Bawa Kota Terkotor Raih Adipura

Kamis, 28 Pebruari 2008
BATAM (BP) – “Batam hebat, Batam hebat.” Kata-kata itu muncul dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat menyerahkan piala adipura ke Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, Juli tahun 2007 silam, di Istana Negara Jakarta.Adipura itu terasa sangat istimewa. Seperti sebuah jawaban indah, setelah Batam sempat mendapatkan kategori sebagai kota terkotor. Lebih istimewa lagi bagi Wali Kota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Ria Saptarika, karena adipura itu datang di tahun kedua kepemimpinan mereka.
“Keberhasilan ini, bukan hanya karena pemerintahan Dahlan-Ria. Tapi juga berkat dukungan masyarakat Batam. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan tetaplah jaga kebersihan kita,” ujar Wakil Wali Kota Ria Saptarika.
Meski adipura bukan segala-galanya, Pemko bertekad mempertahankan kembali piala adipura itu. Ada kota tetangga yang bisa dicontoh Batam. Tanjungpinang membuktikan diri bisa meraih lima piala adipura, bahkan tiga diantaranya diraih tiga tahun berturut-turut.
Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DPK) pun bekerja keras mempertahankan adipura tersebut. Maka digelarlah lomba kebersihan tingkat Kota Batam, penyuluhan dan sosialisasi langsung ke masyarakat. Bahkan, Kepala DPK Azwan tak segan-segan memarahi pedagang di pasar yang enggan menjaga kebersihan.
Untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih, hijau, nyaman indah dan aman seperti keinginan Dahlan-Ria, Pemko Batam memiliki program tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS) sebanyak 647 unit, gerobak 696 unit, tong sampah 6.000 unit, becak motor 139 unit.
Lalu, terangkutnya sampah dari 70 persen menjadi 90 persen, reboisasi hutan dan lahan seluas 5.000 hingga 6.000 hektare, penanaman pohon kiri dan kanan jalan sebanyak 60.000 batang, terlaksananya pemeliharaan tanaman penghijauan kota sebanyak 25.000 batang, pembangunan dan pemeliharaan sarana limbah B3 di Kabil.
Untuk urusan lingkungan hidup, sebagai kota yang memiliki visi lingkungan “Batam Bersih dan Hijau”, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, selama dua tahun terakhir ini, terus mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dengan menjaga dan memelihara keindahan, keteduhan serta kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.
Ajakan tersebut, rutin mereka sampaikan, baik melalui forum resmi atau tidak. Pada penggunaan APBD Batam peningkatan kualitas infrastruktur atau utilitas perkotaan, mendapat perhatian yang cukup luar biasa dari Kepala Daerah.
Begitu juga perhatian terhadap program penataan tata ruang, kebersihan dan kualitas lingkungan hidup, dan penegakan hukum dengan menggunakan UU Lingkungan dan atau Perda. Perlahan tetapi pasti, beberapa di antara hal itu terus dibenahi.
Termasuk pelaksanaan pengawasan terhadap kawasan hutan lindung, atau penghijauan Sampai akhir Desember 2007, telah tercatat lebih kurang 100 ribu tanaman pohon penghijauan yang ditanam, baik oleh pemerintah atau masyarakat untuk merimbunkan Batam.
Sementara itu, fasilitas sarana perkotaan juga dibenahi dan dibangun. Langkah yang diambil tidak hanya memperbaiki jalan yang berlobang, menyiapkan area khusus untuk pejalan kaki, tetapi juga menyediakan beristirahat sejenak bagi warga yang ingin melepaskan penat di taman kota.
Langkah itu, menunjukkan hasil jika melihat hasil pemantauan tahap pertama adipura 2007-2008. Batam berada di peringkat kedua di bawah Kota Pekanbaru, dengan nilai 69,52. (med)

2 thoughts on “Bawa Kota Terkotor Raih Adipura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s