Disiarkan Ulang Mengkritisi Batam TV

Minggu, 27 Januari 2008
MERANJAK usia kelima, Batam TV tampaknya terus berbenah diri. Tak ingin disebut sebagai ‘’katak di dalam tempurung”, media broadcast ini menggelar talkshow terbuka dengan tema ‘’Mengkritisi 5 tahun Batam TV” untuk mencari masuk-masukan dari pemirsa.Untuk mengetahui bagaimana masyarakat mengkritisi keberadaan Batam TV selama 5 tahun mengudara, hari ini manajemen kembali melakukan siaran langsung pada pukul 09.00 WIB acara tersebut.
Masyarakat yang belum sempat menonton acara Batam TV pada 17 Januari lalu, bertepatan hari lahirnya televisi lokal pertama di Kepri, dapat menonton hari ini.
Enam orang narasumber pada malam itu memberi masukan kepada Batam TV diantaranya Hendri A Rahman (Ketua KPID Kepri), Pebby Mahendra (Pemred Tribun Batam), Robert Siahaan (Anggota DPRD Batam), Socrates (Pinum Batam Pos/Ketua PWI Kepri), Soerya Respationo (Tokoh Masyarakat Batam), serta Bayu (Station Manager Batam FM).
Tak hanya itu, Wakil Walikota Batam Ria Saptarika yang diundang sebagai keynote speaker, pada acara tersebut, sangat banyak memberi masukan positif. Bahkan, dengan senang hati, Ria yang memang tertarik dengan dunia broadcast dan iptek ini, bersedia membantu permasalahan di Batam TV, terutama soundsytem yang sering dikeluhkan pemirsa.
Janji Ria disambut positif Direktur Batam TV Bahtiar, yang juga hadir pada malam itu. Menurut Ria, Batam TV merupakan aset daerah yang harus didukung seluruh masyarakat.
Arus kritik dan saran tidak hanya datang dari para narasumber saja, tetapi acara yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Posmetro Batam Ramon Damora, juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang memang diundang untuk memberi kritikan dan saran kepada Batam TV. (rpg)

2 thoughts on “Disiarkan Ulang Mengkritisi Batam TV

  1. Salam kenal pak,

    Saya: Suwidi Tono, Pemimpin redaksi Majalah MEDIA OTONOMI, Jakarta. Kami dapat dilihat di http://www.mediaotonomi.com.
    Sebagai informasi, saya sahabat Sdr Bahtiar, Pemimpin Batam TV, ketika sama-sama bekerja di Harian PELITA, Jakarta (bakrie Group) tahun 1990.

    Selamat bekerja dan mengemban amanat. emoga senantiasa sehat dan sukses selalu.

    Salam hormat,

    Suwidi Tono
    0812-1059068
    Kantor: 021-7983963

  2. ANTI NARKOBA ATAU PROMOSI NARKOBA

    Ada yang menggelitik dalam dua tayangan iklan anti narkoba yang ditayangkan di Batam TV. Iklan layanan tersebut yang sejatinya seharusnya mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba, eh malah membuat risih dan ambigu karena pemilihan kata yang kurang pas secara nilai rasa dan tata bahasa (meskipun saya bukan ahli linguistic). Parahnya lagi, yang menjadi “bintang iklan”-nya adalah pejabat dan orang penting di Provinsi Kepri. Ini mungkin bisa jadi masukan buat praktisi iklan supaya lebih berhati-hati dalam membuat iklan layanan masyarakat, yang pastinya berbeda dengan iklan komersial yang penuh kreativitas.

    Penasaran dengan dua iklan yang saya maksud? Mari kita lihat dan telaah.

    Iklan pertama:

    Seorang pejabat tinggi di Kepri di tengah barisan anak muda berpakaian Pramuka lengkap dengan lantang berkata:

    “KATAKAN TIDAK DENGAN NARKOBA!”

    Ehm, bagaimana? Sudah dapat pesannya? Atau sudah tergelitik seperti saya?

    Jika belum, coba baca lagi lebih dengan perasaan.

    Apa yang membuat kalimat ini janggal? Sebenarnya kalimat persuasif ini dibuat untuk mengajak pemirsa terutama anak muda untuk bersama-sama menolak narkoba dengan cara mengatakan TIDAK. Tetapi pesannya menjadi membingungkan karena pemilihan kata sambung DENGAN, sehingga seolah-olah sang pejabat mengajak kita mengatakan TIDAK sambil kita memakai narkoba. Lha ini iklan anti narkoba atau iklan promosi narkoba sih?

    Lalu bagaimana seharusnya? Mungkin penulis iklan meniru dan ingin menerjemahkan iklan “SAY NO TO DRUGS” yang seharusnya jika diterjemahkan lebih tepatnya:

    “KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA” atau “KATAKAN TIDAK KEPADA NARKOBA” (atau kosultasikan saja ke ahli linguistik).

    Belum lagi saat mengucapkan kata Bahasa Inggris ”SAY NO TO DRUGS”, yang menurut telinga beberapa teman saya terdengar seperti ”SAY NOW TO DRUGS”. Apa? Katakan SEKARANG pada narkoba. Ini memberikan kesan seolah-olah menyuruh kita untuk memakai narkoba SEKARANG juga, jangan ditunda-tunda. Bayangkan jika beberapa turis bule, expatriat, atau Singaporean mendengar iklan ini, mereka akan mengira di Batam kita bisa dan harus segera memakai narkoba SEKARANG juga.

    Iklan ke dua:

    Seorang ketua badan yang memerangi narkoba menghimbau:

    ”JAUHI KELUARGA ANDA DARI NARKOBA!”

    Coba baca lagi dan rasakan.

    Tak jauh beda dengan iklan pertama, iklan ini mengajak pemirsa dan kelurganya terbebas dari pengaruh negatif narkoba. Tapi kesalahan pemilihan kata sama-sama menyebabkan distorsi arti. Hal ini disebabkan pemakaian kata JAUHI yang tidak tepat. Dalam kalimat itu seakan-akan pemirsa diajak untuk JAUHI KELUARGA, tinggalkan saja keluarga saat memakai narkoba. Kasihan sekali ya keluarga-keluarga di Batam.

    Seharusnya iklan ini memiliki pesan untuk JAUHI NARKOBA. Kalimat yang lebih tepat:

    “JAUHKAN KELUARGA ANDA DARI NARKOBA” atau “JAUHKANLAH KELUARGA ANDA DARI NARKOBA”

    Bisa jadi peredaran dan pemakaian narkoba semakin marak, dan banyak keluarga yang hancur karena narkoba, lha wong ada iklan promosi narkoba J. Mudah-mudahan iklan-iklan tersebut bisa segera dikoreksi sehingga bisa menjadi iklan yang tepat pesan dan tepat sasaran.

    For a better Batam, and for a better Indonesia.

    So, jika suatu waktu anda melihat iklan ini, silahkan simak, dengar, rasakan, dan tersenyumlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s