Kabinet Baru Dahlan-Ria, Antara Kebutuhan dan Politis

Sabtu, 12 Januari 2008
TANGGAL 9 Januari 2008, menjadi tonggak sejarah bagi Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika membongkar habis kabinet lama dan menggantinnya dengan wajah-wajah baru yang dinilai memiliki kecakapan, integritas dan kapabelitas. Meski sempat menuai kritik namun masyarakat berharap kabinet baru Dahlan-Ria ini bisa melanjutkan roda pembangunan Batam ke arah yang lebih baik. Perombakan kabinet baru Dahlan-Ria ini sejalan dengan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Susunan Organisasi Tatalaksana (SOT) No 41 tahun 2007, menggantikan Perda SOT No 3 tahun 2003. Wajah-wajah baru tampak di kabinet ini Selain menduduki jabatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang baru terbentuk, juga menggantikan pejabat lama yang dianggap sudah waktunya masuk dalam daftar Staf Ahli. Mereka diantaranaya, Abang Muzni, Makmur, Anwar Ujang dan Nurman.Tak tanggung-tanggung, empat pejabat eselon II digeser empat pejabat eselon III secara sekaligus. Satu diantaranya berasal dari instansi Otorita Batam (OB). Akibatnya, terdengar suara-suara sumbang, berkenaan adanya tarik ulur kepentingan partai politik dan kedekatan hubungan antara pimpinan dengan pejabat yang dipromosikan, maupun yang tetap dipertahankan.

Mereka adalah Febrialin yang dipromosikan dari Kabag Perekonomian menggeser posisi Makmur sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan UKM Kota Batam. Kabag Hukum Rudi Syakyakirti menggantikan Pirma Marpaung sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

Kabag Perlengkapakan dan Aset Pemko Batam Muramis menggantikan Nurman sebagai Kepala Badan Kominfo, serta Kasubid Karantina OB Suhartini menggantikan Abang Muzni sebagai Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP3) Kota Batam.

Lima pejabat yang dipromosikan itu, merupakan bagian dari 193 yang dilantik pada tanggal 9 Januari 2008 bertempat di lantai IV Kantor Walikota Batam itu. Tapi jika dibandingkan dengan jumlah pejabat yang dilantik ulang, lebih banyak jumlah pejabat yang mengalami perubahan posisi. Tidak hanya di lingkungan eselon II saja. Perombakan secara total juga dilakukan di lingkungan pejabat eselon III, IV dan camat di Kota Batam.

Dengan susunan kabinet yang baru ini, tentunya Dahlan-Ria sangat mengharapkan adanya kemajuan dan perbaikan sebagai aparatur pemerintahan yang wajib memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kota Batam. Tidak ada alasan untuk bermain ataupun hanya sekedar duduk sebagai pejabat eselon II, III dan IV saja. Tetapi bagaimana kemajuan yang telah diperoleh saat ini dapat lebih ditingkatkan lagi.

Secara tegas Dahlan mengatakan, dua tahun masa kepemimpinanya bersama Wakil Walikota Batam Ria Saptarika sudah dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mengevaluasi secara besar-besaran. Tujuannya tak lain untuk menuju ke perubahan yang lebih baik lagi.

Dahlan juga menyampaikan secara blak-blakan, bahwa dirinya bersama Wakil Walikota Batam akan melakukan evaluasi tiga bulan sekali terhadap kepala SKPD dan seluruh pegawai di SOT Pemko Batam yang baru dilantik kemarin. Kebijakan ini sebagai komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan terwujudnya perubahan yang baik pula.

“Jika memang tidak siap menjalankan komitmen, silahkan mundur. Tugas yang diberikan ini adalah tantangan bagi para pegawai di Pemko Batam. Daripada bekerja tanpa ada komitmen, silahkan mundur sejak awal. Saya bersama pak Ria, akan mengevaluasi saudara setiap 3 bulan sekali. Kita berharap pada kabinet yang baru ini untuk dapat bekerja lebih baik lagi,” ujar Dahlan.

Di lingkungan pejabat eselon III, Dahlan-Ria juga merombak secara besar-besaran. Hanya beberapa saja yang tidak berubah posisi seperti Kabag Protokol Martin Maromon dan Kabag Humas Pemko Batam Yusfa Hendri misalnya. Yang lain mengalami perubahan kursi dan kantor.

Sebut saja Kabag Umum Amsakar Achmad yang dirotasi sebagai Kabag Organisasi Pemko Batam, digantikan Firmansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag TU BKD Kota Batam. Salim menduduki jabatan baru sebagai Kabag Perlengkapan dan Aset, menggantikan Muramis. Demi Hasfinul menggantikan Rudi Syakyakirti sebagai Kabag Hukum.

