Hari Ini, Seluruh JCH Berangkat ke Arafah

Senin, 17 Desember 2007
MAKKAH (BP) – Seluruh jamaah calon haji (JCH) Indonesia yang berjumlah 195.358 orang telah tiba di Makkah pada Jumat (14/12) tengah malam. Mereka akan diberangkatkan ke Arafah hari ini (17/12) untuk menjalankan wukuf.Wukuf di Arafah merupakan bagian paling penting dalam rangkaian ibadah haji. Para ulama sepakat berpendapat, wukuf di Padang Arafah merupakan rukun haji paling agung. Di padang pasir itu jutaan manusia dari berbagai bangsa tampil dengan aksesori sama: pakaian ihram, kain putih yang dililitkan di tubuh.
”Sebanyak 487 kloter yang mengangkut 195.358 jamaah telah masuk Makkah. Mereka menempati 368 pemondokan dengan kapasitas 199.592 jamaah,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) M Nursamad Kamba dalam pertemuan di media center haji (MCH) daerah kerja (Daker) Makkah, kemarin.
Perjalanan Makkah-Arafah, lalu Arafah-Mina, adalah titik-titik krusial bagi jutaan anggota jamaah haji. Sekitar tiga juta orang dari seluruh dunia dengan belasan ribu kendaraan memadati jalan-jalan utama yang membentang dari Makkah ke Arafah.
Soal transportasi di Arafah, Nursamad Kamba meminta jamaah tidak khawatir. Pemerintah Arab Saudi, kata dia, menjamin semua jamaah yang mengenakan ihram di Arafah akan terangkut. ”Jadi, tidak perlu berjubel di pagar, tidak perlu juga berebut masuk bus. Tunggu saja di kemah. Kalau bus datang, jamaah akan dipanggil,” imbaunya.
Saat ditinjau Naib (wakil) Amirul Haj KH Sukri Zarkazy Jumat (14/12) malam, persiapan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) telah mendekati penyelesaian. Jamaah akan ditempatkan di 77 maktab. Pembagiannya dilakukan dengan sistem qur’ah (undian). Tiap maktab menempati areal 1-1,5 hektare. Di dalamnya ada dapur untuk katering dan ruang prasmanan.
Peninjauan lebih intens dilakukan untuk menjamin kesiapan katering. Maklum, ini kali pertama katering jamaah di Armina diberikan dengan sistem prasmanan. ”Truk-truk katering terus mengangkut perlengkapan ke dapur di Arafah. Kami sedang memantau di lapangan sekarang,” kata Ahmad Kartono, ketua Daker Madinah yang kebagian melayani jamaah di Arafah, saat dihubungi JPNN melalui ponsel.
Di Arafah juga disiapkan areal Misi Haji Indonesia. Di dalamnya terdapat tenda untuk rombongan Amirul Haj (Menag), petugas haji, dan masjid. ”Kita siapkan transportasi dari Makkah ke Arafah, dari Arafah ke Muzdalifah, dan dari Muzdalifah ke Mina,” kata Kepala Satuan Operasional Armina M Sukiman Azmi.
Dalam perjalanan Arafah-Mina, jamaah haji akan mabit (berhenti) di Muzdalifah, sekitar lima kilometer dari Arafah atau sekitar tiga kilometer sebelum Mina. Di Muzdalifah, jamaah haji akan mengambil batu untuk melempar jumrah (tugu batu lambang setan) di Mina.
Sukiman menambahkan, pemberangkatan dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina dibagi menjadi dua tahap. Gelombang pertama dari maktab 25-77. Mereka diberangkatkan dari Arafah ke Muzdalifah (mabit), lalu dari Muzdalifah ke Mina. Gelombang kedua meliputi maktab 1-24. Mereka diberangkatkan langsung ke Mina, melalui Muzdalifah, tapi tanpa mabit. ”Dengan begitu, ada cukup waktu untuk mempersiapkan diri melempar jumrah,” katanya.
