Dipersiapkan Tiga Hari, Bahannya dari Tiga Negara

Rabu, 02 Januari 2008
Joko Samudera, Sang Pakar Pesta Kembang Api
Ketika 1.158 kembang api ditembakkan ke angkasa saat pesta menyambut Tahun Baru 2008 di Dataran Engku Putri Batam Centre, Selasa (1/1), puluhan ribu warga Batam pun terpana. Bagaimana kesemarakan senilai Rp160 juta tersebut dibuat? Siapakah sosok si perancang pesta kembang api itu?HITUNGAN mundur sepuluh detik, menjelang pergantian tahun 2007 ke 2008 di Engku Putri itu terasa lamban. Puluhan ribu warga menunggu tak sabar, hingga akhirnya semburan kembang api dari sebuah tabung di tangan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika melesat ke udara.
Panggung pun penuh warna-warni. Untuk sejenak, pandangan mata tertuju ke arah panggung. Ke arah pejabat-pejabat Batam yang mengayunkan kembang api-kembang api di tangan mereka dengan bersemangat.
Hingga kemudian, dentuman suara keras pecah di angkasa. Lalu pemandangan di langit Engku Putri berubah. Di ketinggian sekitar 200-an meter, kembang api itu seperti menari, menghasilkan efek yang luar biasa.
Ada kembang api five stars yang menghasilkan efek seperti bintang, chrysanthemum yang menciptakan efek bunga-bunga matahari, dan horse tail yang membentuk air terjun.
Semuanya membuat mata warga Batam yang berkumpul di sekitar Kantor Wali Kota Batam itu terpana. Ribuan kamera ponsel malam itu juga menengadah ke udara, mengabadikan momen memasuki tahun 2008 tersebut.
Di antara teriakan histeris warga itu, Joko Samudera, operator No Limit terlihat serius memperhatikan letusan-letusan kembang api yang melesat dari kotaknya. Ya, malam itu, Jokolah aktor di balik kembang api yang dinikmati puluhan ribu warga Batam tersebut.
Perlu waktu tiga hari penuh di Engku Putri, bagi Joko mempersiapkan pesta singkat sekitar 15 menit tersebut. Namun, segala kerja kerasnya itu seperti terbayar setelah melihat rona kepuasan di wajah warga Batam yang berkumpul di Engku Putri, dinihari itu.
”Sejak H-3, saya sudah harus kerja penuh. Tak boleh terkena hujan, karena itu saya minta disediakan tenda saat menata kembang api,” tutur Joko, kemarin, yang saat dihubungi Batam Pos telah terbang kembali ke Palembang.
Kembang api-kembang api yang ditembakkan di Engku Putri, kemarin, katanya, didatangkan dari China, Singapura, dan Spanyol. Kembang api itu kemudian ditatanya di lokasi, sesuai dengan paket dan durasi yang dipesan penyelenggara.
Ada 30 jenis kembang api dengan beraneka motif dan warna yang meletus di malam yang cerah ceria itu. Seperti water fall yang berefek seperti air terjun, five star dan ditutup dengan brocade brown yang tinggi tembakannya sekitar 250 meter.
Mendesain tembakan kembang api itu, kata Joko, membutuhkan seni tersendiri. No Limit yang berdiri sejak tahun 1988 dan sudah berkeliling Indonesia, tetap terus mengevaluasi pertunjukan-pertunjukan pesta kembang api yang telah digelar mereka.
”Kami merekam pertunjukan kami. Setelah usai, kami evaluasi untuk pertunjukan selanjutnya,” tuturnya.
Itu sebabnya, katanya, pertunjukan kembang api yang digelar No Limit berbeda dengan pertunjukan kembang api biasa. ”Orang yang biasa menyaksikan pesta kembang api, pasti tahu bedanya. Karena kami bukan sekadar menjual kembang api, tapi nilai seni kembang api itu sendiri,” ujar Wakil Direktur No Limit itu.
Mempertontonkan pesta kembang api, katanya, tak bisa dilakukan sembarang orang. Perlu seni khusus, karena kembang api termasuk benda berbahaya yang mudah meledak.
Itu belum lagi harus mendapatkan izin dari kepolisian yang pengurusannya cukup berjenjang. Dimulai dari Poltabes, ke Polda hingga ke Mabes Polri. Perizinannya sendiri cukup ketat, terutama sejak terjadi kasus bom Bali pertama. ”Kalau sudah dapat izin dari Mabes, baru kembang api itu boleh dibawa,” tukasnya.
Apakah harus merogoh kocek hingga Rp160 juta untuk mengundang No Limit? ”Kami menjual paket-paket. Untuk di luar Jabodetabek, minimal Rp50 juta. Kalau perizinannya juga harus diurus kami, kompensasinya kami mengurangi takaran kembang apinya,” paparnya.
Bersamaan dengan pesta kembang api di Engku Putri, katanya, No Limit juga menjadi operator pesta kembang api di Monas. Bahkan, di Monas, No Limit masuk rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) karena menembakkan api sebanyak 10 ribu tembakan.
”Tanggal 28 Januari nanti, saya akan tampil lagi di Lagoi Bintan,” tutur Joko yang bergabung di No Limit sejak tahun 1999.
Untuk Batam sendiri, tambah dia, penampilan di Engku Putri itu merupakan yang ketiga kalinya di Batam. Yakni saat pesta seribu lampion di Imperium Baloi dan dua kali diundang Pemko Batam dalam pesta kembang api menyambut tahun baru. (jpnn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s