Penanganan Pasar Induk Prioritas

Kamis, 31 Januari 2008
BATAM -Sepinya Pasar Induk Jodoh dengan para pedagang seperti yang diharapkan, menjadikan keberadaannya sebagai persoalan darurat dan patut mendapat perhatian prioritas dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dengan membentuk Tim Hukum, akan dilakukan sejumlah kajian terhadap pengelolaannya ke depan. Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika mengatakan, sudah ada pembicaraan serius yang dilakukan bersama Walikota Batam Ahmad Dahlan, beserta para asisten beberapa hari yang lalu. Meskipun dalam pertemuan tersebut juga ikut membahas tentang tindaklanjut pembangunan Boulevard Jodoh, namun keberadaan Pasar Induk tetap menjadi prioritas.Dengan adanya kajian dari Tim Hukum nantinya sebut Ria, hasil yang diharapkan yakni bagaimana membuat Pasar Induk menjadi ramai, dapat terlaksana dengan baik. PT Golden Tirta Asia (GTA) selaku pengelola pasar mampu mewujudkan pelaksanaan di lapangan. Dan diharapkan sebelum Juni 2008 ini, sudah ada hasil kajian dari Tim Hukum.

“Dari hasil pertemuan kemarin, kita hanya mengatakan kajian yang dilakukan Tim Hukum dapat disegerakan. Memang tidak ada deadline waktunya kapan, tapi saya berharap sebelum Juni, tepat tiga tahun pengelolaan oleh PT GTA, hasil kajian sudah ada. Pasar Induk ini sudah jadi prioritas kita,” ujar Ria, usai menghadiri pelantikkan pejabat eselon III dan IV Pemko Batam di Asrama Haji, Rabu (30/1).

Saat disinggung berapa persen keberhasilan yang telah dilakukan PT GTA dalam meramaikan Pasar Induk, Wakil Walikota enggan menjawabnya. Dia hanya tersenyum dan berusaha untuk dapat menilai positif terhadap pengelolaan Pasar Induk oleh pihak pengelola.

Menurut Ria, Pemko tentunya tidak dapat memutuskan kontrak kerja PT GTA secara sepihak. Meskipun masih ada uang jaminan sebesar Rp500 juta yang terealisasikan, namun Ria mengatakan hal itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan pemutusan hubungan kerja. Sebab, PT GTA sendiri tentunya sudah banyak berinvestasi di Pasar Induk Jodoh.

Dan keberadaan Pasar Induk sendiri untuk ke depannya tidak bisa diambil alih Pemko maupun pihak Otorita Batam (OB). Pemko tidak menginginkan keberadaan Pasar Induk menjadi beban bagi APBD Kota Batam. Karena itu, pengelolaannya diserahkan ke pihak swasta.

Ke OB lanjutnya, juga tidak memungkinkan. Sebab, persoalan Pasar Induk akan berbelit-belit dan akan menilmbulkan masalah baru di kemudian hari. Sehingga, apa yang harus dilakukan ke depannya adalah bagaimana pemerintah bersama-sama PT GTA dapat menciptakan satu formula, yang mampu meramaikan Pasar Induk.

“Pemko serius menangani persoalan Pasar Induk ini, makanya kita lakukan pertemuan kemarin. Jika tidak serius, kita tidak akan bahas persoalan Pasar Induk ini. Saat ini, kita ingin juga mempelajari KSO antara Pemko dengan PT GTA,” kata Ria. (sm/ra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s