Pemko Aktifkan KTP Sementara

Selasa, 04 Maret 2008
Mengatasi tingginya lonjakan penduduk di Batam, Pemko Batam berencana membatasinya dengan mengefektifkan KTP Sementara. Warga yang datang ke Batam, baru bisa mendapatkan KTP setelah enam bulan menetap dan mendapatkan pekerjaan di Batam.“Kita akan coba efektifkan kembali KTP Sementara yang selama ini kita lupakan,” kata Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika di Gedung DPRD Batam, kemarin.
Ide itu terinspirasi dari kunjungan kerja Pemko Batam ke Balikpapan, Kalimantan Timur, pekan lalu. Di sana, Ria bersama rombongan mendapatkan penjelasan soal bagaimana Balikpapan membatasi lonjakan penduduknya.
Di sana, kata Ria, pendatang tak bisa langsung mendapatkan KTP, tapi baru mendapatkan KTP Sementara. Mereka harus menetap selama enam bulan atau mendapatkan pekerjaan, baru bisa mengantongi KTP.

“Sistem seperti di Balikpapan, itu bisa diadopsi di Batam,” tukasnya.
Jika selama enam bulan di Batam, pendatang tersebut tak kunjung mendapatkan pekerjaan, mereka akan dipulangkan ke daerahnya dengan biaya dari uang titipan mereka saat pertama kali masuk ke Batam.
Saat ini, lanjut Ria, Pemko Batam bersiap merevisi Perda Nomor 2 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran dan Pengendalian Penduduk dalam Daerah Kota Batam. Revisi itu, dilakukan karena Perda tersebut sudah tak lagi efektif mengendalikan penduduk di Batam.
“Selain juga karena undang-undang yang mengatur kependudukan juga sudah berubah,” ujar Ria.
Seperti diberitakan, jumlah penduduk Batam saat ini sekitar 729 ribu jiwa. Setiap bulan jumlah itu terus bertambah. Selain karena banyaknya pendatang, jumlah kelahiran bayi di Batam juga cukup tinggi, 46 bayi per hari. (med)

4 thoughts on “Pemko Aktifkan KTP Sementara

  1. Ass wr wb.
    Pak Ria saya setuju dengan gagasan KTP sementara tersebut , saya juga ingin tahu cara mendapatkan KTP sementara tersebut , saya sudah 8 bulan di batam dari bekasi tapi memang pada awalnya di batam melaksanakan tugas proyek dari konsultan nasional di batam, sedang saya belum menetap dan tinggal di batam, jadi mau urus ktp juga ragu.
    dan bagaimana juga proses dari ktp sementara berapa lama masa berlakunya , dan bila sudah lebih dari 1 tahun apakah bisa diterbitkan pula KTP resmi dan bukan sementara lagi. demikian masukan saya, terima kasih pak ria.
    Wass wr,wb
    Yusran

  2. pak wawako saya setuju dengan gagasan tersebut.tapi selama ini yang di sayangkan masyarakat itu adlah lambatnya pengurusan KTP di BATAM.surat pengantar dari RT/RW setempat diantar ke KANTOR KELURAHAN setempat dan kemudian mendapat surat dari KELURAHAN SETEMPAT agar di bawa ke KANTOR CAMAT untuk pengurusan KTP BATAM.Dengan adanya berkas yang lengkap kenapa tidak bisa langsung jadi KTP tersebut dan malah menunggu sampai sati (1) minggudan itulah yang menjadi keluhan di masyarakat KOTA BATM karena
    sangat merepotkan menuggu terlalu lama.terima kasih pak wawako.aswan.
    —-
    Hi Mas Aswan, Assalammu ‘alaikum wr.wb.
    Terimakasih atas perhatian dan pemikirannya, saya setuju dan sangat memahami keluhan Warga Kota Batam, untuk itu kita tak akan bosan2 selalu menindak lanjuti permasalah2 yang ada.
    Berikut ini sy lampirkan jawaban dari pertanyan2 serupa sebelumnya…

    Sebenarnya kami telah memetakan permasalah KTP SIAK di Kota Batam ini. walaupun sangat complex karna menghadapi 3 hal sekaligus:

    1. Software yang masih belum stabil dan kurang flexible belum sesuai dengan yang diharapkan.
    => Solusi saat ini: Sedang dikembangkan software yang lebih baik dan flexible (in progress)

    2. hardware, dimana jaringan Wireless LAN Pemko Batam, masih belum optimal, karena menggunakan teknologi wireless 2.4 Ghz, maka kita sering menghadapi kendala2 interferensi dan gangguan2 frequency lainnya.

