Cukup Rp 10 Ribu untuk Buka Tabungan

Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika (kanan) ikut membuka rekening usai meresmikan grand opening BPR Syariah Syarikat Madani di Baloi , Senin (3/3).


Selasa, 04 Maret 2008Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika (kanan) ikut membuka rekening usai meresmikan grand opening BPR Syariah Syarikat Madani di Baloi , Senin (3/3).

UPAYA menjangkau masyarakat lapisan bawah itulah yang coba dilakukan BPR Syariah Syarikat Madani sebagai BPR yang menggunakan konsel syariah pertama di Provinsi Kepri. Bank ini baru saja menggelar acara grand opening, Senin (3/3).

Satu produk murah dan mudah yang ditawarkan Syariakt Madani, adalah Tabungan Madani. Hanya dengan uang Rp 10 ribu, masyarakat bisa membuka rekening tabungan. Sementara bagi kalangan pelajar, cukup dengan Rp 5 ribu sudah bisa menabung di bank tersebut.

Jika dilihat kebijakan sebagian besar perbankan saat ini, sudah tidak ada lagi yang menerima Rp 10 ribu sebagai uang wajib buka tabungan. Hampir semua bank, teruma bank nasional menetapkan simpanan pertama Rp 50 ribu.

Sedangkan untuk pembiayaan konsumtif, Syarikat Madani memiliki beberapa jenis kredit yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Di antaranya, pinjaman untuk keperluan ibadah haji dan umrah, kredit mobil, motor, kredit usaha kecil, renovasi rumah, dan kebutuhan hidup lainnya.

Yang tidak kalah menarik, masyarakat yang memerlukan dana segar dalam waktu cepat dan memiliki emas, bisa menggunakan jasa gadai di bank tersebut. Syaratnya sangat mudah, pinjaman bisa didapat dengan jumlah minimal Rp 100 ribu.

Jika saat ini harga emas satu gramnya sekitar Rp 250 ribu, Anda yang memiliki emas 0,5 gram pun bisa mendapatkan uang gadai sekitar Rp 100 ribuan. Biaya gadai, yang diistilahkan biaya penitipan barang gadai (emas) terbilang murah yaitu Rp 750 per gram selama 10 hari ditambah uang administrasi mulai Rp 5.000.

Sementara itu, pada acara grand lounching kemarin, sekitar 200 tamu memadati halaman gedung BPRS Syarikat Madani yang terletak di Kompleks Baloi Kesuma Jalan Bunga Raya Nomor 1, persis bersebelahan dengan BCS Mall.

Diantara tamu terlihat Kepala Bank Indonesia Batam Irwan Lubis, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam Syamsul Bahrum.

Menariknya, yang duduk di kursi komisaris bank ini para politisi di DPRD Batam. Mereka adalah Syukri Fahrial, Irwansyah, dan Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Riau, Mambang Mit.

Tujuh BPR baru
Dalam kesempatan itu, Irwan Lubis memaparkan perkembangan bisnis perbankan di Kepri, khususnya Batam yang dinilai sangat bagus. Hal ini dapat dilihat dari jumlah BPR yang semakin banyak.

Sampai sekarang sudah 14 BPR beroperasi di Kepri, 10 diantaranya di Batam, 2 di Tanjungpinang, 1 di Bintan, dan 1 di Karimun. “Sekarang BI juga sedang memproses izin 7 BPR lagi,” kata Irwan.

Selain itu, pertumbuhan aset BPR juga meningkat tajam. Sampai Januari 2008, total aset sudah Rp 650 miliar. Khusus Januari 2008, BPR bisa menambah aset 27,1 miliar.

Angka DPK (dana pihak ketiga) juga naik. Sampai akhir Januari 2008, angkanya sudah 500 miliar dengan penambahan khusus Januari 2008 Rp 23,6 miliar. Dan aktivitas pemberian kreditnya sebesar Rp 385 miliar.

Kenaikan aset juga terjadi pada bisnis perbankan syariah. Pada 2005, aset bank syariah di Kepri hanya Rp 91 miliar. Namun pada 2006 naik tajam menjadi Rp 190 miliar dan di akhir 2007 naik lagi menjadi Rp 343 miliar.(sri murni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s