Kami Ingin Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Profesional

Senin, 25 Pebruari 2008Kami Ingin Wujudkan Pemerintahan Bersih dan ProfesionalPADA 21 Januari 2005, masyarakat Batam berbondong-bondong mendatangi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). Tujuan mereka satu, mencoblos kandidat wali kota-wakil wali kota pilihan.

Ketika itu, gambar empat pasangan calon menghiasi lipatan-lipatan ribuan surat suara. Mereka adalah Ahmad Dachlan SH-Zulbahri, Drs Ahmad Dahlan-Ria Saptarika, Nazief Soesiladharma-Sahat Sianturi, dan pasangan calon Abd Basyid-Richard Pasaribu.

Usai acara puncak pesta demokrasi terbesar itu digelar sehari penuh, petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) pun memulai kerja penghitungan suara. Pada detik-detik yang menegangkan itu, akhirnya perolehan suara pasangan Dahlan-Ria unggul atas kandidat lainnya.

Pasangan ini berhasil menghimpun dukungan rakyat dengan perolehan 93.616 suara dari 225.786 surat suara hasil coblosan yang sah. Sebuah drama demokrasi yang aman pada hari itu, melahirkan duet pemimpin baru menggantikan Nyat Kadir-Asman Abnur.

Tanda-tanda kemenangan untuk Dahlan-Ria memang sudah nampak sebelum pencoblosan dimulai. Bahkan, sejumlah kalangan sudah menduga pasangan tersebut akan meraih hasil maksimal.

Beberapa faktor yang mendukung prediksi tersebut seperti dukungan partai besar untuk Dahlan-Ria. Pasangan ini mendapat dukungan penuh koalisi dua partai yang meraih banyak kursi di DPRD Batam yakni, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain itu, Dahlan-Ria memanfaatkan dengan maksimal masa kampanye untuk mendapatkan simpati masyarakat. Mereka berhasil mendatangkan beberapa juru kampanye nasional termasuk Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid.

Selain itu, Dahlan merupakan figur yang cukup dikenal masyarakat Batam. Dia merupakan potensial yang relatif muda kelahiran Batam, persisnya kampung tua Batubesar, Nongsa. Pengalaman memegang posisi penting di Otorita Batam (OB) seperti Kepala Biro Pemasaran dan Humas, Kepala Biro Kepegawaian, dan Kepala Dinas Perhubungan dan Tenaga Kerja di Pemprov Kepri menjadi nilai plus bagi Dahlan.

Bagaimana dengan Ria Saptarika? Ternyata dia merupakan tokoh muda yang sedang naik daun. Latarbelakang Ria yang pernah menjadi karyawan swasta di sebuah perusahaan di Mukakuning, lalu terjun ke dunia politik dan sukses menjadi anggota DPRD Provinsi Kepri menunjukkan bahwa dia merupakan figur yang dekat dengan masyarakat.

Sebagai politisi, dia juga dianggap memiliki kemampuan. Bahkan Ria dipercayakan sebagai Ketua Farksi PKS di DPRD Kepri kendati tokoh-tokoh PKS yang menjadi anggota Dewan mayoritas sudah berusia lanjut.

Sementara itu, setelah menyelesai rapat pleno penghitungan suara, KPUD Batam akhirnya menetapkan jadwal pelantikan pemimpin baru Batam itu pada 1 Maret 2006. Pelantikan dilaksanakan di Gedung DPRD Batam.

Ribuan masyarakat menghadiri pelantikan tersebut. Saat itu, Dahlan-Ria mengenakan seragam kepala daerah warna putih dengan topi lengkap. Mereka ditetapkan sebagai pasangan pemimpin Batam untuk periode 2006-2011.

“Alhamdulillah. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih amanah yang dibebankan masyarakat Batam kepada saya. Seperti orang yang mau merantau dimana harus menyiapkan perahu, begitulah yang akan kami lakukan terlebih dulu. Keinginan kami, tentunya ingin mewujudkan pemerintahan bersih dan profesional,” tegas Dahlan dalam sebuah konferensi pers, beberapa saat usai dilantik.(rud)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s