Ria Merasa Terpojok

Rabu, 05 Maret 2008
Lambannya Pengurusan KTP SIAK
BATAM (BP) – WAKIL Wali Kota Batam, Ria Saptarika meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Pemko Batam memperbaiki program sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) yang kini sedang berjalan.Ria beralasan, lambannya pembuatan KTP SIAK karena masih masa transisi dari sistem lama ke sistem baru.
“Beri kami kesempatan. Saya yakin setelah semuanya baik, pembuatan KTP bisa lebih cepat. Bahkan, lebih cepat dari sistem lama,” katanya di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.
Kemarin, setelah sejumlah Ketua RT/RW se-Kecamatan Sekupang memprotes lambannya pembuatan KTP, Ria didampingi Kadis Kependudukan Sadri Khairuddin dan Kabadan Kominfo Muramis menggelar jumpa pers.
Ria merasa dipojokkan, seolah-olah program SIAK adalah inisiatif pribadinya. “Saya merasa masyarakat memojokkan saya. Sistem SIAK bukan inisiatif saya pribadi, bukan inisiatif pemerintah daerah, tapi amanat undang-undang dan pemerintah pusat,” katanya.
Saat ini, katanya, Pemko terus memperbaiki sistem SIAK itu. Ada lima kecamatan yang sudah online, yakni Sekupang, Batuaji, Nongsa, Seibeduk dan Bengkong. Adapun tujuh kecamatan lain, belum online.
Database kependudukan, katanya, juga sudah dimasukkan utuh di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Ke depan, lanjutnya, database itu akan dibagi sampai ke tingkat kelurahan.
“Sehingga, nanti pihak kelurahan tinggal klik. Bagi warga yang datanya sudah ada di database, bisa langsung jadi KTP-nya,” tukasnya.
Kapan, masyarakat bisa mendapatkan KTP SIAK lebih cepat dibandingkan KTP lama? Ria tak bisa memberi jaminan pasti. Ia berancar-ancar, sistem cepat itu baru bisa berjalan di awal tahun 2009.
Padahal, yang membuat masyarakat protes dan menyalahkan sistem SIAK adalah lambannya proses pembuatan KTP itu. Masyarakat merindukan sistem lama, yang masa pembuatan KTP bisa selesai satu hingga tiga hari.
“Ini perlu tahapan. Kami berharap dukungan masyarakat,” katanya.
Menurut Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Batam Sadri Khairuddin, sebenarnya pembuatan KTP bisa selesai satu hari di kecamatan yang sudah online. Karena petugas di kecamatan bisa langsung mencetak KTP tanpa perlu datang ke Dinas Kependudukan.
Yang membuat lama, katanya, adalah pembuatan kartu keluarga (KK) yang menyaratkan tanda tangan basah darinya. “Kita sudah lakukan, KTP bisa langsung selesai. Cuma takutnya, ada perbedaan data antara KTP dan KK. Sehingga, kadang KK itu harus dikembalikan lagi,” katanya.(med)

6 thoughts on “Ria Merasa Terpojok

  1. Assalamu’alaikum Pak Ria….

    Saya hanya ingin diluruskan saja ttg masalah KTP ini.
    sebenarnya kalo warga yg datanya gak lengkap n ilegal, it’s OK pembuatan KTP jd lama.
    yg jadi pertanyaan saya, bagaimana system pembuatan KK nya??
    KTP sudah saya terima pertengahan February kemaren, kata petugas kecamatan KK jadi setalh 1minggu. tunggu punya tunggu sampe sering saya nelpon ke kecamatan tuk mengetahui sudah jadi apa belum?? ternyata sampai sekarang KK saya belum jadi. Jadi ditotal tuk pembuatan KTP batam ini sudah memakan waktu hampir 3 BULAN !!! (saya submit ke kecamatan tanggal 3 januari 2008) apakah ini pelayanan yg memuaskan???
    sampai2 saya harus kehilangan kesempatan training ke luar karena saya belum punya pasport yg dikarenakan pengurusan KTP dan KK yg memakan waktu lama. pada waktu saya konfirmasi dg kecamatan, mereka bilang KK masih pending di DisDuk tunggu ditandatangani. saya gak tau sebenarnya apa yg terjadi…..
    saya hanya ingin proses yg molor2 ini bisa cepat diatasi…
    please help us….