Jamaah haji umumnya bertahan tiga malam di kemah-kemah di Mina. Selama di Mina jamaah haji akan melempar jumrah aqabah, ula, dan wusta, untuk selanjutnya kembali ke Makkah.
Akan halnya jamaah yang sakit, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) memperkirakan 200 nama akan disafariwukufkan. ”Kita sedang susun daftar jamaah yang akan disafariwukufkan. Mereka masih kita rawat di sektor. Sehari menjelang hari wukuf, baru kita bawa mereka ke BPHI untuk disafariwukufkan esoknya,” kata Yusi Susilawati, koordinator dokter di Sektor 6 Makkah.
Mereka diberangkatkan ke Arafah pada 9 Zulhijah pukul 13.00 dengan mobil (bus atau ambulans), wukuf 30-45 menit tanpa keluar dari mobil, lalu dibawa kembali ke BPHI pukul 18.45. Para jamaah yang disafariwukufkan itu tidak mabit di Muzdalifah dan Mina. Lempar jumrah mereka dibadalkan, diwakili keluarga atau petugas kloter.
Dari Jeddah diperoleh kabar bahwa rombongan anggota DPR RI yang akan bertugas mengawasi pelaksanaan haji 1428 H telah tiba di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, pada Jumat (14/12). Namun, mereka sempat tertahan di bandara karena beberapa anggota dewan memakai paspor hijau, bukan paspor haji. Para anggota Komisi VIII itu belum bisa dikonfirmasi karena masih tampak kelelahan setelah menjalani prosedur cukup panjang di bandara.
Jika jumlah jamaah yang terdaftar untuk musim haji tahun ini 195.927 orang, ada 569 jamaah yang batal berangkat ke Tanah Suci. Jamaah yang gagal berangkat, menurut Nursamad, akan diprioritaskan untuk berangkat pada musim haji tahun depan. Kecuali, jamaah yang gagal berangkat karena meninggal dunia.
JCH Batam Bawa Perbekalan
Dari embarkasi Batam juga dilaporkan, JCH kloter 2 Embarkasi Batam, berencana meninggalkan Kota Makkah menuju Arafah untuk menjalani ibadah wukuf. Dari Arafah, perjalanan akan dilanjutkan ke Musdalifah dan Mina.
Demikian disampaikan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Batam Guntur Sakti dari Makkah, kemarin (16/12). Karena perjalanan cukup panjang, masing-masing JCH Batam membawa bekal makanan. ”Soalnya belum ada kepastian, apakah makanan yang bakal disajikan dalam bentuk prasmanan atau paket,” katanya.
Menurut Guntur, saat membuat laporan ini, JCH Batam sedang menjalani manasik rangkaian rukun haji di Makkah. Setelah Makkah, rombongan akan menetap di Arafah, Musdalifah dan Mina selama enam hari. ”Rombongan mulai bergerak pukul 21.00 waktu Saudi,” ungkapnya.
Mereka akan kembali ke Makkah 25 Desember untuk menuntaskan wajib haji terakhir, yakni tawaf ifada. Sehari sesudahnya, JCH Batam bakal bertolak menuju Batam. Kondisi kesehatan JCH Batam dilaporkan rata-rata sehat.
Laporan juga disampaikan Ketua Kloter Batam Zulkifli. Menurutnya, JCH Batam, termasuk Amirul Haj Batam Ria Saptarika dan Amirul Haj Kepri Nur Syafriadi, telah menjalani bimbingan armina. ”Keduanya juga memberikan motivasi kepada para jamaah,” ungkapnya.
Sementara itu, tiga jamaah haji asal Jambi, dilaporkan meninggal dunia di tanah suci Makkah. Mereka dimakamkan di perkuburan Syara, Kota Makkah, Sabtu (15/12) lalu. Dengan demikian, sudah empat JCH Jambi wafat di negeri timur tengah tersebut.
Satu di antaranya, Arifin bin Hajar Ali (71), berasal dari Embarkasi Batam. Sedang tiga jamaah Jambi lain yang wafat, diberangkatkan melalui Embarkasi Padang. (soe/jpnn/ros)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s