Pasar Induk Tetap Diserahkan ke Swasta

Sabtu, 09 Pebruari 2008
BATAM CENTRE-Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan Pemko Batam tidak akan mengambil alih pengelolaan Pasar Induk Jodoh dari pihak swasta. Kendatipun pengelolan oleh swasta selama ini belum kunjung berhasil, namun Dahlan tetap bersikukuh menyerahkan pengelolaan pasar itu kepada swasta. “Pengelolaan Pasar Induk oleh pemerintah tidak akan efisien dan efektif. Kita tetap minta keterlibatan pihak ketiga untuk mengelolanya,” ujar Dahlan usai penandatangan MoU Pembangunan Madrasah Aliyah Negeri bertaraf Internasional di Kantor Walikota Batam, Jumat (8/2).Menurut Dahlan, hingga saat belum ada keputusan untuk menghentikan kontrak kerja (KSO) antara Pemko Batam dengan PT Golden Tirta Asia (GTA) selaku pengelola Pasar Induk Jodoh. Sebab, pemerintah tidak bisa melakukannya secara sepihak, tanpa melalui proses evaluasi setiap dua tahun sekali.

Mengenai belum dibayarkannya uang jaminan sebesar Rp500 juta oleh PT GTA ke Pemko Batam sebut Dahlan, menjadi salah satu point yang akan masuk dalam evaluasi pemerintah ke depannya. Namun tidak bisa menjadi alasan untuk langsung memutuskan kontrak dengan PT GTA secara sepihak.

Namun demikian, kata Dahlan secara kasat mata, pengelolan dan kegiatan jual beli di Pasar Induk Jodoh hingga saat ini memang belum optimal sama sekali.

Pasar Induk masih sepi dari para pedagang, terutama PK-5 yang dipindahkan dari kawasan Tos 3000. Namun secara detail, Dahlan mengaku belum menerima laporan.

“Saya belum terima laporan hasil evaluasi tentang Pasar Induk. Saya juga tidak bisa memvonis apakah pengelolaan Pasar Induk sudah berhasil atau gagal di bawah PT GTA. Namun secara kasat mata, saya melihat keberadaannya memang belum optimal,” kata Dahlan.

Untuk menciptakan Pasar Induk Jodoh menjadi pasar tradisional andalan Kota Batam, Pemko Batam berencana akan melanjutkan pembangunan pelabuhan beton yang berada di belakang pasar, yang sejak beberapa waktu lalu terbengkalai. Dengan begitu, bongkar muat segala keperluan sembako sudah dapat langsung dilakukan di Pasar Induk.

Sementara itu, Wakil Walikota Batam Ria Saptarika mengatakan Pasar Induk Jodoh dengan para pedagang sepertimana yang diharapkan hingga saat ini, menjadikan keberadaannya sebagai persoalan darurat dan patut mendapat perhatian prioritas dari pemerintah.

Dengan adanya kajian dari Tim Hukum nantinya lanjut Ria, hasil yang diharapkan yakni bagaimana membuat Pasar Induk menjadi ramai, dapat terlaksana dengan baik. PT GTA selaku pengelola pasar mampu mewujudkan pelaksanaan di lapangan. Dan diharapkan sebelum Juni 2008 ini, sudah ada hasil kajian dari Tim Hukum. (sm/ra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s