    Thanks,
    Dyah.
    ——-
    Hi Mba Dyah, Terimakasih atas masih sabar dan bijak… I promise please give me more time to settle it.

    Sebenarnya kami telah memetakan permasalah KTP SIAK di Kota Batam ini. walaupun sangat complex karna menghadapi 3 hal sekaligus:

    1. Software yang masih belum stabil dan kurang flexible belum sesuai dengan yang diharapkan.
    => Solusi saat ini: Sedang dikembangkan software yang lebih baik dan flexible (in progress)

    2. hardware, dimana jaringan Wireless LAN Pemko Batam, masih belum optimal, karena menggunakan teknologi wireless 2.4 Ghz, maka kita sering menghadapi kendala2 interferensi dan gangguan2 frequency lainnya.
    => Solusi saat ini: Kita sudah kembangkan di 5 dari 12 Kecamatan yang ada dengan teknologi wireless 5.8 Ghz sisanya masih menunggu, anda tau mekanisme pembiayaan kegiatan di Pemerintahan harus mengikuti mekanisme APBD, kalau kita ikuti itu akan menunggu setahun kemudian… untuk itu saat ini kita sedang ber experiment dlm menggunakan media Internet, semoga segera berhasil walaupun konsekuensinya data kita rentan terhadap hacker.

    3. SDM yang masih enggan untuk berubah dari pola kerja non database ke pola kerja data entry dan databased… selain itu adanya pihak2 internal & eksternal yang bahkan cenderung menghalangi terhadap penerapan KTP SIAK ini.
    => Solusi saat ini: Mengejar secepatnya penyelesaian point 1 & 2 sambil tegas menerapkan penegakan hukum tanpa pandang bulu sehingga terjadi efek jera… walaupun hal ini banyak menghadapi hambatan karna saling terkait antara satu dan lainnya.

    Untuk itu sy mengharapkan dukungan dan do’a dari masyarakat yang peduli akan penerapan database KTP SIAK ini dan memberikan kesempatan kepada kami untuk melalui masa transisi ini.
    Demikian, Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Ass. Ww.

    Sekedar masukan, saya rasa pokok masalah adalah dari Filing Systemnya. Gmn kalau diganti Filing Manual dengan Online Filing System (“Paperless”).
    Jadi kalau mau trace data cukup dengan searching engine bukan dengan tenaga manusia lagi. Shg waktu yang dibutuhkan akan sangat2 cepat dan effisien.

    Kebetulan saya punya perangkat lunaknya. Kalau bapak bersedia, saya bisa berikan. Tinggal disempurnakan aja biar klop dengan system yang dipunyai Pemko (SIAK).

    Wassalam.
    —–
    Hi Wawan, jumpa lagi nih.
    Terimakasih atas pemikiran2 nya yang selalu kreatif.
    Btw: Masukannya juga bagus, bahkan sangat bagus dan malah lebih advance lagi, permasalahan kita justru pada pembudayaan dan motivasi untuk berubah.
    Sebenarnya kami telah memetakan permasalah KTP SIAK di Kota Batam ini. walaupun sangat complex karna menghadapi 3 hal sekaligus:

    1. Software yang masih belum stabil dan kurang flexible belum sesuai dengan yang diharapkan.
    => Solusi saat ini: Sedang dikembangkan software yang lebih baik dan flexible (in progress)

    2. hardware, dimana jaringan Wireless LAN Pemko Batam, masih belum optimal, karena menggunakan teknologi wireless 2.4 Ghz, maka kita sering menghadapi kendala2 interferensi dan gangguan2 frequency lainnya.
    => Solusi saat ini: Kita sudah kembangkan di 5 dari 12 Kecamatan yang ada dengan teknologi wireless 5.8 Ghz sisanya masih menunggu, anda tau mekanisme pembiayaan kegiatan di Pemerintahan harus mengikuti mekanisme APBD, kalau kita ikuti itu akan menunggu setahun kemudian… untuk itu saat ini kita sedang ber experiment dlm menggunakan media Internet, semoga segera berhasil walaupun konsekuensinya data kita rentan terhadap hacker.

