Sudah Online tapi Lambat

Kamis, 06 Maret 2008
Penerapan KTP SIAK di Tujuh Kecamatan
BATAM (BP) – KECILNYA frekuensi jaringan di tujuh kecamatan, mengakibatkan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) berjalan lambat.“Frekuensinya 2,4 giga heitz. Jadi, tidak benar jika SIAK belum online di Batam,” ungkap Kepala Badan Komunikasi dan Informasi Muramis kepada Batam Pos, kemarin (5/3).
Muramis menuturkan, lambatnya proses SIAK ini bukan dikarenakan tujuh kecamatan di Batam yang belum online. Semua kecamatan telah online. Namun tujuh kecamatan tersebut baru memiliki frekuensi 2,4 giga heitz, dibandingkan lima kecamatan lainnya yaitu Sekupang, Batuaji, Nongsa, Seibeduk dan Bengkong yang memiliki frekuensi 5.8 giga heitz.
Untuk meningkatkan sistem SIAK ini, badan Kominfo tidak tinggal diam. Tim teknisinya turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan kendala yang ada. Yaitu dengan melakukan pemindahan tower ke tempat yang lebih tinggi dan strategis agar proses penyampaian informasi ke Disduk (Dinas Kependudukan) dapat berlangsung dengan lancar walaupun dengan frekuensi 2,4 giga heitz.
Muramis menambahkan, jika hal tersebut tidak juga memperbaiki keadaan, maka Kominfo akan mengajukan anggaran dana untuk perbaikan jaringan SIAK ini pada perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang akan berlangsung Juni mendatang.
Sedangkan nomimal dari anggaran yang diperlukan masih dalam proses penggodokan sejalan dengan perkembangan kemajuan perbaikan yang dilakukan oleh teknisinya.
“Teknisi Kominfo akan mengupayakan yang terbaik dalam perbaikan jaringan SIAK,” tambahnya. Jika di tangan teknisi Kominfo, jaringan SIAK dapat berlangsung dengan lancar. Maka, pihaknya tidak akan mengajukan anggaran dalam upaya perbaikan jaringan SIAK tersebut.
“Jika nantinya diperlukan anggaran dalam upaya perbaikkan jaringan, pihaknya akan mengusahakan pemakaian dana yang seminim mungkin,” tegasnya.
Terpisa, sejumlah perangkat RW mengeluhkan lamanya pengurusan program nasional KTP berbasis sistem administrasi kependudukan (SIAK).
Budi Harto B Manalu, Ketua RW 12 Perumahan Taman Cipta Asri, Kelurahan Tembesi, Sagulung misalnya, sampai saat ini KTP-nya masih alamat lama di Kelurahan Tanjunguma.
“Pada saat saya mengurus surat pindah dari Tanjunguma ke kelurahan saya, lama sekali. Dari lurah terus ke camat, dari camat kembali melakukan pengecekan ke RW setempat,” ujar Budi, kepada Batam Pos, di Batam Centre, Rabu (5/3).
Menurutnya, kelemahan pengurusan KTP SIAK terletak pada petugas pelaksana mulai dari lurah, camat, dan Dinas Kependudukan. Agar pengurusan KTP SIAK tersebut cepat, saran dia, aparat yang mempersulit pengurusan KTP SIAK agar diganti saja.
Hal sama diusulkan Ibnu, Ketua RW 15 Tiban Baru. Menurutnya, aparat pelaksana KTP SIAK yang mempersulit warga melakukan pengurusan agar dilakukan pembinaan dari pimpinannya.
“Kalau ada yang nakal, tanggung jawab pimpinannyalah yang melakukan pembinaan,” ujarnya.
Memang, aku Ibnu, di dalam Undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2006 tentang KTP SIAK, dalam pasal 69 ayat (1) bahwa lama pengurusan KTP SIAK 14 hari. Jika lebih dari 14 hari, menurutnya, itu kegagalan pemerintah membina pegawainya.

Telat Perpanjang Didenda
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika menuturkan, jika SIAK telah berjalan dengan lancar di seluruh kecamatan kota Batam, bagi masyarakat yang melakukan keterlambatan dalam perpanjangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan dikenakan denda. Penetapan denda tersebut akan menjadi poin yang akan dipertimbangkan dalam peraturan daerah yang akan diajukan.
Ria mengungkapkan pemberian denda kepada masyarakat yang teledor ini bukan semata-mata mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja.
“Tindakan ini merupakan penerapan bentuk disiplin bagi masyarakat,” ungkap Ria.
Ria menjelaskan, keterlambatan warga dalam memperpanjang KTP ini akan berpengaruh dengan sistem pendataan penduduk Indonesia, khususnya pendataan penduduk kota Batam.

