Ragukan Batam Bebas Banjir

Jumat, 29 Pebruari 2008SATU dari masalah klasik pembangunan Batam adalah banjir. Hampir setiap musim hujan warga di sejumlah titik merasakan air bah dan hingga kini banjir masih menjadi beban yang belum terselesaikan. Setelah dua tahun menjabat, apakah Wali Kota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Ria Saptarika mampu menuntaskan banjir?

“Saya tidak yakin Batam ini bisa bebas banjir dalam dua tahun ke depan. Sekarang saja lihat, kalau hujan malah semakin banyak jalan dan pemukiman yang terendam air,” ungkap Mag Say Say Indra, warga Tiban, Kamis (28/2).

Menurut dia, setelah dua tahun menjabat pemimpin di Batam, belum terlihat perubahan berarti untuk mengatasi banjir. Bahkan, kata Mag, proyek-proyek drainase masih minim dan sebagian terlihat dikerjakan serampangan.

Namun yang lebih mengelikan, ungkap dia, titik banjir sering muncul pada tempat atau ruas jalan yang sama. Padahal ruas jalan tersebut baru saja diperbaiki atau proyek drainasenya baru tuntas dikerjakan.

“Harusnya proyek drainase dirancang dalam kurun waktu yang panjang. Contohlah Singapura, bagaikan tak ada banjir yang terulang. Saya justru melihat Dahlan-Ria belum memiliki visi untuk masa depan Batam sebagai kota megapolitan,” tambah mantan Ketua Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Pendapat warga ini memang terkait dengan target Ahmad Dahlan bahwa pada tahun 2010, Batam akan bebas dari banjir. “Kalau jumlah titik banjir bertambah terus, kapan bebasnya,” timpalnya.

Namun, di tengah rasa pesimis warga ini Ahmad Dahlan berkali-kali mengungkapkan tekadnya menuntaskan masalah banjir. Satu dari upaya tersebut adalah membangun kanal atau sungai yang akan membelah Batam.

“Mengatasi banjir tidak bisa secara parsial pada perbaikan sejumlah drainase saja. Saya kira perlu ada drainase induk seperti kanal yang membelah Batam ini untuk kemudian mengalirkan air ke laut,” ujar Dahlan, beberapa waktu lalu.

Namun mengingat besarnya anggaran untuk program pengentasan banjir, Dahlan mengaku tidak mungkin dilaksanakan sekaligus karena terbatasnya anggaran Pemko. Untuk itulah, dia mengambil solusi menggunakan sistem pembiayaan pembangunan secara multiyears atau tahun jamak.

Dengan cara ini, proyek penanganan banjir akan dilakukan secara berangsur-angsur dalam beberapa tahun dengan perencanaan yang jelas.

Dahlan juga telah menggerakkan tim Pemko dengan melibatkan Otorita Batam (OB) untuk menyusun detail engineering design (DED) proyek drainase sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekarang dan nanti.(rudialhasan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s