Merias Anak Kampung hingga Pejabat Negara

Minggu, 24 Pebruari 2008
Unik Listriani, pemilik Ebony Salon & Spa
Ebony Salon & Spa adalah salah satu salon terbaik di Kota Batam. Sejumlah penghargaan tata rias pun telah didapat, mulai penghargaan di tingkat lokal, regional maupun internasional.Bahkan ketika para pejabat di kota kalajengking ini menggelar acara, baik bersifat pribadi maupun acara pemerintahan seringkali Ebony Salon & Spa diminta menjadi penata riasnya.
Bagi Unik Listriani, pemilik Ebony Salon & Spa, dahulunya, ketika ia masih remaja, ia mencoba-coba untuk berdandan dan ternyata hasilnya memuaskan. Dari sinilah teman-temannya mulai meminta untuk didandani olehnya.
Berawal dari kebiasaan untuk mendandani orang lain itulah, Unik mencoba untuk membuka salon. Sekarang, setelah lebih dua puluh tahun bergerak di bidang kecantikan, usahanya tersebut meraih sukses.
Ketika para pejabat negara berkunjung ke Batam, dirinya selalu terlibat dalam menata rias.
‘’Usaha ini sudah saya rintis sejak 1987 lalu, dulunya hanya konsen ke salon namun kini bergerak di bidang usaha wedding organizer, lengkap dengan penyewaan baju, tenda, kursi, katering hingga video shooting,” katanya.
Bagaimana persaingan salon dan tata rias di Batam? Siapa saja pejabat yang pernah dirias? Berikut wawancara Batam Pos Jamil Qasim dan Umy Kalsum, belum lama ini.

Kenapa tertarik menekuni salon dan tata rias?
Saya menekuni ini sejak tahun 1987, dan kenapa saya tertarik menggelutinya? Begini ya, senang saja. Melihat yang indah-indah itu sepertinya enak dan termasuk hobi juga. Tadinya hanya sekadar mengisi waktu. Dulu saya bekerja di perusahaan swasta di salah perusahaan Jepang di Jakarta. Setelah saya nikah, suami membawa saya ke Pekanbaru. Terus suami dapat tugas belajar ke Yogyakarta, saya tak ada kegiatan akhirnya saya kursus salon. Awalnya bikinnya hanya salon.

Tata rias apa yang banyak diminati?
Kalau di Batam ini banyak macam etnis Melayu. Yang sering itu Melayu, Padang dan Jawa.

Bagaimana pesaingan salon di Batam?
Persaingannya sekarang sangat ketat. Dibandingkan pada saat saya pertama kali di Batam tahun 1993 itu masih bisa dihitung jari, tapi kalau sekarang sudah menjamur di mana-mana. Makanya setelah saya melihat situasinya yang demikian itu, saat ini saya lebih mendalami penataan pengantin. Kalau salon saat ini saya tidak terlalu konsen lagi dan lebih menonjol ke tata rias pengantin. Karena ternyata saya lebih menonjol ke situ (penataan pengantin, red).

Apa yang ditawarkan agar tetap eksis?
Kalau khusus untuk penataan pengantin, maka yang harus terus kita lakukan adalah memperbaharui pelaminan, busananya dan perangkat lainnya. Busananya kita selalu memodifikasi, sehingga terkesan tidak monoton. Kalau di Batam, undangan yang datang di acara itu, orangnya yang itu-itu saja. Jadi biar orang tidak bosan, kita mengubah terus dan khas yang alami. Idenya untuk mengubah penampilan biasanya ketika saya jalan-jalan di suatu tempat dan melihat sesuatu yang unit. Misalnya, hutan yang ada di pinggir jalan arah Punggur di situ kan banyak ranting-ranting. Di situ kadang terpikir, sepertinya kalau ranting-ranting ini oke juga, termasuk daun-daunan. Daun kemuning susah ya, kadang kita cari sampai ke hutan-hutan.
Pertamanya saya cari sendiri untuk menguji ketahanannya bisa sampai berapa hari, terus keindahannya kalau sudah dipasang berapa bagus. Untuk mencari itu biasanya saya hunting. Dan kalau ketemu yang tahan dan unik baru saya tunjukin ke anggota.

Bagaimana awalnya sehingga bisa merias di lingkungan pejabat?
Awalnya, saya menekuni ini dari kampung, ruli dan komplek perumahan. Itu semuanya pernah saya alami. Material kita pada waktu itu memang masih terbatas, modal juga apa adanya. Lambat laun saya berkeinginan ingin menembus ke lingkungan pejabat. Bagaimana caranya? Maka setiap tampilkan pelaminan dan penataan rias saya perbaharui, baik itu di rumah, komplek-komplek yang kecil. Jadi pelaminan itu harus terus lain dari yang lain. Akhirnya orang -orang pada lihat kan. Acara pengantinan itu kan termasuk promosi yang paling efektif. Dari situ dan dari mulut ke mulut akhir sampai ke lingkungan pejabat.