Untuk itu, pihaknya akan mempertimbangkan apakah perlu adanya Perda atau tidak dalam mengatur masa perpanjangan KTP setelah SIAK berjalan lancar. (cr10/ash)

10 thoughts on “Sudah Online tapi Lambat

  1. Soal KTP SIAK, Ungkapan Bpk. Ibnu ada benarnya. Pembinaan dari kinerja pegawai yang bertugas mestinya tetap di prioritaskan. Upaya untuk meningkat SDM pegawai dilingkungan PEMKO Batam mesti tetap di teruskan. Namun peran masyarakat dalam membantu pemerintah untuk mensukseskan Program KTP SIAK harus seiring juga, mengingat manfaat yang sangat penting kedepannya. Masyarakat jangan hanya bisa mengkritisi tanpa ada peran pro aktif dari masyarakat itu sendiri, apalagi mempelotisir keadaan dan lebih ke masalah intrik Pribadi pemimpinya.

    Fastabiqul Khairat..!

  2. Assalamualaykum pak ria, saya mau tanya neh, bagaimana prosedur dan syarat pengurusan ktp dan kk di batam? Kebetulan saya baru pindah ke batam dan butuh ktp serta kk untuk suatu urusan, saya sempat tanya ke biro jasa yg iklan dikoran tapi alamak biayanya….750rb untuk 1 kk dan ktp suami istri, apa benar biayanya sebesar itu?
    Mhn dijelaskan (bisa mlalui email ke ramanefatih@gmail.com), sy pengen ngurus sendiri aja, jazakumulloh khoiron wa barokallohufiikum
    —-

    Mas Rama, Anda bisa memulainya meminta surat pengantar dari RT/RW lalu datang ke Keluarahan terdekat, tanyakan persyaratan apa saja yang diperlukan dalam membuat KTP, namun sebagai gambaran berikut ini dapat dilihat persyaratan standar dalam pembuatan KTP tsb:

    KTP Asli dan foto copy
    Surat Pengantar dari RT beserta cap stempel RW tempat tinggal kita (Asli) dan foto copy
    Kartu Keluarga Asli dan foto copy
    Foto copy Ijazah pendidikan terakhir pemegang KTP
    Foto copy Buku Nikah halaman 1 & 2 pemegang KTP
    Foto copy Akte Kelahiran pemegang KTP
    Pas foto 2×3 berwarna
    Surat Pindah bagi warga baru Batam
    Surat keterangan Bekerja, dari tempat anda bekerja (bila diperlukan)

    Demikaian semoga bermanfaat.
    Thanks & wassalam
    Ria

  3. KTP SIAK adalah sebuah solusi untuk perbaikan data administrasi kependudukan. Tapi ironisnya kebijakan tidak dibarengi “iktikad baik” birokratnya untuk menyukseskan program ini. Andai saja mereka sevisi dengan wakil walikota tentu gak sesulit saat ini. Sekali-kali teguran keras untuk birokrat perlu untuk kedisiplinan. Dan untuk menangkap basah birokrat Wakil walikota bisa lah merekrut beberapa orang untuk dijadikan intel di pemerintahan yang terkecil. Mulai dari kelurahan. Misalnya….Bikin KTP itu aneh bin ajaib….Kalau urus sendiri pejabat kelurahan tidak akan mau mengurus kalau gak ada surat pindah dari daerah asal. Tapi kalau lewat biro jasa(calo) gampang -gampang saja tuh.

    Ma’af ya kalau ada yang tersungging(eeeh…tersinggung) soalnya ini memang unek2 yang sudah lama terpendam.

