Airline agar jangan sampai ada delay,” ungkapnya.

Bau busuk kasus kehilangan uang JCH asal Natuna tersebut rupanya tercium oleh para anggota komisi VIII DPR/RI yang melakukan pemantauan pada keberangkatan JCH embarkasi Batam, kontan saja Anwar Saleh dan anggota komisi VIII lainnya menanyakan hal ini kepihak PPIH embarkasi Batam.

Anwar juga menyampaikan saran-saran yang ia terima dari masyarakat agar PPIH embarkasi Batam lebih meningkatkan pelayanan keamanan bagi para JCH, “Pak, tolong masalah keamanannya lebih dtitingkatkan lagi,” bunyi sepenggal saran yang disampiakan anggota komisi VIII DPR/RI kepada Erizal selaku anggota PPIH embarkasi Batam.

Menanggapi hal tersebut, Erizal menyampaikan kepada anggota komisi VIII DPR/RI bahwa kasus kehilangan tersebut sudah ditindak lanjuti dan PPIHpun sudah meningkatkan layanan keamanan bagi para JCH. “Sudah kita tindak lanjuti pak, layanan keamanan juga sudah kita tingkatkan,” jawab Erizal kepada anggota komisi VIII DPR/RI yang menemuinya diasrama haji Batam (17/11).

Bagaimana hasil upaya preventif yang telah dilakukan Pemerintah Kepri dan PPIH embarkasi Batam tersebut ? Apakah sudah efektif dalam peningkatan pelayanan keamanan bagi para JCH yang telah dilakukan oleh PPIH embarkasi Batam ? Hasilnya, baru bisa kita lihat setelah musim haji tahun ini usai. (sm/11)
—————————
‘Kita Hanya Bisa Melambaikan Tangan’

Pemandangan yang tak luput dari setiap penyelengaraan ibadah haji adalah, antusias para keluarga jamaah calon haji (JCH) melepas keberangkatan jamaah baik di asrama haji maupun di bandara. Suasana haru dan gembira mewarnai keberangkatan jamaah naik ke atas pesawat menuju Tanah Suci Mekkah.

Pantaun Sijori Mandiri, di Asrama Haji Batam Centre, Selasa (21/11) tampak puluhan
sanak keluarga jamaah haji antre di Pos Kunjungan. Tujuan mereka tak lain melepas atau sekedar melihat wajah-wajah orang yang mereka cintai untuk yang ‘terakhir’ kalinya sebelum meninggalkan Tanah Air.

Ketika JCH kloter ke empat asal Bengkalis akan berangkat menuju Bandara, puluhan famili JCH hanya bisa berdiri di luar pagar. Padahal mereka ingin mengantar familinya saat menaiki mobil menuju bandara.

‘Kita hanya bisa menunggu dan melambaikan tangan dari sini, kita tidak boleh masuk,” ungkap Sujeni, yang mengaku menghantar kepergian saudara Ibunya. Menurutnya, ia sudah menunggu semenjak pagi sekitar pukul 08.00 hingga keberangkatan pukul 11.30, namun ia tak bisa bertatap muka lansung saat mengantar kepergian bibinya tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan Fatihah, yang menurut pengakuannya sedang mengantar Bapaknya. Ia mengaku pasrah karena tidak bisa bertemu lansung karena para JCH yang akan diberangkatkan sudah tidak bisa ditemui, karena lokasi keberangkatan mereka telah disterilkan.

Pada kesempatan lain, sejumlah pengunjung yang hendak bertemu dengan JCH yang sudah memasuki Asrama Haji, yakni JCH asal Kampar juga harus antri dan rela untuk menunggu hingga lebih dari satu jam untuk bertemu familinya. Seperti yang diungkapkan Rika, yang mengaku ingin menemui Ibunya dan memberikan obat-obatan untuk ibunya.

Namun berdasarkan prosedur yang telah ditentukan, para pengunjung tersebut harus rela antri hingga orang yang hendak ditemuinya tersebut keluar dari asrama. Hal ini menurut Abdul, petugas keamanan di Asrama Haji merupakan peraturan yang telah ditetapkan.

“Menurut peraturan memang seperti itu, merekakan telah melakukan upacara pelepasan dirumah masing-masing, setelah masuk sinikan mereka sudah disterilkan, ini demi keamanan,” ungkapnya.

Anjungan pengatar yang sebelumnya tidak pernah dioperasionalkan oleh pengelola bandar udara (bandara) Hang Nadim Batam, menjadi tempat favorit bagi para keluarga JCH embarkasi Batam.

Pasalnya, para keluarga yang merasa kurang puas untuk melepaskan JCH yang berangkat ke tanah suci untuk menjalankan rukun islam yang ke lima tersebut hanya dari asrama haji. Namun para CJH yang diberangkat ke tanah suci tersebut sudah di sterilkan begitu dilepaskan dari asrama haji, maka keluarga tidak bisa melakukan kontak fisik dengan JCH.

Mengingat tingginya, keluarga yang mengantarkan para JCH ini hingga ke bandara, maka pengelola bandara Hang Nadim Batam membuka pintu menuju ke anjungan pengantar. Dari anjungan pengantar yang berada di lantai tiga di Bandara Hang Nadim tersebut para keluarga dapat dengan bebas menyakasikan pesawat yang melintas dengan kecepatan tinggi di run a way.
(sm/04/11/ed)

Sistem Pemondokan Diperbaiki
“Kami sekarang ini betul-betul mempersiapkan pemondokan dan katering haji sehingga apa yang terjadi pada tahun lalu tidak akan terjadi kembali. Sistem pemondokan bagi para jamaah haji kini telah diperbaiki sehingga tidak akan ada lagi pemadatan peserta haji di sejumlah pemondokan. Untuk itu, ia juga berharap agar para peserta ibadah haji dapat mematuhi aturan dan tidak berpindah-pindah pemondokan seenaknya ”

Maftuh Basyuni
Menteri Agama
===
Tak Menangani Masalah Teknis
“Alhamdulillah, saya diberi amanah menjadi ammirul hajj, semoga saya dapat
menjalankan amanah tersebut dengan baik. Sebagai amirul hajj saya tidak menangani masalah-masalah teknis, para Karomlah yang menanganinya, saya hanya memberi arahan kepada para karom,”

Ria Saptarika
Wakil Wali Kota Batam
===
Fasilitas Diganti Baru
“Beberapa fasilitas yang ada d Asrama Haji sudah kita ganti baru. Begitu juga dengan pengaturan makan. Kita sudah minta pada pemenang tender katering untuk menyesuaikan menu makanan perdaerah. Disamping kita sudah tata sedemikian rupa posisi makan agar tidak antri seperti tahun-tahun sebelumnya,”

H. Drs. Razali
Ka.Kanwil Departemen Agama

One thought on “Menagih Janji di Musim Haji

  1. Ass,ww.
    Allahuakbar,…..smoga jamaah haji tahun ini mendapat berkah dan kemudahan ditanah suci makah, juga diembarkasi batam salah satu daerah yang memberangkatkan jamaah dari beberapa propinsi, semoga embarkasi batam sebagai embarkasi yang terbaik dalam melayani tamu-tamu allah, baik dalam pemberangkatan maupun dalam kepulangan, hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat dan jamaah haji. Kenyamanan dan keamanan perlu ditingkatkan agar lebih profesional dalam melayani tamu jamaah,agar jamaah dapat termotivasi secara fisikologis .Trimakasih.
    Wassalam.
    ——–
    Amiin Insya Allah.
    Terimakasih atas do’a nya Pak Lamsur S.
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s