    3. SDM yang masih enggan untuk berubah dari pola kerja non database ke pola kerja data entry dan databased… selain itu adanya pihak2 internal & eksternal yang bahkan cenderung menghalangi terhadap penerapan KTP SIAK ini.
    => Solusi saat ini: Mengejar secepatnya penyelesaian point 1 & 2 sambil tegas menerapkan penegakan hukum tanpa pandang bulu sehingga terjadi efek jera… walaupun hal ini banyak menghadapi hambatan karna saling terkait antara satu dan lainnya.

    Untuk itu sy mengharapkan dukungan dan do’a dari masyarakat yang peduli akan penerapan database KTP SIAK ini dan memberikan kesempatan kepada kami untuk melalui masa transisi ini.

    BTW: Kami tetap sangat berterima kasih kalau Mas Wawan juga mau memberikan kami copy program paperless tsb.
    Demikian, Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Mau ikut urug rembuk pak sekedar masukan (maaf, kalau kurang tepat):

    Untuk Point Pertama, menurut saya memang prosesnya kayak gituan, krn seorang programmer itu bukan ‘learn from mistake’ tapi ‘LEARN FROM FAILURE’ jadi suatu hal yg wajar jika suatu system pada mulanya kurang stabil sebab mesti ditest dulu dan diperbaiki kekurangan sana sini sambil berjalan. Lha wong Microsoft aja walau sudah diuji berapa kali tetap release awalnya ada kekurangan dan mesti diupgrade dengan versi terbaru.

    Tapi adalah suatu hal yg mengelikan pas saya membaca pada media massa lokal ttg sikap suatu pimpinan Parpol yg mengatakan proses pembuatan kartu KTA Parpol dia lebih cepat dari proses pembuatan KTP SIAK. Hal itu ibarat mengambarkan jika seorang anak TK dengan geli mencemooh anak SMU dalam menyelesaikan soal ujian, lha wong ujian TK Cuma ngambar doank trus anak SMU apa ujiannya sama dengan si anak TK? Sdk ungkapan ‘nyelekit’ kalau saya disuruh buat kartu daftar anggota keluarga atau daftar warga RT saya akan jauh lebih cepat dari pembuatan KTA Parpol tsb … he… he…. Afwan jika berlebihan ungkapannya.

    Untuk Point 2, Saya cukup Salut jika bapak berani melakukan experiment dgn menggunakan media internet. Skd masukan untuk mengantisipasi gangguan hacker jika menggunakan media Internet, Front Programnya sebaiknya menggunakan program Aplikasi trus koneksi database ke Server PEMKO sebaiknya mengunakan VPN trus data yg di kirim di encrypsi biar lebih secure. Sekedar info saya sudah pernah melakukan proses ini dimana ada suatu perusahaan menjalankan suatu system aplikasi yg saya buat dan proses disitu dikontrol dari kantor pusatnya dengan melakukan sarana VPN, hasilnya lumayan OK. Tapi saya menghidari client untuk memakai program berbasiskan Web (bukan program aplikasi) krn kalau berbasiskan Web sangat gampang di Hack. Trus kalau menggunakan program aplikasi kita bisa batasi clientnya mgk contohnya dengan S/N Manufacture HD (bukan S/N dari Windows krn bisa di ghost) dsb dan jelas menurut saya Aplikasi lebih secure. Terus encrypsinya data sebaiknya bikinan sendiri jangan menggunakan fasilitas bawaan karena itu jelas cukup gampang diketahui. Tapi saya yakin programmer dibelakan bapak cukup mumpuni melakukan hal ini.

