Memasyarakatkan Teknologi

Sabtu, 01 Maret 2008
ImageBATAM-Tepat pada hari ini, Sabtu 1 Maret 2008, genap sudah dua tahun pasangan Drs H Ahmad Dahlan-Ir H Ria Saptarika memimpin Kota Batam. Dengan berbagai upaya pasangan ini terus berjuang untuk mewujudkan visi Kota Batam menjadi Bandar Dunia Madani dan lokomotof pertumbuhan ekonomi nasional. Visi dan misi pasangan Dahlan-Ria dituangkan di dalam program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang meliputi pembangunan berbagai sektor, seperti sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur, sosial, budaya, kerukunan hidup beragama dan lain sebagainya.Untuk beberapa program jangka pendek dan menengah, sederet keberhasilan telah dapat diwujudkan oleh pemerintahan Dahlan-Ria. Keberhasilan itu pun telah dapat dirasakan berbagai kalangan masyarakat. Nyaris di berbagai bidang, terdapat perubahan di era kepemimpinan mereka.

Dahlan-Ria tidak hanya fokus memperhatikan satu kelompok masyarakat saja, tapi beragam etnis, jenis kelamin, umat beragama, profesi, jenjang ekonomi dan termasuk usia serta lainnya.

Pasangan ini juga bercita-cita membangun masyarakat Batam yang mengenal teknologi. Karena alasan itulah, Wakil Walikota Batam Ria Saptarika menggagas pemasangan jaringan internet hotspot gratis di Dataran Engku Putri Batam Centre. Internet hotspot gratis di Engku Putri tersebut dapat diakses bagi selruh kalangan masyarakat.

Wawako Batam, Ria Saptarika meresmikan lounching penggunaan
fasilitas internet hotspot gratis di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis 31 Januari 2008. Berbagai kalangan masyarakat menyambut positif gagasan Wakil Walikota Batam tersebut. Hal itu dibuktikan dengan tingginya antusias masyarakat mengakses internet di saung-saung internet hotspot Dataran Engku Putri Batam Centre.

Ria Saptarika juga berencana beberapa waktu ke depan,
Pemko Batam akan memasang tiga titik internet hotspot berikutnya di wilayah kota Batam ini. Sehingga, masyarakat benar-benar dapat menikmati fasilitas informasi teknologi yang difasilitasi Pemko Batam bekerja sama dengan Telkom Kepri. Masyarakat dengan mudah mengakses informasi yang terus berkembang, dalam kondisi santai sekalipun.

“Kita targetkan di tiga titik lagi. Apakah di taman aspirasi atau taman kolam, masih kita pikirkan bersama PT Telkom,” ujar Ria.

Manager DVAS Telkom Rikep Batam, Budi Prasetyo juga berharap, dengan adanya fasilitas internet secara gratis kerjasama pihaknya dengan Pemko Batam ini, dapat menjadikan Batam sebagai Cyber Island, yakni pulau yang penuh dengan tekhnologi canggih. Ditargetkan, 120 pengunjung setiap harinya, dan semaksimal mungkin dapat dimanfaatkan masyarakat Batam.

“Kita bertujuan ke depannya, bagaimana menjadikan Batam ini sebagai pulau cyber. Seluruhnya serba digital, dan mencipatkn bagaimana wisata di Provinsi Kepri ini juga bisa dipromosikan melalui internet,” kata Budi.

Wendi mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Batam ketika ditemui koran ini sedang menggunakan fasilitas hotspot di Engku Putri bersama teman-temannya mengaku senang dengan kehadiran fasilitas tersebut. Sebagai seorang mahasiswa ia sangat membutuhkannya untuk menunjang proses kuliahnya di kampus.

“Karena yang saya akses adalah hal umum dan memang gratis, jadi tidak terlalu sulit, kecepatannya pun lumayan,” sebutnya.

“Kita sangat menikmati fasilitas disini sambil belajar bersama teman-teman, ini sangat membantu sekali, tapi sayangnya masih sedikit yang menggunakannya,” ujar Ervan teman Wendi.(sm/ye/04)

One thought on “Memasyarakatkan Teknologi

  1. Assalamualaikum.
    Pak ria ini saran saya, kalau dapat pemasangan hotspot berikutnya dilakukan di setiap kantor kecamatan dulu, jadi secara data struktural pemerintahan sangat efektif. Jadi ketika ada pengembangan Software e-goverment, software online lainnya nanti, tidak ada alasan lain lagi untuk menyatakan kecamatan belum online. Jadi walaupun bapak akan dapat tantangan dari teman-teman pemerintahan yang tidak mau menyederhanakan sistem, karena kalau sistem sudah sederhana maka uang tambahan mereka bisa hilang kami teman-teman pemuda muhammadiyah akan mendukung bapak untuk masalah ini. Jadi kalau bapak buat hotspotnya tidak di kantor kecamatan, itu artinya menurut saya bapak tidak terstruktur membangun IT dikota Batam. Kalau di Engku Putri sangat Tepat Sekali lokasi perdananya. Jangan hanya mengandalkan keramaian orang dalam membangun hotspot pak.
    – Saya Rasa Dana Untuk Membangun HotSpot jangkauan 1 km di satu kecamatan Maksimal 50 Jutaan atau 100 juta (tambah Markup). Apalagi pakai Teknologi Omno. mungkin lebih murah . dan tambah dana bulanan angggap saja 4 jutaan Perbulan + Teknisi ( 4 x 12 = 48 Juta pertahun).
    – Jadi kalau dana 28 milyar yang direncanakan membangun perpustakaan itu di Alihkan ke Perpustakaan maya(hotspot) ini 8 Milyar aja. Saya rasa semua kecamatan tahun ini sudah dipastikan sudah bisa online. Allahu Akbar.

    – Sebelumnya saya mohon maaf pak, karena saya berpikir untuk membangun batam ini agar madani dan berteknologi hanya ditangan bapak. dan saya tidak tahu untuk pemimpin batam berikutnya apakah seperti bapak.
    Wassalam.
    Iqbal
    Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s