PAD Naik Mengesankan

Jumat, 29 Pebruari 2008
Perlahan tapi pasti, pemerintahan Walikota Drs. Ahmad Dahlan dan Wakil Walikota Ir. Ria Saptarika terus melakukan terobosan. Setelah membuktikan bahwa Dahlan-Ria sanggup membalikkan image Batam dari kota terkotor jadi terbersih dan memberikan pelayanan kesehatan gratis, duet sukses ini mampu berkreatifitas dalam menggali potensi PAD. Mengawali perannya mengorganisir pulau Kalajengking ini, pemerintahan Dahlan-Ria sudah bisa mendongkrak PAD tahun 2006 dari Rp70 miliar menjadi Rp95 miliar.Prestasinya dalam mencari duit untuk mendukung pembangunan dan pemerintahannya terus dilakukannya. Pada anggaran 2007, grafik PAD Batam terus merangkak naik. Target awal hanya sebesar Rp105 miliar untuk PAD 2007, tapi pada akhir tahun, PAD Batam pada tahun 2007 bisa menembus angka Rp111 miliar. Terjadi kenaikan sebesar Rp26 miliar dari PAD 2006.

Walau sudah bisa meningkatkan kemampuan PAD, melebihi target awal pemerintahannya, namun pemerintahan Dahlan-Ria tidak langsung puas. Duet sukses ini terus berupaya semaksimal mungkin mencari pemasukan untuk kas daerah, dalam rangka menunjang pembangunan.

Potensi pemasukan daerah selama ini banyak terabaikan, kini semakin diminimalkan. Penerimaan dari pajak hotel dan restoran terus digenjot. Demikian juga meningkatkan potensi pemasukan baru dari pajak penerangan jalan (PPJ) yakni naik dari tiga persen menjadi lima persen.

Demikian juga usaha untuk mendapatkan pemasukan dari seaport tax dan airport tax yang selama ini nihil masuk ke kantong Pemko. Walau masih dari pembahasan, namun usaha maksimal pemerintahan Dahlan-Ria menggaet potensi itu mulai menunjukkan titik cerah.

Pemko kemungkinan besar akan menambah pundi-pundi PADnya dari dua sektor ini. Walau angkanya belum fit, namun ancang-ancang dapat bagian 1,5 dolar dari seaport tax dan Rp3.000 dari airport tax sepertinya hanya menunggu waktu.

Ditotal-total, PAD yang dibidik oleh Pemko pada 2008 ini sepertinya bakal melampoi target. Walaupun target PAD untuk 2008 ini cukup fantastis yakni Rp67 miliar, namun bukan mustahil dapat dilampai.

Anggota Komisi II DPRD Batam Yudi Kurnain masih optimis kalau PAD Batam bisa terus merangkak naik. Jika memang, pemerintahan Dahlan-Ria terus menggali potensi PAD dengan maksimal.

Misalnya saja, jika pajak hotel, sebagai salah satu komponen dalam PAD tahun 2006 hanya sebesar Rp19 miliar, pada tahun 2008 ternyata bisa digenjot sampai Rp26,5 miliar, bahkan Yudi menilai jumlah itu sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi.

Begitu juga dengan PPJ yang terus meningkat dari tahun 2006 Rp19 miliar, tahun 2007 Rp30 miliar dan tahun 2008 diproyeksikan Rp45 miliar.

Sementara itu, Walikota Ahmad Dahlan mengharapkan peningkatan PAD bisa mendukung pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Karenanya, dia jauh hari mengingatkan kepada seluruh SKPD-nya untuk memaksimalkan setiap proyek yang dibangun oleh Pemko Batam.

“Ke depan tidak akan ada lagi proyek yang dilelang menjelang akhir-akhir tahun seperti sekarang ini. Tak ada alasan lagi proyek molor. Target ke depan zero (nihil) proyek molor. Untuk itu saya siap 1 kali 24 jam untuk mengesahkan pengajuan mereka,” ujarnya, beberapa waktu lalu. (sm/rg/uj)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s