Lonjakan Penduduk Mengancam

Senin, 03 Maret 2008
PR dan Tantangan Dahlan- Ria
BATAM (BP) – Di akhir bulan puasa, tahun lalu, Wali Kota Ahmad Dahlan mengungkapkan uneg-unegnya. Ia mengaku khawatir dengan tingginya lonjakan penduduk Batam, yang biasanya datang saat arus balik Lebaran. Ia ingin memberlakukan pembatasan penduduk di Batam.Namun, katanya, Pemko akan mengkajinya lebih dahulu. ”Memungkinkan gak? Dari sisi aturan diterapkan di Batam. Karena Batam sudah menjadi kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas,” katanya, di PIH Batam Centre.
Karena itu, sebelum arus balik terjadi, di akhir bulan Ramadan itu, ia berpesan kepada warga Batam yang mudik ke kampungnya. ”Tak usah lagi bawa saudara ke Batam. Kalau punya uang, kirimkan saja ke kampung,” tukasnya.
Pesan itu, kata Dahlan, ia ungkapkan bukan untuk melarang orang mencari kerja di Batam. Namun, karena pertumbuhan penduduk Batam yang mencapai sekitar 100 ribu jiwa per tahun, dianggapnya mulai mengkhawatirkan.
Kekhawatiran Dahlan soal tingginya pertumbuhan penduduk di Batam, bukan hanya karena banyaknya pengangguran. Namun, karena sumber daya lainnya juga terbatas. Seperti lahan, listrik, air, dan rumah sakit.
”Batam dulunya didisain untuk tempat tinggal bagi sekitar satu juta jiwa. Jika setiap tahun terus meningkat dan bertambah sekitar seratus ribu jiwa, ini tentu sudah mengkhawatirkan,” katanya.
Namun, lonjakan penduduk ternyata tak hanya datang dari para pendatang baru atau pencari kerja. Tapi, juga dari kelahiran bayi di Batam.
Dari 729.029 penduduk Batam tahun ini, sebagian besar merupakan warga usia produktif, antara 20 hingga 34 tahun. Dari jumlah tersebut, seperti tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, tercatat 147 ribu pasangan usia subur.
Sehingga, angka kelahiran di Batam ikut melesat. Bahkan, melebihi jumlah pendatang. Angka kelahiran menyumbang 1.400 jiwa per bulan atau 46 anak per hari.
Itu sebabnya, Wali Kota juga menekankan agar Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Batam, aktif menekan laju pertumbuhan penduduk itu.
Itu pulalah yang menurut Ketua Otorita Batam Mustafa Widjaya, menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan dalam pemerintahan Wali Kota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Ria Saptarika, itu.
”Tantangan ke depan, adalah bagaimana mengendalikan lonjakan penduduk di Batam ini,” katanya.
Masih berkaitan dengan penduduk, menurut Wakil Wali Kota Ria Saptarika, Pemko Batam sudah menyerahkan data kependudukan Batam ke Departemen Dalam Negeri. Jumlah penduduk Batam yang terekam dalam database itu sebanyak 720 ribu jiwa.
Menurut Ria Saptarika, database kependudukan di Batam dibutuhkan untuk mempermudah dan menjamin validasi penduduk Batam. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s