Kilas Balik Kota Batam

Senin, 31 Desember 2007
Kota Batam mulai terbentuk 24 Desember 1983 berdasarkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 1983. Dengan terbitnya PP tersebut, maka Batam yang sebelumnya hanya merupakan salah satu kecamatan dari Kabupaten Kepri, resmi menjadi kota administratif. Kecamatan yang dibawahi Kota Madya (Kodya) Batam saat itu baru hanya tiga, yakni Belakangpadang, Batam Barat, dan Batam Timur.Alasan ditingkatkannya status Batam dari wilayah kecamatan menjadi kota administratif saat itu guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dan sekaligus tuntutan berkembangnya Batam menjadi daerah industri dan perdagangan, alih kapal dan pariwisata.

Waktu 24 tahun pun sudah berlalu. Dalam tempo yang relatif singkat, realitasnya roda pembangunan Batam justru bergerak lebih cepat dibandingkan Kabupaten Kepri (kini bernama Kabupaten Bintan) selaku kabupaten induknya.

Bahkan secara nasional pesatnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Batam, malampaui kota dan daerah lainnya di tanah air. Batam juga tumbuh sebagai salah satu daerah tujuan penanaman investasi di Asia Tenggara yang cukup ternama.

Walikota Madya Batam pertama adalah Ir HR Rahman Draman yang menjabat dari tahun 1983 sampai tahun 1989. Sedangkan dari Oktober 1989 hingga tahun 1999, Drs RA Aziz ditunjuk sebagai Walikota Madya Batam yang kedua.

Selanjutnya, berdasarkan Undang Undang (UU) Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam, status Kodya Batam resmi menjadi Kota Batam.

Berdasarkan UU Nomor 53 Tahun 1999 itu, Batam yang pada awalnya hanya tiga kecamatan dimekarkan menjadi delapan kecamatan, yakni Kecamatan Batuampar, Lubukbaja, Nongsa, Sekupang, Galang, Seibeduk, Bulang dan Belakangpadang.

Nazief Soesila Dharma ketika itu ditunjuk menjadi caretaker Walikota Batam sampai tahun 2001. Selanjutnya pada tahun 2001, berdasarkan hasil pemilihan oleh anggota DPRD Kota Batam, maka terpilihlah pasangan Drs H Nyat Kadir-H Asman Abnur SE menjadi Walikota dan Wakil Walikota Batam. Nyat-Asman memimpin Kota Batam dari tahun 2001 hingga 2005.

Manan Sasmita yang kini menjabat sebagai Deputi Operasi Otorita Batam juga pernah menjadi penjabat Walikota Batam selama satu tahun. Berikutnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung pada Batam Februari 2006, maka pasangan Drs H Ahmad Dahlan dan Ir H Ria Saptarika terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Batam masa bakti 2006-2011.

Di awal kepemimpinan Dahlan dan Ria, kecamatan di Batam kembali dimekarkan, menjadi 12 kecamatan. Empat kecamatan terakhir adalah Kecamatan Bengkong pemekaran Kecamatan Batuampar, Kecamatan Batuaji dan Kecamatan Sagulung pemekaran dari Kecamatan Seibeduk dan Kecamatan Batam Kota yang merupakan pemekaran Kecamatan Nongsa. (Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s