Nyeruput Kopi Sambil Cari Informasi

Minggu, 10 Pebruari 2008
Hotspot Picu Gaya Hidup Baru
Jemari Rian terlihat lincah menari di atas laptop. Pandangan matanya tertuju ke monitor, mengamati tampilan layar. Berselang semenit, tangan kanannya digerakkan kearah mouse. Sekali klik, ia membuka situs http://www.biofir-batam.blogspot.com di internet. Tak perlu menunggu lama, dilayar muncul informasi bisnis yang digelutinya.Disebelah kanan laptop bermerek Acer, terdapat segelas juice jeruk yang isinya tinggal seperempat. Beberapa lembar kertas berisikan catatan kerja diletakkan di samping laptop. Di hadapannya duduk seorang wanita paruh baya. Ia terlihat antusias mendengarkan penjelasan bisnis franchise yang digelutinya.
“Itu klien saya yang bergabung dalam bisnis franchise, karena masih ada yang kurang mengerti ia konsultasi dengan saya,” ujar Rian di awal percakapan dengan Batam Pos di Bistro Godiva Coffee, lantai II Megamall Batam Center.
Sejak menjalankan bisnis sampingan menjual kalung dan gelang bio necklace ini, Rian selalu memanfaatkan cafe yang menyediakan layanan hotspot. Disebabkan bisnis yang digelutinya berhubungan dengan internet. Melalui internet ia bisa memperlihatkan jenis barang dan keuntungan yang diperoleh.
Rian termasuk satu dari puluhan bahkan ratusan warga Batam yang memanfaatkan layanan ini. Ia tidak perlu repot-repot menyediakan jaringan internet atau menyewa kantor untuk bertemu pelanggan.
Cukup dengan membuat janji tempat pertemuan. Dibekali laptop dan brosur ia mulai memasarkan produk andalan. Penghasilan tak usah diragukan, jutaan rupiah setiap minggu mengalir ke rekeningnya, tergantung jumlah produk yang diterjual. Dengan penghasilan ini, bukan hal yang sulit bagi Rian menyewa tempat berkantor. Namun itu tidak dilakukan. Ia berpikir, bisnis yang digeluti tidak perlu ruangan khusus. Semuanya bisa dikembangkan dan dikendalikan melalui laptop, memanfaatkan hotspot.
Pemikiran pria yang memiliki tiga orang anak ini cukup beralasan. Apalagi dewasa ini di Batam bermunculan layaknya “jamur”, cafe-cafe yang menyediakan fasilitas internet gratis. Sebut saja Bistro Godiva Coffee, J.Co Donuts & Coffe, Van Hollano cafe, Yellow River Resto tak ketinggalan bakso lapangan tembak senayan Jakarta yang berada di Megamall Batam Centre.
Untuk mengakses, tidak perlu mengeluarkan biaya ektra. Karena pengelola cafe memberikan layanan secara cuma-cuma alias gratis. Tujuannya, tak lain untuk mengaet pembeli dan mengatasi persaingan bisnis antar cafe. Disini, warga cukup memesan minuman atau makanan yang tersedia. Tidak ada patokan khusus harga barang yang dipesan, agar bisa online.
Kehadiran hotspot telah memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat Batam. Layanan ini tak hanya hadir di cafe. Fasilitas publik pun sudah dirambah seperti pelabuhan, rumah sakit dan masjid. Mall pun tak mau ketinggalan seperti Plaza Top 100 Penuin, Matahari Mega Mall, BCS Mall dan Mega Mall. Tak sampai disitu, lokasi rekreasi seperti Dataran Engku Putri Batam Center, juga membuka jaringan internet yang diberikan secara cuma-cuma.
Bermunculan hotspot menandakan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat kebutuhan informasi di dunia maya. Ibaratnya, dimanapun dan kapanpun, masyarakat bisa mengakses internet. Mereka tak perlu repot datang ke warung internet (warnet) untuk mencari informasi atau sekedar chatting, mengerjakan tugas kuliah dan kantor yang seabrek.
Sisi lain kehadiran hotspot di mall, telah merubah gaya hidup masyarakat Batam. Tujuan ke mall tak lagi sekedar berbelanja kebutuhan rumah tangga. Sekarang ini, warga bisa melakukan berbagai aktifitas, mulai dari mengerjakan tugas kantor, tugas kuliah sampai menjalankan bisnis sampingan.
Seperti yang dilakukan Muwardi salah seorang penggila internet. Saat mengantar istri berbelanja ke mall, ia menyempatkan diri mampir ke cafe yang menyediakan hotspot. Jika sang istri sibuk memilih-milih ragam keperluan sehari-hari, pria yang bekerja di perusahaan swasta ini sibuk mengotak-aktik laptop. “Biasanya saya malas mengantar istri berbelanja ke mal, namun sejak kehadiran hotspot dibanyak cafe. Mengantar istri bukan lagi beban,” katanya sambil tertawa.
Sekarang ia tidak lagi peduli, mau berapa lama istrinya keliling mal mencari kebutuhan. Mau satu jam dua jam, tak jadi masalah. Ia tinggal menunggu. Usai berbelanja istrinya akan menghampiri. Usai belanja, tak jarang, mereka main internet bareng, sekedar mencari informasi dunia luar.
Perubahan Muwardi diakui istrinya Yanti, wanita berumur 30 tahun ini sempat bertemu dengan Batam Pos usai berbelanja. Dua kantong plastik besar merek salah satu gerai perbelanjaan ditenteng kedua tangannya.
Menurut wanita yang telah dikarunia dua orang anak ini, perubahan Muwardi terlihat sejak dua bulan lalu. Biasanya, pria yang dinikahi lima tahun silam, selalu ogah diajak berbelanja. “Alasannya macam-macam, mulai dari capek sampai pekerjaan yang menumpuk,” katanya.
Namun, dengan kehadiran hotspot di mal, suami jarang berdalih. Dengan setia, ia menjadi sopir pribadi sang istri. “Tapi ya itu, saat saya keliling berbelanja, ia tidak ikut hanya menunggu di cafe. Tapi ngak apa, dari pada saya naik taksi, berangkat sendirian,” katanya sambil tertawa.
Perubahan gaya hidup juga dirasakan Edi, mahasiswa Politeknik Batam. Kehadiran hotspot di mal sangat memudahkan dalam mengerjakan tugas. Disini ia bisa lebih santai, dengan pikiran yang lebih terbuka. “Kalau mengerjakan tugas di rumah, saya cepat bosan, tapi kalau disini, saya betah berjam-jam,” jelasnya.
Yang membuat Edi betah mengerjakan tugas, sambil membuka internet ia bisa cuci mata. Melihat cewek cantik yang lalu lalang di mal. “Kalau pikiran suntuk kita bisa mengalihkan pandangan ke arah cewek-cewek yang lewat. Khan banyak tuh yang seksi,” katanya sambil tertawa.
Kondisi ini akan berbeda kalau mengerjakan tugas di warnet. Pikiran cepat suntuk, karena dibatasi dinding. Ditambah lagi peraturan dan tarif yang dikeluarkan pengelola warnet. Ia menjadi terburu-buru mengerjakan tugas. “Disana (warnet red) kita dipacu waktu, disini kita bisa santai sambil menikmati minuman dan makanan ringan,” katanya.

