PAD Naik, Adipura Digenggam

Senin, 03 Maret 2008
BATAM (BP) – Dua tahun, mungkin bukan waktu yang tepat untuk menilai kinerja pemerintahan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Ria Saptarika. Karena bisa jadi, masih banyak yang belum selesai.Tapi, dari dua tahun kepemimpinan mereka, kita juga bisa menilai, membandingkan kinerjanya dengan visi dan misi mereka. Ada sebelas skala prioritas yang dicanangkan Ahmad Dahlan dan Ria Saptarika untuk mewujudkan Batam sebagai bandar dunia madani, sekaligus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Yakni, meningkatkan kapasitas daerah dengan pemerintahan yang baik, peningkatan kualitas SDM, peningkatan sarana dan prasarana serta utilitas wilayah, peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan kualitas kebersihan dan pengendalian banjir.
Lalu, meningkatkan fasilitas investasi, promosi dan daya saing Kota Batam, peningkatan dunia kepariwisataan, nilai-nilai seni dan budaya daerah, penertiban dan pembinaan penyandang masalah sosial, pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan ketentraman, ketertiban dan supremesi hukum.
Prioritas pembangunan itu diterjemahkan dalam kerja secara bertahap. Setelah tahun pertama memimpin, tahun keduanya Dahlan-Ria terus mewujudkan visi misinya itu dengan beragam kegiatan dan program.
Di bidang pekerjaan umum misalnya, ada pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan/pelantar dan lain-lain. Di bidang peningkatan utilitas perkotaan, ada pembangunan taman kota, lampu jalan, area pedestrian, taman badan jalan, serta pengendalian banjir, dan program pengembangan infrastruktur wilayah hinterland dan peningkatan kualitas sumber daya. Di bidang pendidikan, Dahlan-Ria melakukan pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan serta percepatan pembangunan pendidikan daerah hinterland.
Langkah itu bisa dilihat dengan pembebasan biaya pendidikan bagi penduduk miskin dan kawasan hinterland, memberikan subsidi biaya penyelenggaraan pendidikan (SBPP) bagi siswa SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan SMK serta beasiswa prestasi bagi siswa negeri dan swasta dan lain-lain.
Di bidang kesehatan, program berobat gratis di Puskesmas, Posyandu dan Pustu terus berlanjut. Di masa kepemimpinan Dahlan-Ria pula, Pemko Batam menggratiskan perpanjangan KTP, ada program nikah massal gratis, akte kelahiran gratis dan lainnya.
Di antara kerja-kerja keras mereka, tentu masih banyak yang belum selesai. Tapi, mereka sudah berani memasang target. Seperti soal banjir yang saban tahun terjadi misalnya, akan dituntaskan pada tahun 2010. “Sekarang kita lakukan secara bertahap. Tahun 2010, banjir di Batam kita tuntaskan,” kata Ahmad Dahlan.
Yang sudah terlihat jelas, adalah peraihan piala Adipura di masa kepemimpinan Dahlan-Ria. Batam yang sempat menjadi kota terkotor, dibawanya menjadi kota terbersih kategori kota besar.
Masa Dahlan-Ria, juga bisa disebut era naiknya pendapatan asli daerah (PAD) Batam. Di dua tahun kepemimpinan mereka, PAD Batam terus melonjak. Dari Rp81,799 miliar di tahun 2006, langsung naik menjadi Rp111 miliar. Di tahun 2008 ini, targetnya kembali naik mencapai Rp129,408 miliar.
Selain itu, beragam program dilaksanakan, mulai dari pembangunan sekolah dan pemberian bea siswa di bidang pendidikan, hingga berobat gratis di Puskesmas di bidang kesehatan.
Muaranya satu. Dahlan-Ria ingin memberikan yang terbaik kepada warga Batam yang telah memilih mereka. “Kadang-kadang tengah malam saya merenung jauh. Kita harus membangun Batam ini dengan sebaik-baiknya,” kata Dahlan.
Di bidang pendidikan, misalnya, Pemko Batam di bawah kepemimpinan Dahlan-Ria melaksanakan pemerataan dan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan serta percepatan pembangunan pendidikan daerah hinterland.
Pemko Batam juga memberikan subsidi bantuan dana pendidikan bagi guru yang berprestasi, mendirikan sekolah-sekolah berstandar nasional dan internasional serta pelatihan terhadap siswa SMA.
Hingga akhir tahun 2007, jumlah sekolah negeri dan swasta mulai TK hingga SMA tercatat sebanyak 645 sekolah. Dibandingkan jumlah penduduk, angka ini belum berimbang. Siswa sekolah di Batam sendiri tercatat sebanyak 125,166 siswa.
Sedangkan jumlah gurunya sebanyak 7,003 orang. Dari jumlah itu, dari 892 orang guru SD/MI negeri, 50 persen di antaranya sudah lulus program penyetaraan Diploma II PGSD. Juga ada enam guru yang sudah SII.
Wali Kota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Ria Saptarika punya cita-cita menjadikan Batam sebagai kota tujuan wisata dunia. Untuk mewujudkan itu, Pemko Batam punya program Visit Batam 2010 dan menargetkan kunjungan 1,5 juta turis asing.
Persiapannya, sudah dilaksanakan di tahun kedua kepemimpinan Dahlan-Ria. Seperti pembangunan sarana dan prasarana obyek wisata dengan menata sejumlah obyek wisata pantai dan pemugaran rumah tua.
Salah satu lompatan besar program Wali Kota Batam Ahmad Dahlan-Wakil Wali Kota Ria Saptarika di bidang kesehatan adalah menggratiskan berobat di Puskesmas. Program Puskesmas gratis yang mereka canangkan di tahun kedua memimpin Batam itu, terus berlanjut sampai sekarang. Program di awal tahun 2007 itu, tentu saja langsung diserbu warga. Kunjungan ke Puskesmas yang biasanya hanya 50 pasien per hari, sejak digratiskan melonjak jadi 150 pasien per hari.
Batam juga mendapatkan adipura di era Dahlan-Ria. Bahkan, secara pribadi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan, Batam hebat kepada Ria Saptarika, saat menyerahkan piala Adipura.
Pemko Batam juga membangun infrastruktur, termasuk jalan dan drainase. Tahun ini, ada pembangunan lampu jalan di 5.500 titik, pembangunan RSUD di Batuaji, Gedung Pemuda dan lainnya.
Dahlan juga termasuk Wali Kota yang tak segan menghukum pegawainya, jika terbukti melanggar disiplin pegawai. Sejumlah pegawai diberi sanksi seperti teguran lisan, teguran tertulis, pernyataan tidak puas, penundaan kenaikan gaji berkala dan penundaan kenaikan pangkat. Ada juga yang dibebastugaskan sebanyak dua orang dan diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri tiga PNS dan honor daerah.
Di bidang sosial, Pemko Batam juga mendirikan rumah tinggal yang bisa menampung sebanyak 102 orang siswa dari berbagai wilayah di daerah hinterland Kota Batam. Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban orang tua siswa dari keluarga yang kurang mampu di wilayah hinterland serta mengatasi kendala transportasi yang selama ini menjadi beban para orang tua dan pelajar itu sendiri.(med)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s