    => Solusi saat ini: Kita sudah kembangkan di 5 dari 12 Kecamatan yang ada dengan teknologi wireless 5.8 Ghz sisanya masih menunggu, anda tau mekanisme pembiayaan kegiatan di Pemerintahan harus mengikuti mekanisme APBD, kalau kita ikuti itu akan menunggu setahun kemudian… untuk itu saat ini kita sedang ber experiment dlm menggunakan media Internet, semoga segera berhasil walaupun konsekuensinya data kita rentan terhadap hacker.

    3. SDM yang masih enggan untuk berubah dari pola kerja non database ke pola kerja data entry dan databased… selain itu adanya pihak2 internal & eksternal yang bahkan cenderung menghalangi terhadap penerapan KTP SIAK ini.

    => Solusi saat ini: Mengejar secepatnya penyelesaian point 1 & 2 sambil tegas menerapkan penegakan hukum tanpa pandang bulu sehingga terjadi efek jera… walaupun hal ini banyak menghadapi hambatan karna saling terkait antara satu dan lainnya.

    Untuk itu sy mengharapkan dukungan dan do’a dari masyarakat yang peduli akan penerapan database KTP SIAK ini dan memberikan kesempatan kepada kami untuk melalui masa transisi ini.

    Demikian, Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Heran Aja, kok kita warga negara indonesia di batasin tinggal di suatu wilayah indonesia itu sendiri,.. kalo udah habis masanya salam 6 bulan di pulangkan ke daerah asal. seperti kita tanggal di negara lain. jadi pertanyaan apa itu tidak melanggar hak orang sebagai warga negara untuk tinggal di wilayah negaranya sendiri. cara berpikir para birokrat kita selalu cetek dengan alasan tertib administrasi segalalah apalah,.. harusnya biarkan dia tinggal di wilayah negaranya sendiri cukup dengan identitas bahwa dia warga negara indonesia solusinya yah punya single id. nggak perlu setiap dia tinggal di situ harus punya ktp, cukup lapor bahwa dia tinggal di situ dengan melampirkan id tersebut.
    ———-
    Hi Anto,
    Apa yg ada fahami tidak tepat, yg benar adalah, setelah 6 bulan, seseorang tsb diharapakan juga sudah mengurus KTP Batam nya dengan tetap memakai ID/NIK yg sama dengan derah asalnya, mereka dipulangkan apabila memang tidak jelas keberaddannya di Batam, tidak bekerja, tidak ada yg dilakukan dan tidak ada juga yg menjaminnya.

    Sebenarnya memang sulit difahami untuk membatasi orang yg masuk dan tinggal di Batam, tapi mungkin ada analogi yg dapat dipakai.

    Umpamakan Pulau Batam dengan segala SDA dan fasilitas infrastruktur nya ini sebagai sebuah kapal layar yg memiliki kapasitas muat tertentu…

    Lalu bagaimana sekiranya bila kapal dengan kapasitas 100 orang diisi dengan 500 0rang, tentu kita bisa bayagkan, apalagi dengan kondisi cuaca yg tidak bersahabat.

    Batam memiliki sumber Air minum terbata dan baru karena kemarau sedikir saja warga batam sudah mengeluh… itu baru Batam dengan jumlam 900 ribu jiwa, gimana kalau lebih, demikian juga kelas disekolah2 dan PLN serta fasum lainnya.

    demikian semoga dapat di fahami.
    Wassalam
    Ria

  4. assalamualaikum, wr. wb.
    di setiap daerah sepertinya memiliki pola yang sama dengan batam perihal menetap 6 bulan dulu baru diterbitkan ktpnya. yang ingin saya tanyakan adalah apakah memang ada ketentuan baku yang mengatur/ yang menyebutkan masa menetap 6 bulan tersebut baru diterbitkan ktpnya. terima kasih.
    .-= edy andra, SH´s last blog ..LOWONGAN KEY ACCOUNT MANAGER =-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s