Pengelolaan Lahan Fasum Tak Transparan

Jumat, 15 Pebruari 2008
BATAM (BP) – Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika menegaskan, alokasi lahan fasilitas umum merupakan wewenang pemerintah. Pihak pengembang diminta transparan, terkait pengalokasian lahan untuk kepentingan publik tersebut.Demikian dikatakan Ria menanggapi rencana OB untuk membuat surat keputusan (SK) untuk menarik lahan fasilitas umum (fasum) milik pengembang.
Seharusnya, kata dia, developer menyerahkan pengalokasian lahan fasum ke pemerintah. ”Cuma pengembang tak transparan,” katanya di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Haji, di Batam Center, kemarin.
Ia menyambut baik rencana OB untuk menyerahkan lahan fasum milik pengembang itu ke pihak pemerintah. Ini dilakukan agar ke depan pengalokasian lahan fasum jelas dan tepat sasaran.
Ria mengakui, sampai saat ini belum ada peraturan daerah yang mengatur tentang pengalokasian lahan fasum tersebut.
Sebelumnya, sekertaris Komisi III DPRD Batam, Onward C Siahaan mengatakan, sesuai aturan perundang-undangan, pemerintah hanya akan menarik fasum milik pengembang yang memiliki luas 10 hektar ke atas.
Itupun, pemerintah hanya akan mengambil alih minimal 15 persen dari luas tanah yang dikuasai pengembang tersebut. Di bawah 10 hektar diserahkan ke masyarakat.
Wacana penarikan fasum pengembang itu lahir dari pertemuan antara anggota Komisi III DPRD Batam dan Ketua OB Mustafa Widjaja di gedung OB, Rabu (12/2) lalu.
Kehadiran para wakil rakyat tersebut untuk mendesak OB memperjelas pengalokasian lahan untuk setiap pembangunan fasilitas umum. (why)

One thought on “Pengelolaan Lahan Fasum Tak Transparan

  1. Masalah Fasum sebaiknya mengacu kepada PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI
    NOMOR 1 TAHUN 1987 yang masih berlaku.

    Pemko juga harus membuat peraturan daerah PERDA mengnai fasum.

    sekarang sudah mulai di perumahan Fortuna Raya ada fasum ± 90M ingin di kuasai oleh salah satu kelompok, (BATAK) Nasrani, dengan rencana membangun Gedung Serba Guna, untuk kepentingan Kelompoknya saja. padahal yang tinggal di Fortuna dari berbagai suku agama dll. sudah banyak penolakan dari warga Batak Muslim maupun suku yang lainya, namun tetap memaksakan kehendak. Mohon Pemko Bertindak Tegas.

    Disinyalir mereka sudah mendapat persetujuan dari Lurah Sagulung Kota. Bahkan ketika Bapak Bram jadi Lurah Sagulung ikut dalam peletakan batu pertama.

    Terima Kasih
    ———–
    Hi Mas Heri,
    Anda bisa membuatkan laporan tertulis dan kirimkan ke Pemko Batam, apalagi bila bisa mengajak Cmata/lurah menghadap kami…

    Tujuannya agar kalau yg namanya fasum itu bisa dipakai secara bersama-sama, keculai bila Rumah Ibadah.

    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s