(Saat Pajak-pajak dan Biaya Hidup Naik) Dahlan-Soeryo Tambah Mobil Dinas

Kamis, 2008 Januari 24
(Saat Pajak-pajak dan Biaya Hidup Naik) Dahlan-Soeryo Tambah Mobil Dinas

Di saat warga Batam menjerit dengan berbagai kenaikan tarif dan harga kebutuhan hidup, para pejabat di daerah ini justru mendapatkan mobil mewah. Mereka yang ketimpa rezeki durian runtuh itu adalah unsur pimpinan seperti Wali Kota Batam Drs Ahmad Dahlan, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, Ketua DPRD Kota Batam Soerya Respationo, Wakil Ketua I DPRD Batam Aris Hardy Halim dan Wakil Ketua II DPRD Batam DR Chablullah Wibisono.
Mobil baru ini dibeli dengan menggunakan anggaran dana APBD Batam 2007 lalu. Dengan adanya jatah baru ini, khusus untuk unsur pimpinan DPRD Kota Batam, kini punya dua mobil dinas (mobdin). Pasalnya, mobil yang telah diberikan sebelumnya, belum ditarik.
Untuk Ketua DPRD Kota Batam Soerya Respationo dan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, masing-masing mendapat satu unit mobil merk Toyota Fortuner. Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Batam dan Wawako mendapat fasilitas mobil merk Nissan X Trail. Harga kedua jenis mobil mewah ini mencapai ratusan juta rupiah per unitnya.
Lantas berapa dana APBD Batam yang dihabiskan untuk mobil ini? Sayangnya, mantan Kabag Aset dan Perlengkapan, Muramis lupa berapa dana yang dianggarkan untuk pembelian lima unit mobil itu. Pastinya, mobil baru itu telah dipakai sejak Desember lalu oleh masing-masing pimpinan.
“Mobil itu sudah dipakai oleh masing-masing pimpinan. Proses pengadaannya dilakukan melalui pelelangan, PT Agung Auto Mall,” ujar Muramis, Rabu (23/1).
Kendaraan dinas Soerya bernomor polisi (Nopol) BP 2 C dan Wako BP 1 C. Unsur wakil pimpinan DPRD Kota Batam, Aris Hardi Halim nopol BP 7 C, Chablullah Wibisono BP 8 C dan Wakil Wali Kota Nopol BP 5 C.
“Kalau dulu setiap nopol di belakangnya XP, itu karena kita beli mobil luar. Sekarang mobil yang ada keluaran dalam negeri,” ujar Muramis yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Batam.
Namun, kemarin siang tidak satu pun terlihat kendaraan dinas unsur pimpinan DPRD Kota Batam yang parkir di halaman gedung DPRD. Baik mobil jatah yang baru maupun mobil yang lama.
Ditambahkan Muramis, pengadaan mobil baru ini, mengingat kondisi mobil dinas yang ada sudah ada rusak. “Sering mogok, usianya sudah tujuh tahun. Apalagi mobil Pak Wali, sering parkir di bengkel,” tuturnya.
Kini, masing-masing unsur pimpinan DPRD Kota Batam mendapat dua unit kendaraan dinas sebagai fasilitas. Muramis menjelaskan mobil lama tetap dipakai pimpinan dewan. Mobil tersebut memang akan dilelang. “Nanti setelah masa jabatan habis baru ditarik. Untuk kemudian dilelang,” katanya singkat.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemko Batam Drs Yusfa Hendri membenarkan jika tahun 2007 lalu, unsur pimpinan di DPRD Kota Batam dan Pemko Batam mendapat tambahan mobil. Dengan adanya tambahan mobil dinas baru, kini Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mendapat empat mobil fasilitas pemerintahan.
Satu unit di antaranya, yang merupakan mobil dinas bekas Sekda, kata Yusfa, dipakai oleh istri wali kota. Dua unit, satu mobil merk Land Cruiser BM 1954 merupakan peninggalan dari Pemprov Riau dan satu unit lagi Crown, bekas mobil dinas Nyat Kadir yang kini dipakai Ahmad Dahlan.