    Untuk Point 3, bukan spesialisasi saya… afwan ngak compatible utk hal gituan … he..he..
    Cuma skd gambaran dari kawan2 yg kebetulan ada di posisi tsb, banyak dari mrk mengeluh akibat perberlakuan system KTP SIAK alasannya … hmmm ngak etis utk diungkapkan krn saya yakin bapak tau akan hal tsb. Yg jelas perubahan dari manual ke systematis akan membuat dilema krn ada pihak tertentu yg merasa dirugikan tapi jelasnya suatu system jelas jauh lebih besar mamfaatnya bagi kemaslahatan semua dibanding kepentingan segelintir orang tsb.

    Maaf terlalu panjang dan jika hal diatas kurang berkenan. Ohya tentang Program Paperless (Database Filing System) tsb akan saya usahakan untuk mengirim ke email bapak. Cuma mgk saya sdk binggung caranya krn disitu requirementnya membutuhkan Server Linux, Installasi dsb. Atau mgk saya kirimkan program sample yg saya dapat dari kawan.

    BTW: Saya pernah lihat suatu instansi vertikal yg menyerahkan proses pembuatan dokument pada Third Party dimana pihak tsb menaruh orang orang dia disetiap kantor dari instasi tsb untuk melakaukan proses pembuatan dokumen tsb dgn tetap berkoordinasi dengan instansi tsb. Tapi kewenangan tetap ditangan instansi tsb. Tapi hal ini untuk jangka pendek dari sisi cost memang lebih effisien tapi tidak untuk jangka panjang krn jelas Third Party lebih mahal kalau dihitung secara jangka panjang akan tetapi bermamfaat dalam menyiasati keterbatasan anggaran APBD krn bisa dibayar nyicil. Tapi maaf saya tdk tau dari aspek politisnya.

    Wassalam
    w2n
    —-
    Mas Wawan, Terimakasih atas masukannya… menarik sekali, terutama point-2… kalau berkenan kamipun siap untuk berdiskusi atau kumpul2 dalam membincangkan masalah2 pengembangan aplikasi database tsb. sy tertarik dgn teknik encryption yg dimaksud, kalau memungkinkan bisa di bantu kita.
    Mengenai Point lainnya, sama sy juga belum dapat berkomentar🙂
    Thanks & wassalam
    Ria

  4. Bapak Ria … selamat pagi
    maaf mungkin saya agak lain topiknya…
    pak saya minta tolong gimana solusinya tentang tarif angkot kota batam yg mana sopir se enak perut aja menaikkan tarif angkot, apakah dari simpang kabil ke simpang jam wajar kalau angkot dapur 12 minta 4000, naik taksi aja cuma 3000 rupiah..
    ——–
    Hi Agnes, Terimakasih atas kunjugan dan comment nya & Selamat sore.
    Kami baru hari ini menetapkan ongkos Taxi dan angkot pagi ini dan setelah ini menunggu SK Walikota Batam.
    Dan jarak dekat untuk ongkos angkot adalah Rp.3000.
    Sedangkan Bus BPP milik pemerintah hingga perubahan APBD kedepan tidak terjadi kenaikan.

    Demikian semoga maklum & Wassalam
    Ria

  5. Assalamualaikum pak ria,
    pak saya mau usul gimana klo perumahan arah barelang dilewatkan mobil carry, karena ongkos ojeknya sangat mahal dan lagi perumahan arah ke barelang kan sudah mulai banyak pak. terima kasih.
    ——–
    Hi Mba’ Maria Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih atas kunjugan dan kommnetnya.
    Insya Allah usulannya kami pertimbangkan dan di usahakan.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  6. Pak…
    Mendingan ga usah pakai SIAK dari dari Depdagri…. software itu belum teruji dan mature. Kasihan masyarakat jadi korban.

    Kami para penggiat opensource menyayangkan pemakaian software license yang ternyata lebih memperparak keadaan bukan menjadi solusi.
    ———-
    Hi Mas Priyo,
    Terimakasih mas atas masukan dan perhartiannya.
    Insya Allah kami juga sudah membanckupnya dengan opersource Pemko Batam sekarang juga sedang menggalakkan OpenSource… Kami pakai PostgreeSQL

    Salam kompak selalu.
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s