Begitu halnya posisi camat, juga mengalami rotasi secara menyeluruh. Sebagian camat pindah kecamatan, dan sebagian lainnya menjadi kabag, kabid maupun kepala kantor. Misalnya, Camat Galang Aspawi dirotasi sebagai Kabid Keuangan Sekretariat DPRD Kota Batam, Camat Batam Kota Said Khaidar dirotasi sebagai Kabag Tata Pemerintahan menggantikan Salim, Camat Sei Beduk Rudolph Napitupulu dirotasi menjadi Kabag Perekonomian Pemko Batam menggantikan Febrialin.

Camat Belakang Padang Kamarulzaman pindah menjadi Camat sekupang, Camat Bulang Junaidi pindah menjadi Camat Galang, Camat Nongsa Dece Awida pindah menjadi Camat Lubuk Baja, Camat Lubuk Baja Daserul Azwir pindah menjadi Camat Btam Kota. Sedangkan yang lainnya, tetap pada posisi semula. (sm/ra)
=====
Dicari Pegawai yang Berkualitas
MESKIPUN sudah terbentuk susunan kabinet Dahlan-Ria yang baru, namun masih bersisa satu dugaan dan pertanyaan dari masyarakat Kota Batam. Apakah akan terjadi kembali pelantikkan dalam waktu dekat, menyusul masih kosongnya satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemko) Batam ?

Jawabannya sudah pasti benar. Dinas Tata kota Batam sudah terbentuk sebagai SKPD baru di SOT Pemko Batam. Namun pada pelantikkan beberapa hari lalu, posisi kepala dinas masih kosong. Tentunya posisi pucuk pimpinan di SKPD yang baru itu tidak akan terbiar lama. Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika tentunya berharap bisa diisi secepatnya.

Untuk SKPD Dinas Tata Kota Batam, baru dilantik Gintoyono selaku Sekretaris Dinas Tata Kota Batam, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Pembangunan Pemko Batam.

Kualitas dan kapabilitas Gintoyono sebagai Kabag Pembangunan memang sudah tidak diragukan lagi. Ide-ide serta pemikirannya memang bisa diacungi jempol. Desain-desain pembangunan seperti pengadaan toilet mobile, pembangunan kolam renang, perpustakaan umum Kota Batam serta banyak lagi merupakan hasil ukiran tangannya.

Tak heran jika pimpinan “sayang” kepada dirinya, dan menjadi kandidat utama untuk posisi Kadis Tata Kota Batam. Ibarat pepatah, tak salah jika mempertahankan satu orang pintar, daripada mempertahankan 1.000 orang yang tak berkualitas.

Diakui Walikota Batam Ahmad Dahlan, jabatan Kadis Tata Kota Batam memang sengaja dikosongkan. Itu dikarenakan Gintoyono masih belum memiliki persyaratan kepangkatan yang layak, untuk langsung diangkat sebagai kadis. Gintoyono harus dirotasi terlebih dahulu ke eselon III sebelum dipromosikan ke eselon II.

Itu menunjukkan bahwa dalam waktu dekat, akan ada pelantikkan kembali untuk posisi Kadis Tata Kota Batam yang secara langsung akan ditempati oleh Gintoyono.

“Saya ingin yang duduk di sana orang yang berpengalaman di bidang itu dan sudah terbukti kemampuannya. Saya rasa teman-teman juga sudah tahu untuk hal itu,” kata Dahlan.

Dari seluruh pejabat eselon II yang ada, tidak ada satupun yang dianggap layak untuk menduduki jabatan Dinas Tata Kota Batam. Begitu juga pejabat eselon III, tidak ada satupun yang layak dipromosikan untuk menduduki jabatan sebagai Kadis Tata Kota Batam. Untuk langsung mengangkat Gintoyono, masih cacat hukum dari sisi kepangkatan administrasinya. Karena itu masih harus dirotasi ke eselon III terlebih dahulu.

Mantan Kabag Pembangunan Pemko Batam Gintoyono hanya tersenyum saja saat menjawab pertanyaan yang menyebutkan akan ada pelantikkan kembali ke atas dirinya sebagai Kadis Tata Kota Batam dalam waktu dekat ini. Gintoyono mengatakan semua keputusan berada di tangan pimpinan.

