Lama-lama Gedung Ini Roboh

Senin, 25 Pebruari 2008Lama-lama Gedung Ini RobohBATAM, TRIBUN – Hampir selama empat tahun, Pasar Dapur 12, Sagulung, belum juga dioperasikan alias terbengkalai. Selain warga yang merasa dirugikan, warga sekitar mulai khawatir dengan semakin rusaknya bangunan pasar.

Pantauan Tribun, Minggu (24/2), bangunan pasar ini tak ubahnya seperti gudang kosong yang tidak terawat. Dua rollingdoor rusak, dinding bangunan retak. Selain itu, lokasi pasar ditumbuhi rumput liar yang menjulang.

Tragis. Tapi itulah yang terjadi dengan proyek pembangunan Batam. Kondisi pasar juga kotor. Pasar tersebut juga belum terdapat fasilitas seperti air bersih dan listrik.

Beberapa warga yang ditemui Tribun berharap, pemerintah segera mengoperasikan pasar tersebut. Sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ketika berbelanja.

Sumiati misalnya. Ia harus mengeluarkan uang lebih saat berbelanja. Bukan untuk membeli kebutuhan, namun uang itu digunakan untuk biaya transportasi. “Sangat sayang sekali bila dibiarkan begitu aja. Lama-lama nanti gedung ini akan roboh,” ungkap Sumiati.

Warga juga menginginkan supaya pemerintah dalam hal ini dinas pasar memberikan sepenuhnya kepada warga supaya dapat digunakan dan dikelola secara swadaya warga. Hingga kini warga juga belum diizinkan untuk berdagang.

“Mubazir juga kalau dibiarkan. Kalau bisa dimanfaatkan untuk warga. Jangan cuma bangun tapi tidak digunakan,” ungkapnya.

Pasar Dapur 12 sebenarnya sangat bermanfaat bagi ratusan warga yang ada di dua kelurahan seperti Sei Lekop, Sei Plunggut, serta Dapur 12. Belum lagi warga yang berada di kampung nelayan.

“Kasihan warga sini kalau belanja harus naik trans dulu, ada yang belanja di Perumnas ada juga yang di Aviari,” tutur Marinda.

Bukan hanya di Dapur 12, beberapa proyek pembangunan pasar di Batuaji juga belum difungsikan. Seperti pasar Mandalay maupun pasar di daerah Genta I Batuaji. Warga sangat menginginkan agar pasar-pasar tersebut dapat beroperasi.

Surati kontraktor
Proyek bermasalah juga terjadi di 2007. Banyaknya proyek bermasalah di tahun 2007, membuat Pemko Batam bersikap tegas terhadap kontraktor yang tidak siap mengerjakan proyek sesuai kontrak. Pemko Batam mengirim surat ke asosiasi yang menaungi kontraktor tersebut.

Wali Kota Ahmad Dahlan mengatakan sudah memanggil para kepala dinas untuk menjelaskan proyek mana yang belum selesai dan bermasalah di tahun 2007. Selanjutnya kontraktor yang mengerjakan akan diberi sanksi untuk membayar dendanya.

“Saya lupa berapa jumlahnya tapi ada beberapa kontraktor yang sudah diminta untuk membayar denda. Selain itu pemko berkirim surat ke asosiasi tempat bernaung kontraktor itu agar bisa menegur kontraktor tersebut,” kata Dahlan.

Di tempat berbeda Wakil Wali Kota Ria Saptarika mengatakan bagi kontraktor yang terlambat akan dikenakan denda. “Saya rasa wajib bayar denda sudah punisment bagi kontraktor. Kita akan meminta dendanya dan pengerjaan proyek di putus dari yang bersangkutan,” katanya.

Saat ini Pemko sedang mengevaluasi kontraktor dan akan mengirim surat kepada asosiasi. Nantinya asosiasilah yang bakal menegur para kontraktor nakal.

Seperti diberitakan, proyek tahun 2007 diluncurkan di tahun 2008. Puluhan proyek terpaksa diluncurkan karena tidak siap dikerjakan. Ada sekitar Rp144 miliar nilai proyek yang diluncurkan.

Dahlan berjanji tahun 2008 semua SKPD harus membuat program kegiatan kerja yang jelas. Tidak boleh terjadi lagi proyek molor seperti tahun sebelumnya. Apabila itu molor karena tidak ada perencanaan yang jelas, pejabat yang menangani proyek itu akan kena sanksi.(ucu/hat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s