Siapa pejabat pertama?
Sudah lupa ya siapa pejabat pertama yang saya riasi. Sejumlah pejabat dan keluarga pejabat yang saya riasi di antaranya keluarga Pak Zulbahri, keluarga Saidul Khudri, keluarga Harry Rukanto, keluarga Kepala Dinkes Kota Batam, keluarga Wakil Wali Kota Ria Saptarika dan masih banyak yang lain. Ini yang saya ingat saja.

Anda juga pernah meriasi pejabat-pejabat negara?
Iya, hampir semua event-event besar yang ada di Batam alhamdulillah saya yang meriasi. Misalnya kedatangan Presiden Megawati Soekarnoputri, saat meresmikan PGN itu saya merias empat tempat. Terus para penerima tamunya Ibu Mega di Panaran, terus ajudan-ajudan Ibu Mega. Terus peresmian kemaritiman di Novotel. Ini semua pada zaman Ibu Mega. Bahkan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Politeknik Batam, saya juga yang meriasi. Belum lama ini kedatangan Kapolri Sutanto saya juga ikut mendandani istri Bapak Kapolda, dan ibu-ibu yang lainnya.
Selain itu, saya juga pernah merias Putri Indonesia Persaudaraan Juswin di era Putri Indonesia Artika Sari Devi. Kemudian merias Putri Indonesia asal Kepri, merias finalis Duta Wisata Kepri. Bahkan saya juga pernah merias penyiar TVRI Ussy Karundeng dan banyak lagi yang lain.

Sering ikut lomba tata rias?
Kalau ikut lomba tata rias sudah tak terhitung lagi dan selalu mendapatkan juara. Lihat tropinya baru saya tahu, karena ikut lomba sudah sejak lama. Ya, di Kuala Lumpur Malaysia, Jakarta, Pekanbaru dan lainnya. Event internasional dan nasional sudah pernah saya ikut dan juga juara. Senang-senang ikut lomba ke luar daerah sekitar tahun 1997 lalu hingga tahun 2000-an.

Lomba yang paling berkesan?
Yang paling berkesan saat lomba di Kuala Lumpur jadi juara kostum. Pada saat di Kuala Lumpur rok dalam pattycoat ketinggalan. Dari situlah kita dituntut untuk kreatif. Jadi saya bingung mau pakai apa sementara waktu sudah mendesak. Namun begitu saya masuk di kamar mandi saya lihat handuk. Saya pikir handuk ini bisa juga digunakan, handuk kan tebal. Jadi handuk itu saya ikat tali rafia, ikat dobel dua sehingga bisa gembung. Dengan perlengkapan seadanya itu ternyata saat penjurian saya justru yang dapat juara. Jadi gara-gara handuk itu saya bisa juara.

Cantik dan menarik menurut Anda?
Cantik itu dari dalam, auranya. Kadang ada orang tidak cantik tapi setelah didandani ternyata menarik, bagus. Sepertinya dari aura seseorang ya. Kalau lihat orangnya murah senyum, ramah, itu enak dilihat dan jika di-make-up juga tidak perlu cantik tapi hasilnya pasti cantik. Tapi ada beberapa orang biasa yang didandani begitu cantik tampak aura-nya.

Sebagai penata rias Anda juga sudah go internasional?
Orang asing rata-rata senang dengan make-up saya yang minimalis tapi kelihatan glamor. Tak menor tapi kelihatan waah. Itu saya sering dapat job bule di Singapura. Orang Melayu juga ada namun tidak terlalu banyak.

Dunia salon ada sebagian dijadikan salon plus-plus, menurut Anda?
Itu sebetulnya, hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. Jadi kadang orang menganggapnya dunia salon itu semuanya begitu. Padahal tidak semuanya seperti itu. Supaya image orang tidak negatif, jadi tempatnya yang transparan lah, jangan tertutup yang bisa menimbulkan penilaian yang tidak baik dari masyarakat.

Idealnya?
Kita hindari yang begitu. Misalkan, kebutulan saya buka spa ya. Kita terima hanya wanita. Kalau lelaki iya, kan kesan tidak baik. Memang tidak semuanya begitu ya. Apalagi kalau saya di komplek ya, yang tentu sangat sensitif. Jadi intinya tempatnya yang transparan, biar orang tak meraba-raba. Jangan abu-abu.

