28 Peneror Haji Dibekuk

Senin, 24 Desember 2007

RIYADH (BP) – POLISI Arab Saudi menyatakan telah menangkap dan menahan 28 tersangka yang diduga berencana menyerang tempat-tempat suci umat Islam di Makkah dan Madinah. Hal itu diungkapkan Kementerian Dalam Negeri Saudi, kemarin (23/12), menjelang kepulangan para jamaah haji dari seluruh dunia.
Menurut Jubir Kementerian Dalam Negeri Saudi Mansur al-Turki, para tersangka terdiri atas 27 pria berkebangsaan Saudi dan seorang warga asing. ”Pasukan keamanan berhasil menggagalkan aksi kriminal dan menahan para anggota kelompok penyimpang yang terkait dengan elemen-elemen luar,” katanya, seperti dikutip kantor berita Associated Press.
Dia menuturkan, para tersangka itu ditangkap tiga hari sebelum puncak haji. ”Mereka ditangkap pada 14 Desember lalu dan ditahan hampir sepekan ini,” ujarnya.
Pemerintah Saudi acapkali menggunakan istilah kelompok penyimpang untuk menyebut tersangka teror yang terkait dengan jaringan Al Qaeda. Pengumuman itu muncul dua hari setelah Kementerian Dalam Negeri menyatakan menangkap sejumlah orang yang diduga merencanakan teror di luar Makkah.
Tidak dijelaskan apakah pengumuman kemarin itu terkait dengan penangkapan sebelumnya. Surat kabar berbahasa Arab, Al-Hayat, Sabtu lalu (22/12) melaporkan bahwa tujuh warga asing (non-Saudi) ditangkap dalam perencanaan serangan Jumat lalu (21/12).
Sekitar tiga juta jamaah, termasuk 200 ribu lebih asal Indonesia, melaksanakan ibadah haji tahun ini. Puncak haji berlangsung Selasa lalu (18/12) berupa wukuf di Arafah.
Penangkapan itu tidak menimbulkan kepanikan. Sejumlah saksi menyatakan tidak ada peningkatan keamanan saat penangkapan berlangsung.
Tiga pekan sebelum musim haji, pemerintah Saudi mengumumkan operasi keamanan besar-besaran. Operasi itu menangkap dan menahan 208 tersangka dalam enam sel berbeda. Mereka diduga merencanakan aksi teror atas infrastruktur di negeri kaya minyak itu.
Yang ditangkap ketika itu termasuk 18 tersangka di bawah pimpinan seorang pakar senjata Yaman. ”Mereka diduga hendak menyelundupkan delapan rudal ke negeri ini untuk melancarkan operasi teror,” kata seorang pejabat Saudi.
Saudi memberlakukan siaga satu pada musim haji tahun ini. Pengamanan itu dilakukan karena Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad melakukan ibadah haji.
Awal bulan ini, Mendagri Arab Saudi Pangeran Nayef bin Abdul Aziz mengungkapkan, pasukannya berhasil menggagalkan lebih dari 180 operasi teroris sejak gelombang pengeboman dan penembakan oleh jaringan Al Qaeda empat tahun lalu.

Besok, Jamaah Haji Debarkasi Batam Mulai Pulang
Dalam pada itu, jamaah gelombang pertama kelompok terbang (kloter) 1 dan 2 asal Kepri, telah menuntaskan tawaf ifadhah dan tawaf wada. Ibadah tersebut sekaligus menutup seluruh rangkaian panjang kegiatan haji yang mereka jalankan di tanah suci Makkah.
Setelah prosesi berjalan tujuh kali antara Bukit Sofa dan Marwah itu dilaksanakan, para jamaah laki-laki diwajibkan memotong rambutnya (tahalul). Jumlah rambut yang dipotong, minimal enam helai. Uniknya, sebagian besar jamaah laki-laki lebih suka mencukur habis rambut di kepalanya. Plontos alias gundul.
Itu pula yang dilakukan jamaah haji asal Batam. Tak terkecuali Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, Ketua DPRD Provinsi Kepri Nur Syafriadi dan Sekretaris DPRD Batam Guntur Sakti yang sedang menjalankan ibadah haji di sana. ”Kami bertiga gundul total,” katanya melalui pesan singkat elektronik (SMS) kepada Batam Pos, Ahad (23/12).
Bedanya, Guntur harus pergi ke tukang pangkas rambut. Sedangkan Ria Saptarika dan Nusyafriadi digunduli istrinya masing-masing. ”Saya kena 10 Rial,” ungkap Guntur.
Ia mengatakan, di sekitar Masjidil Haram banyak terdapat pemangkas rambut. Tukang cukur di sana, tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Kendati demikian, tidak semua jamaah haji memanfaatkan tukang cukur ini saat bertahalul. Sebagian jamaah Indonesia, kata dia, membawa gunting sendiri, bergantian memotong rambut untuk bertahalul.
Bagi Guntur, Ria Saptarika dan Nur Syafriadi, hidup tanpa rambut di kepala, merupakan sesuatu yang baru. Kecuali, mungkin, saat mereka masih kecil. Dituturkan Guntur, hal yang pertama kali dirasakan pada menit-menit awal digunduli, yakni risih. Sepertinya ada sesuatu yang ganjil. Begitu menurut Guntur. ”Kami sering bercermin sambil gosok-gosok kepala. Rasanya agak aneh,” ungkapnya.
Ketiganya mengaku kurang afdol jika tidak memangkas habis rambut di kepala mereka. Setelah rangkaian ini selesai, jamaah kloter 2 Batam mulai berkemas. Menurut rencana, jamaah kloter 1 dan 2 Embarkasi Batam bakal terbang dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Selasa (25/12) besok, sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi. ”Insyaallah tanggal 26 Desember sudah di Bandara Hang Nadim,” ujarny. (ap/afp/dwi/jpnn/ros)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s