Ria: Kabinet Ideal Itu Sulit

Kamis, 17 Januari 2008
Tiga Bulan Ke depan Rotasi Lagi
BATAM CENTRE-Wakil Walikota Batam Ria Saptarika mengaku sulit menyusun kabinet pemerintahan yang ideal, sesuai dengan keinginan dan harapan pimpinan. Seperti itu juga terhadap susunan kabinet Dahlan-Ria yang baru terbentuk pada tanggal 9 Januari 2008 kemarin, masih dianggap sebagai upaya maksimal.
“Saya tidak katakan sudah ideal ataupun belum ideal. Tetapi susunan kabinet yang baru ini merupakan upaya kita yang maksimal, yang disesuaikan dengan kondisi. Memang sulit untuk mewujudkan kabinet yang ideal itu,” ujar Ria menjawab Sijori Mandiri saat ditemui di ruangannya, Rabu (16/1).Menurut Ria, kesulitan mewujudkan kabinet yang ideal di pemerintahan dilatarbelakangi adanya aturan yang berlaku. Berbeda jika di pihak swasta, yang bisa saja dengan sesuka hati dan sesuai keinginan pimpinan terhadap penempatan pegawai maupun personil.

Yang namanya masukan dari pihak luar termasuk juga masyarakat Kota Batam, banyak menjadi pertimbangan kepada Ria dan Walikota Batam Ahmad Dahlan di dalam menempatkan para personilnya. Namun untuk tekanan-tekanan politis, diakui Ria tidak diterimanya bersama Ahmad Dahlan.

Sehingga yang bisa diharapkan dari kabinet Dahlan-Ria yang baru ini adalah peningkatan kinerja yang maksimal, jika dibandingkan dengan hasil kerja sebelum-sebelumnya. Penempatan para pejabat baru ini, merupakan kesempatan kepada aparatur pemerintah di dalam memotivasi diri menghasilkan kinerja lebih baik lagi.

Karena ditegaskan Wakil Walikota Batam yang baru pulang menunaikan ibadah haji ini, untuk tiga bulan ke depan tidak menutup kemungkinan dilakukan kembali rotasi terhadap kabinetnya yang baru itu. Terutama di kalangan pejabat eselon II Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sesuai dengan instruksi Walikota Batam yang menyatakan akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali.

“Evaluasi tiga bulan pertama ini menjadi penilaian tahap awal saya bersama pak wali. Dari hasil evaluasi itu, kita akan menentukan kebijakan selanjutnya. Namun menjadi prioritas untuk roling,” ungkap Ria.

Dalam kesempatan yang sama, Ria juga menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan adanya perekrutan pejabat dari eksternal Pemko Batam di susunan kabinetnya yang akan datang. Baik itu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri maupun Otorita Batam (OB), yang memang dianggap sebagai pejabat yang berkualitas.

Karena sejak awal kepemimpinan Ria bersama Walikota Batam Ahmad Dahlan di Kota Batam, masuknya pejabat dari “luar” Pemko Batam memang terlihat berpeluang besar. Sebut saja sejumlah pejabat dari OB seperti Dendy Purnomo dan Suhartini. Ataupun pejabat dari Pemprov Kepri sendiri, seperti Marzuki yang saat ini menjabat sebagai Kabid Sarana dan Objek Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam.

Namun yang pasti lanjutnya, pimpinan akan tetap memperioritaskan keberadaan pegawai internal Pemko Batam, ketimbang dari eksternal. Dengan kata lain, porsi pejabat dari luar Pemko Batam akan lebih kecil. Tujuannya adalah mmeberikan kesempatan kepada pegawai Pemko Batam untuk meniti karir hingga mencapai puncak, dalam hal ini setingkat Kepala Dinas, Asisten dan juga Sekretaris Daerah (Sekda). (sm/ra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s