Anda juga sering dilibatkan Dinsok untuk membina waria?
Iya, sejujurnya saya sangat prihatin dengan mereka. Sebetulnya kalau mereka dibina punya keterampilan dan bisa eksis. Karena tidak ada kesempatan untuk itu, mungkin faktor ekonomi. Dia tidak ada uang untuk belanja akhirnya mereka pada menjajakan diri di jalan. Melihat kondisi seperti itu, pihak Dinsos menawarkan kepada saya untuk melakukan pembinaan kepada mereka, dan saya pun langsung terima. Karena pada dasarnya mereka itu senang untuk diberdayakan. Dan saya senang bisa membantu mereka meningkatkan ekonominya dengan cara memberikan keterampilan. Saya senang membina orang-orang seperti itu, dia bisa berpenghasilan dan punya ilmu. Banyak di antara mereka yang sudah dibina sekarang kerja di salon. Pembinaan seperti ini dilakukan per tahun. Kira-kira sudah ada 50-an waria yang dibina Dinsos dengan melibatkan kami.
Selain membina waria untuk berproduktif, di lingkungan ini kami juga libatkan ibu-ibu yang ingin berpenghasilan tambahan, misalnya memasang payet. Karena kita ada kebaya, butik, kita kekurangan tenaga maka kita ajak mereka lumayan ada penghasilan dari pada ngerumpi di rumah yang tidak menghasilkan apa-apa. Di sini bisa dapat duit.

Jenis tata rias yang ditawarkan?
Di sini semua jenis tata rias adat pengantin ada. Mulai dari Jawa, Melayu, Padang, Sunda, Palembang, Bugis, Aceh, Eropa dan modern.

Obsesi ke depan?
Obsesi saya ingin lebih dikenal masyarakat luas. Jadi melihat tata rias orang langsung berpikir itu dari Ebony, karena saya sudah punya ciri khas tersendiri. Dari merangkai bunga saya lakukan sendiri. Mungkin kelebihan aku di situ. Kalau para pejabat mengundang saya, maka mulai dari merangkai bunganya, dekornya yang lain saya langsung turun ke lapangan.

Menyikapi persaingan usaha salon dari Jakarta?
Setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Bahkan para pelanggan cocok-cokokan. Biasanya para pelanggan kalau sudah terbiasa di tempat tentu mereka tidak mau pindah lagi. Ya, karena itu tadi, mereka sudah cocok di tempat yang itu. Dan pasti dengan adanya persaingan dari luar ini, kami juga terpacu untuk meningkatkan kualitas, seperti ikut tren, rajin ikut seminar dan lainnya. ***

BIODATA
N a m a : Unik Listriani
Tempat/Tgl Lahir : Semarang, 18 September 1962
Alamat : Tiban BTN Blok T 33
Pekerjaan/Jabatan : Pemilik Ebony Salon & Spa
Pendidikan : SMA di Semarang
Suami : Drs Irsal Zeda

Anak-anak :

Fadilla Anindita Zeda
Dinda Geovani Zeda
Atika Rahmadani Zeda

Riwayat Pekerjaan :

1. Karyawan PT Queen Ceramics,Semarang
2. PT Karya Pioneer, Semarang
3. PT Yamindo, Jakarta
4. PT Toshiba, Jakarta
Penghargaan :

1. Juara 2 Putra Putri Batik 1999
2. Juara 2 Busana Kartini 2000
3. Juara 1 Make-Up Pengantin Muslim 2001
4. Juara 2 Make-Up Pengantin Melayu 2001
5. Juara 2 Make-Up Pengantin Gaun Panjang 2001
6. Juara 2 Bridal Competition, Kuala Lumpur Malaysia 2001
7. Juara 2 Ratu Kebaya 2002
8. Juara 1 Merangkai Bunga 2005
9. Juara 1 Make-Up Gaun Malam di Jakarta.

4 thoughts on “Merias Anak Kampung hingga Pejabat Negara

  1. Assalamu’alaikum wr wb,
    Ma’af bu mau tanya nih. Insya Allah akhir bulan ini ada teman yang mau melangsungkan pernikahan. untuk menghindari make up yang berlebihan(terlalu menor) teman saya ingin dirias sendiri. Kami selaku teman-temannya sama sekali tidak mengerti tentang make up. kami jadi bingung harus bagaimana. kalau boleh, kami ingin meminta saran. teman saya itu berkulit sawo matang dengan bentuk wajah bulat. baju pengantin yang dipakai berwarna kuning gading dengan bawahan batik berwarna coklat. demikian pertanyaan dari kami. kami harap ibu berkenan menjawab. atas jawaban Ibu kami ucapkan Jazakillah khoir

    Wassalam,
    ——-
    @|@
    ~
    Ada yg bisa bantu??

    lala

  2. Beneficial data. Fortunate me personally I came across your website accidentally, using this program . stunned the reason that incident failed to taken place prior! My spouse and i book-marked the idea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s