“SK yang saya terima adalah saya sebagai Sekretaris Dinas Tata Kota Batam. Untuk persoalan apakah saya akan dipromosikan menjadi eselon II, itu keputusan pimpinan,” jawab laki-laki kelahiran Tanjung Uban pada tanggal 25 Juni 1958 ini ramah. (sm/ra)
===
Dewan Pertanyakan Standar Pengangkatan
Ibarat pepatah, dalam satu tandan pisang tidak seluruhnya bisa masak sempurna. Pasti ada yang busuk. Begitu juga dengan perombakan kabinet Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika yang baru sempat menuai kritikan serta mengundang pro kontra.

Terlebih lagi jika pejabat yang dilantik ternyata berasal dari luar Pemerintah Kota (Pemko) Batam seperti satu nama yang kemudian menggeser pejabat lama Pemko Batam. Sebut saja Kasubdit Karantina Otorita Batam (OB) Suhartini yang secara langsung menggeser posisi Abang Muzni sebagai Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP3) Kota Batam.

Ketua komisi I DPRD Kota Batam Ruslan Kasbulatov misalnya, tidak menampik bahwa ada satu dua dari wajah-wajah kepala dinas baru yang muncul dikerenakan adanya intervensi politik. Namun sayangnya Ruslan tidak mau menyebutkan siapa nama pejabat yang dimaksud.
Namun ketika nama Suhartini disebutkan, Ruslan hanya tersenyum sambil berkomentar singkat.

“Itu anda lho yang ngomong, bukan saya. Tapi saya memang masih melihat ada satu-dua kadis baru yang dinaikan melalui intervensi politik. Akibat tekanan politik. Bukan karena kualitas bekerja,” ujar Ruslan mengomentari perombakan kabinet Dahlan-Ria yang baru itu.

Slain itu, anggota DPRD Kota Batam lainnya, Edward Barando menilai bahwa dengan munculnya orang “luar” yang diangkat sebagai kepala dinas di Pemko Batam malah dapat membunuh motivasi pegawai yang sudah membangun karir dan teruji dibidanganya sejak awal lagi.

Dengan masuknya orang “luar”, Edward menjadi ragu apakah Pemko Batam memang benar-benar memiliki standar dan tolak ukur yang jelas untuk mempromosikan pejabatnya atau tidak. Edward melihat sikap ini dapat membuat sistim di Pemko Batam akan menjadi kacau Balau.

Seharusnya Pemko Batam lebih memprioritaskan orang-orang dari Pemko Batam sendiri dengan menyandarkan pada standar dan tolak ukur yang jelas. Sebab untuk mencapai cita-cita rakyat dibutuhkan profesionalisme. Bukan pertimbangan politis semata.

“Kalau memang ada ukurannya, sampaikan kepada PNS di Pemko agar mereka menjadi jelas, namun melihat dari satu-dua nama kadis yang baru ini, saya kira Pemko tidak menerapkan standar dan ukuran yang jelas. ini akan mengacaukan sitim di Pemko sendiri. Akan ada PNS yang karirnya terhambat meskipun mereka sudah teruji, tentu saja efeknya dapat membunuh motivasi mereka,” tegas Edward.

Menanggapi kritikan “panas” dari tetangga sebelah, Kabag Humas Pemko Batam Yusfa Hendri mengatakan bahwa dalam pelantikan para pejabat di lingkungan Pemko Batam yang baru kemarin itu sudah melalui tiga pertimbangan.

Pertama, pelantikan seorang pejabat sudah melalui proses Badan Pertimbangan Jabatan dan Perpangkatan (Baperjakat) yang terdiri dari Sekda, Asisten I, Kepala BKD Kota Batam dan Bawasko Batam. Kedua, pertimbangan administrasi untuk menilai apakah kepangkatan seseorang sudah mencukupi serta untuk mengetahui apakah pernah dihukum atau tidak.

Dan ketiga, pelantikan seorang pejabat juga sangat berkaitan erat dengan kebijakan pimpinan. Artinya, pimpinan sebagai pengguna dan kepala daerah juga memiliki otoritas untuk menentukan orang yang dianggapnya mampu.

“Sebab apapun yang dilakukan oleh kadis, pertangungjwabannya tetap di tangan walikota dan wakil walikota ketika berhadapan dengan masyarakat. Siapapun orangnya, menjadi hak prerogatif pimpinan untuk memutuskannya,” ungkap Yusfa. (sm/ra/uj)

One thought on “Kabinet Baru Dahlan-Ria, Antara Kebutuhan dan Politis

  1. Assalamu Alaikum Pak Ria,

    Bagaimana nasib alat pengukur kadar udara di Simpang Jam… Apa akan rusak terus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s