Juni, Penentuan Kontrak PT GTA

Jumat, 2008 Januari 18

Kontrak Pengelolaan Pasar Induk yang saat ini ditangani oleh PT Golden Tirta Asia (GTA), bisa saja diputus Pemko Batam, karena pasar terbesar di Kota Batam itu tetap sepi dan hanya menjadi beban APBD.
Tujuan pengelolaan Pasar Induk, Jodoh ini diserahkan ke pihak swasta, agar pasar ini bisa ramai pembelinya. Kenyataannya, selama dikelola oleh PT GTA, kunjungan ke Pasar Induk ini tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Belakangan, Waki Wali Kota Batam, Ria Saptarika menyebut-nyebut nama Karto, pemilik pasar Toss 3000 sebagai sosok yang cocok mengelola Pasar Induk. Hanya saja, untuk pengalihan pengelola itu, PT GTA meminta agar aset mereka diganti.
Menurut anggota DPRD Kota Batam, Onward C Siahaan, jika Pasar Induk masih dikelola oleh PT GTA, ia pesimis pasar tersebut akan berkembang. ”Sebenarnya, jika tidak ada formula baru, Pemko Batam memiliki peluang untuk memutus kontrak kerja dengan PT GTA itu,” kata Onward.
Belakangan, sambung Onward, baru diketahui kalau PT GTA tidak memiliki pengalaman dalam mengelola pasar. ”Untuk pemutusan kerja sama itu bisa juga dengan melihat dijanjikan PT GTA, sudah terealisasi atau tidak,” tambahnya. Meski Pemko memiliki peluang untuk memutus kontrak PT GTA, Onward berharap agar dievaluasi dulu.
Secara terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Yusfa Hendri menyebutkan pihak PT GTA saat ini masih mengelola pasar milik pemerintah itu. Untuk pemeliharaan dan perawatan aset Pasar Induk itu merupakan kewajiban dan tanggung jawab pengelola.
“Itu tertuang dalam kontrak kerja sama antara Pemko dan PT GTA,” ungkap Yusfa.
Selaku pengelola diperkenankan membangun aset-aset untuk mendukung kegiatan investasi. Namun, bilamana kontrak kerja sama berakhir, maka aset yang dibangun itu menjadi milik pihak pertama dalam hal ini pemerintah.
Dijelaskan Yusfa, aset yang dibangun oleh PT GTA adalah semenisasi jalan di sisi kanan pasar, pembangunan gudang dan pemeliharaan instalasi listrik dan air. “Agar pasar itu ra mai, kita sudah mendukung program mereka. Salah satunya menertibkan pedagang kaki lima radius dua meter dari Pasar Induk. Penertiban itu dila kukan sendiri oleh Pemko tanpa keterlibatan pengelola. Padahal dalam klausul disebutkan agar penertiban dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.
Ketika pemerintah menertibkan pedagang di sekitar Pasar Induk, justru pedagang yang sudah berjualan di pasar itu keluar karena tidak adanya pelayanan yang baik dari pengelola. Harusnya, kata Yusfa, pengelola mencari jalan keluar bagaimana agar distribusi barang di pasar tersebut lancar.
“Juni nanti, PT GTA dua tahun mengelola Pasar Induk. Pada saat itu kita akan melakukan evaluasi,” pungkasnya.(Batam News)

Advertisements

One thought on “Juni, Penentuan Kontrak PT GTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s