Seniman Mimpikan Art Centre

Minggu, 30 Desember 2007
* PKS Jaring Aspirasi Seniman
Sekupang- Merasa sering tidak diperhatikan oleh pemerintah dan para pengambil kebijakan di daerah ini, sekitar 50 seniman Batam mendesak pemerintah untuk segera membangun sebuah ruang budaya guna menampung segala bentuk kegiatan seni dan proses kreatifitas para seniman di Batam dan Kepri umumnya. Pembangunan ruang budaya (art centre) tersebut diharapkan sudah mulai direalisasikan pada tahun 2008. Soal dana, masing-masing kelompok seni yang ada diminta untuk ikhlas, siap menolak dana bantuan tahunan dari provinsi yang dibagikan sebesar Rp30 juta/kelompok untuk persemesternya. Dengan demikian, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk kelompok-kelompok seni yang ada sebesar Rp1.8 miliar setiap tahun bisa dimanfaatkan untuk pembangunan taman budaya tersebut.Demikian rangkuman yang diperoleh dari pertemuan antara para seniman di Batam dengan anggota DPRD provinsi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sabtu (29/12).

Pertemuan terbuka yang berlangsung di halaman rumah baca Raja Ali Kelana, Komunitas Seni Rumahitam, Sekupang, beberapa waktu lalu itu digelar dalam rangka mengisi masa reses akhir tahun anggota DPRD. Sebelum acara dimulai, beberapa seniman yang ditemui Sijori Mandiri mengaku cukup salut dengan apa yang dilakukan PKS ini.

“Belum pernah ada acara penjaringan aspirasi seniman seperti ini selama saya berkesenian di Batam, apalagi dari pemerintah daerah. Namun PKS berani tampil beda. Salut,” ujar Tarmizi dari Komunitas Rumahitam.

Hadir dalam acara tersebut, legislator provinsi asal PKS (Suryani, Abdul Rahman dan H. Nurudin), kader-kader PKS mulai dari tingkat PAC hingga DPW, Lurah hingga Camat Sekupang, seniman dan kelompok seni di Batam; Komunitas Rumahitam, Teater Pompong, Teater Gong, Teater Seru UIB, Kelompok Pemusik Jalanan, Persatuan Pulukis Batam, Komunitas Seniman Batam, Penyair Hasan Aspahani, Pemusik Taufiqrahman serta masyarakat penikmat seni yang malam itu sengaja datang.

Acara berlangsung cukup meriah dan semangat terutama dalam sesi diskusi. PKS yang termasuk salah satu partai “santun” dengan manajemen profesional seakan menemukan warna baru tatkala para seniman yang mendapat kesempatan berbicara, secara bertubi-tubi melepaskan mimpi-mimpi dan permasalahan yang kerap mereka hadapi sepanjang menjalani proses berkesenian di Batam.

Dengan gaya dan penampilan cuek yang “apa adanya”, seniman secara umum mengeluh tentang kurangnya perhatian dari para stake holder baik itu Batam dan Kepri kepada kesenian. Selama ini, ketika para seniman ingin berproduksi karya seni, mereka kerap terbentur oleh masalah dana. Tak jarang, mereka harus pontang-panting dalam mencari dana produksi. Meski demikian, mengingat berkesenian sudah menjadi pilihan hidup, mereka tetap berjuang meski dalam kondisi yang memprihatinkan. Dan yang paling pokok adalah, perlunya pembangunan sebuah gedung taman budaya di Batam.

“Sudah saatnya kita punya pusat ruang budaya yang bisa menampung semua karya seni yang ada. Dengan adanya art centre ini, kita semua yakin perkembangan kesenian di daerah ini akan maju beriring dengan pencapaian kesenian di daerah lain,” kata Joetex Al fajar dari persatuan pelukis Batam yang tampil sebagai pembicara terakhir di pihak seniman.

Menanggapi persoalan ruang budaya ini, ketiga legislator PKS yang diwakili oleh Abdul Rahman berjanji akan segera meneruskannya ke rapat dewan guna membahas masalah kucuran bantuan dana kesenian serta menyampaikan pula kepada kader mereka, Ir. Ria Saptarika yang saat ini duduk sebagai Wakil Walikota Batam, untuk memperhatikan dan memperjuangkan realisasi pembangunan gedung taman budaya di Batam.

“Namun, sebelum kita menuju ke art centre, sebaiknya para seniman terus berkarya dan membuktikan kepada publik khususnya para pengambil kebijakan di Batam. Dengan karya-karya yang berkualitas dan bisa dinikmati oleh publik, maka yakinlah bahwa penonton atau masyarakat akan mencari dan menunggu karya-karya selanjutnya,” pungkas H. Nurudin. (sm/17)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s