“Mobil pengadaan baru ini dipakai untuk ke lapangan, ketika meninjau ke pulau atau ketika ada banjir. Sementara mobil yang dipakai istri Wako, merupakan mobil bekas, dari pada membeli baru lebih baik memanfaatkan yang ada,” jelas Yusfa kemarin.
Kenapa tidak ditarik, Yusfa mengatakan, karena satu digunakan untuk dinas harian dan satu unit lagi digunakan untuk dinas lapangan. Namun, ketika Ahmad Dahlan berkunjung ke Pulau Nguan dan ke tempat Suku Utan Selasa (22/1) lalu, Dahlan tidak menggunakan mobil dinas barunya. Mobil yang ia kendarai adalah Land Cruiser BM 1954.
Fasilitas yang sama juga diterima oleh Wakil Wali Kota Ria Saptarika. Kini Ria memiliki dua unit mobil dinas. Sedang mobil yang dipakai istrinya, adalah mobil pribadi.
Sekretaris Dewan (Sekwan) Guntur Sakti membenarkan jika masing-masing unsur pimpinan DPRD Kota Batam mendapat tambahan mobil baru. Katanya, pengadaan mobil baru itu setelah disepakati antara Tim Panggar DPRD Kota Batam dan Tim Panggar Pemko Batam.
“Sebelum pembahasan APBD 2007 hal ini sudah dibicarakan. Karena ada dalam APBD dan menjadi amanat Perda tentu harus dijalankan,” kata Guntur memberi penjelasan.
Awalnya, wartawan koran ini mengkonfirmasi hal ini kepada Kabag Aset dan Perlengkapan Kota Batam, Salim. Hanya saja Salim tidak mengetahui hal ini. Salim hanya menjelaskan tentang pengadaan mobil dinas untuk tahun 2008.
Untuk tahun ini Pemko akan membeli lima unit mobil dinas. Masing-masing mobil baru itu diperuntukkan untuk Dinas Tata Kota, Badan Pemberdayaan Perempuan, Badan Kesbang Linmas, Bagian Organisasi dan Kantor Pemadam Kebakaran. Anggaran untuk pengadaan mobil dinas ini sebesar Rp1,08 miliar.
Lupa Janji
Penambahan jatah mobil dinas untuk wali kota, wakil walikota, ketua DPRD dan wakil ketua DPRD mendapat sorotan dari kalangan Persatuan Mahasiswa Tempatan (Permata).
Ketua Permata Kota Batam Abdul Aziz sangat menyayangkan adanya penambahan mobil dinas (mobdin) tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan sampai saat ini pejabat tersebut masih memikirkan bagaimana kepentingan dirinya dan kelompoknya. Yang baru terlihat, mereka lupa untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan janji sebelumnya.
”Sampai saat ini mereka masih sibuk menaikkan belanja aparatur, dan menekan belanja publik. Hal tersebut terlihat jelas dari penggunaan APBD tahun lalu hingga saat ini,” tutur Abdul Aziz.
Dengan kondisi sulit saat ini, dimana segala kebutuhan naik, kata Aziz, pejabat yang bersangkutan mestinya melihat kondisi masyarakat. Mereka harus intropeksi diri sehingga ingat dengan janji semula untuk mensejahterakan rakyat.
Sementara itu, Sekjen Permata Provinsi Kepri Hary Subianto menambahkan, penambahan mobil dinas (mobdin) baru tersebut merupakan bentuk pengkhianatan kecil yang dilakukan mereka ( wali kota, wakil walikota, ketua DPRD dan wakil ketua DPRD, red), meskipun penambahan mobdin baru tersebut sudah sesuai dengan mekanisme.
”Mereka awalnya berangkat sama rakyat dengan gerakan tawadu’, namun setelah terpilih mereka lupa, gerakan tawadu berubah menjadi tawaran duit. Seharusnya mereka tetap tawadu’ bersama rakyat,” papar Hary.(Batam News)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s