Internet Bisa di Mana Saja
Tak hanya mal, sejak dua minggu lalu warga Batam bisa mengakses internet gratis di dataran Engku Putri. Fasilitas yang disediakan Pemko Batam bekerjasama dengan PT Telkom Kepri bisa jadi alternatif. Disini, warga tinggal datang ke saung yang disediakan. Mereka tidak mesti memesan makanan atau minuman layaknya di kafe. Cukup datang membawa laptop, internet gratis bisa diakses.
Fasilitas ini kebanyakan dimanfaatkan mahasiswa dan warga yang suka dialam terbuka. Nanda contohnya, pekerja swasta Mukakuning. Ia bersama rekannya Anto asik membuka situs di internet. “Asik mas, disini kita tidak perlu bayar dan memesan makanan,” katanya.
Nanda yang ditemui Kamis (7/2) lalu, bercerita kebiasaanya mengakses internet sudah dilakukan sejak tahun 2004 lalu. Ketika kuliah salah satu universitas di Jawa Barat. Untuk menjalin informasi dengan teman-temannya, ia sering melakukan chatting. “Kalau gini sangat murah, dari pada SMS-an,” ujarnya.
Sebelum chatting, biasanya ia menghubungi temannya, meminta untuk on line. Setelah itu baru mereka bercerita dan bercanda di dunia maya.
Selain chatting, ia sering membuka situs koran atau majalan. Sekedar untuk mengetahui informasi dunia luar. Kadang kala juga dimanfaatkan mencari informasi lowongan pekerjaan yang lebih bagus.
Kehadiran hotspot di Engku Putri, menambah deretan hotspot di Batam. Totalnya mencapai 150 titik, tersebar diseluruh wilayah Batam. Jumlah itu, menjadikan Batam sebagai kota se-Sumatera yang memiliki jaringan terbanyak. Ke depan Batam bisa jadi kota hotspot di Indonesia, dengan semakin tumbuhnya layanan ini
Peresmian ketika itu, dilakukan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika. Kala itu ia berkata, kegiatan ini salah satu program membudayakan teknologi internet ditengah masyarakat Batam. (bni)

Lokasi Free Hotspot
1. Van Hollano Cafe
2. Cafe Godiva BCS
3. ICBIC Cafe Pelita
4. Yellow River Resto BCS
5. Cafe Godiva Nagoya Hill
6. Mok’s Toast Cafe Nagoya
7. Cafe Bistro Godiva Mega Mall
8. Cafe Olala Ferry Batam Center
9. Starnet Cafe
10. Kaje Cafe Duta Mas
11. Fontain Ice Cream Nagoya Hill
12. Excelso Cafe
Mal dan Plasa
1. Plasa Top 100 Penuin
2. Matahari Mega Mall
3. BCS Mall
4. Mega Mall
Taman
1. Engku Putri
Kampus
1. UIB
2. Putra Batam
3. Politeknik Batam
(Sumber: forbatam.blogspot.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s