Ria: Pegawai Kecamatan Lemah

Selasa, 12 Pebruari 2008
Lambatnya Pengurusan KTP SIAK
BATAM (BP) – KOMITMEN pegawai kecamatan untuk melayani masyarakat dalam pelayanan pengurusan KTP SIAK memang lamban. Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan KTP untuk pengurusan dokumen seperti paspor, pembukaan rekening bank dan lainnya ikut terkendala.Hal ini diakui Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika saat melakukan sidak ke Kecamatan Batam Kota, kemarin. Ria menyimpulkan, keterlambatan disebabkan lemahnya komitmen petugas melayani masyarakat.
Kesimpulan ini dikatakan Ria, setelah dirinya bersama sejumlah pejabat Pemko, seperti Inspektur Inspektorat Hartoyo Sirkoen dan Kabag Kominfo Muramis, meninjau pelaksanaan pengurusan KTP SIAK di Kecamatan Batam Kota.
Ria juga sempat berdialog dengan warga dan camat-camat se-Kota Batam. “Perpanjangan atau baru?” tanya Ria kepada seorang warga Nani Kristiana.
Tadinya, Ria sempat berpikir keterlambatan ini disebabkan unsur kesengajaan. Untuk itu dirinya masih memberi kesempatan sebelum melakukan tindakan keras. Dengan harapan, nantinya semua pihak komit menyelesaikan tugasnya dengan baik.
“Jika ada pihak yang kedapatan mempersulit pengurusan, akan ditindak tegas,” janjinya, tanpa menyebut bentuk tindakan tegas yang ia maksud.
Ria mewanti-wanti, ke depan, pengawasan di lapangan akan lebih diberdayakan. Sebab, alasan syarat tidak lengkap, bisa diketahui langsung saat berkas diserahkan pemohon. “Jadi menurut saya, ini masalah kemauan kita saja,” tegasnya.
Sebaliknya, Ria memuji kinerja Kecamatan Batam Kota yang dinilai berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Dari laporan yang ia terima beberapa waktu lalu, mengurus KTP di kecamatan ini sangat lama. Sebab, berkas-berkas warga, belum ter-entry seluruhnya di komputer. “Saya dengar menumpuk sampai 3 ribu dokumen,” katanya.
Namun setelah mengecek langsung ke komputer di kecamatan yang dipimpin Dasrul Azwir ini, data yang belum dimasukkan hanya data pemohon tangal 6 dan 8 Februari saja. Tidak ada tumpukan seperti aduan yang ia terima.
Hal ini, ucap Dasrul, karena komputer telah ditambah dan pihaknya menuntut pengerjaan lembur dari pegawainya. “Ini yang kita sebut komitmen pelayanan kepada masyarakat,” kata Ria sambil mengecek langsung proses entri data yang tengah dilakukan petugas setempat.
Dalam dialog dengan para camat, rata-rata masalah mereka adalah habisnya blangko KTP di masing-masing kecamatan. Misalnya di Kecamatan Sagulung, yang menurut camatnya Zulkifli, bisa mencapai rata-rata 100 KTP per hari.
Menjawab masalah ini, Kadis Kependudukan dan Capil, Sadri Khairudin, menyebut adalah akibat terlambatnya blangko dari pusat dan adanya beberapa cetakan yang tidak jelas. “Tapi kemarin kita sudah datangkan lagi 3.000 blangko dari Jakarta,” katanya.
Terkait sistem online yang belum diberlakukan disejumlah kecamatan selain Sekupang, imbuh Ria, petugas di kecamatan bisa mengantarkan data ke Dinas Kependudukan dan Capil dengan menggunakan soft copy, misalnya dengan flash disc. Apalagi jika ada gangguang sistem online.”Tapi kita tetap harus cetak KTP. Caranya ya pakai flash disc tadi,” katanya. (cr6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s