Omzet Bisnis Warnet Menurun

Sabtu, 16 Pebruari 2008
Tergerus “Hot Spot”
BATAM (BP) – Di era reformasi, bisnis warung internet (warnet), tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Di Batam, jumlahnya mencapai ratusan. Namun, keberadaan hot spot dan murahnya biaya berlangganan internet serta teknologi canggih telepon selular, mulai membuat omzet para pengusaha jasa internet menurun. Seperti apa kondisi mereka?Kamis (14/2) sore itu, Batam Pos menemui Lio Chan, pemilik Lio Internet Cafe di Ruko Mitra Raya, Batam Centre. Meski tidak semua bilik komputer terisi, namun suasana di warnet bernuansa biru itu lumayan riuh, terutama oleh suara anak-anak yang sedang asyik bermain game on line. Menurut lelaki 24 tahun ini, bisnis warnet di Batam mengalami lesu darah. Selain karena makin banyaknya pebisnis warnet, juga karena bertebaran hot spot alias jejaring nirkabel untuk akses internet gratis di Batam.
Bahkan, Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika beberapa waktu lalu mempertegas bahwa di metropolis ini terdapat lebih dari 120 hot spot. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di-Sumatera. Dengan demikian, jelas bisnis warnet semakin tersaingi dengan keberadaan hot spot tersebut.
Hot spot itu tak cuma ada di hotel-hotel dan pusat perbelanjaan, juga taman umum seperti Dataran Engku Putri, Batam Centre. “Saya dengar-dengar hot spot di Batam mau diperbanyak,” ungkap Lio Chan setengah tak rela.
Problem yang dihadapi pengusaha warnet tak hanya hot spot, teknologi selular yang makin maju, paket langganan internet yang semakin murah juga makin membuat bisnis tersebut terpuruk. Menurut Lio, beberapa tahun lalu biaya langganan internet mancapai Rp500 ribu per bulan. Kini, banyak provider menawarkan paket murah, mulai dari Rp180 ribu per 1 G, hingga Rp150 ribu sebulan, sepuasnya.
Berinovasi dengan meningkatkan berbagai fasilitas, seperti ruang berpendingin udara, komputer terbaru dan sofa empuk, dianggap sudah tak serelavan dulu. Berbagai fenomena zaman itu, membuat Lio pesimis terhadap masa depan warnet. Katanya, warnet hanya akan bertahan dalam satu sampai dua tahun ke depan. Lio mengaku, pengunjung warnetnya mulai menurun setahun belakangan. Senada dengannya, Hamed juga mengutarakan hal serupa. Menurut pemilik warnet Zy-net di Seiharapan, Sekupang ini, nasib warnet tak jauh beda dengan warung telepon yang tergerus oleh serangan selular. (ros)

(Ku posting saat perjalanan ke Jogyakarta)

4 thoughts on “Omzet Bisnis Warnet Menurun

  1. gara2 hostpot empunya warnet bilang itu adalah penghalang, tapi kalau saya yg bilang itu adalah peluang🙂

  2. Seperti buah simalakama,
    tapi hotspot tetep harus di perbanyak,
    agar warga jadi melek internet🙂

  3. maju terus… hotspot bisa bikin kita lebih maju…
    ———
    Insya Allah Bang Binsar, kita juga akan uapayakan agar semua ini bisa saling sinergi dan tidak saling mematikan, kecuali kalau memang sudah obsolete🙂

    Mari Kita jadikan Batam Digital Island
    Thanks & Wassalam
    Ria

  4. Wah..
    Bapak kita ini memang hebat jarang sih pejabat pemerintah yang akrab dengan masyarakatnya,seperti P’Ria sudah akrab berfikirnya juga hi-tech..Maju terus demi kemajuan Batam.
    Ayo pejabat-pejabat yang lain jangan tinggal diam. Sudah saatnya Rakyat ini Bangun dari tidur..dan bisa melihat yang baik..
    ——–
    Hi Pengamat, Terimakasih atas apresiasinya.
    Semoga ini menjadi motivasi untuk terus menjadikan Batam Digital Island.

    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s