    Batam Ayo Maju!!!
    —–🙂 Ngak Apa-apa Mas Yono… silahkan curhat dan kritis disini yang penting sopan… menurut sy apa yang disampaikan Mas Yono ini masih tergolong Sopan.
    Kita sedang berusaha sekuat tenaga untuk memperbaikinya.
    Langkah-langkahnya anda dapat melihat dari jawaban saya pada comment2 yang serupa.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  4. Pak Ria,

    Pernyataan pak Ria ttg bagi masyarakat yang terlambat mengurus KTP akan dikenakan denda itu malah kontra produktif dan terkesan mengalihkan masalah, karena saat ini perhatian masyarakat tertuju pada kinerja aparat, masyarakat mengeluh, tapi malah spt ditakut-takuti. Untuk mengurai benang kusut pengurusan KTP ini, sebaiknyaPEMKO menyewa konsultant untuk mengaudit proses pembuatan KTP diseluruh kecamatan. Bukan berarti PEMKO tidak mampu, tapi biasanya auditor dari luar lebih bisa independent dan obyektif.
    ——–
    Hi Pak Cahyo, Terimakasih atas masukannya, sy setuju… sebenarnya masalah denda itu baru tataran wacana dan tidak untuk kita terapkan saat ini, anda benar kita masih punya PR untuk menyelesaikan hambatan2 KTP SIAK ini.
    Dan kalaupun diterapkan itupun karena agar masayarakat disiplin terhadap perpanjangan KTP yang telah habis masa berlakunya.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  5. Yth; Pak Ria
    Saya Kira Untuk memperlancar sistem jaringan SIAK di Batam sebaiknya WEB SIAK tersebut dipublis saja, sehingga mudah diakses lewat internet. dari pada pake sistem wireless sekarang , bagaimanapun pasti sangat banyak kendalanya , apalagi personil/ teknisi yang ngurusin tower2 itu sangat lah kurang baik itu sdm maupun kualitas sdmnya dan mobilitas, satu aja towernya mati akan menyebabkan jaringan terputus. ditambah lagi dengan seringnya hujan petir di Kota batam akan mempengaruhi keberadaan tower2 tersebut.
    ——-
    Hi Pak Jhon, Terimakasih atas perhatian dan dukungannya…
    MAsukannya benar adanya kami memang menghadapi masalah tsb. saat ini kami memang sedang merencanakan 2 jalur alternatif, 1.Jalur Pulik Internet. 2.Jalur Sewa milik Pihak ke-3… namun karena keterbatasn dana dan administrasi keuangan, kami sementara akan menggunakan jalur Publik dan dengan peningkatan sekuriti sistim dan pengaturan admin yang ketat.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  6. Pak ria,
    Membaca komen yang disampaikan oleh sdr Jhon Edi tentang Web SIAK sebaiknya di publish, Saya setuju tapi mestinya sistem sekuriti berlapis musti diterapkan. Demi keamanan data2 kependudukan baik itu password maupun dengan sistem back up data dan lain-lain nya. karena bukan tidak mungkin ada aja yang iseng mengacak acak data tersebut nantinya.
    ——–
    Pak Anggiat, Terimaksih atas perhatian dan dukungannya… sy setuju sekali… memang sistim sekuriti menjadi sangat-sangat pentik apabila database tsb menempati jalur Publik Internet, bukan Intranet atau close loop.. dan celakanya teknologi fire wall/proteksi yang ada masih seperti antara Polisti dan Maling..s.
    Btw: Kita akan upayakan semampu kami guna meningkatkan pelayanan KTP SIAK dan penanganan Sekuritinya… masukan dan kerja sama rekan-rekan sy nantikan.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  7. Salut jika SIAK sudah online menggunakan wireless networknya. Hanya saja saya sarankan untuk kepentingan SIAK dan dianggap sebagai tulang punggung informasi penting jangan menggunakan frekwensi 2.4 Ghz (Free Frekwensi).Karena 2.4 Ghz sangant rentan terhadap inteferensi dan kendala2 lain di lapangan.

    memakai frekwensi radio lain (misalnya : Freq. 5.8 Ghz) akan sangat membantu kestabilan dan kehandalan jaringan wireless untuk mendukung program SIAK. Memang diperlukan Izin dan lain lain untuk freq. selain free freq. 2.4 Ghz, tapi untuk kepentingan nasional, pemerintahan dan rakyat seharusnya ada pertimbangan lain dari postel.

    sukses terus SIAK.

    salam,
    Dhonny (http://dhonny.web.id)
    — lagi nunggu KTP SIAK juga dan sudah sebulan lebih belum jadi-jadi juga —
    ——😀 Mantab… Terimakasih Mas Dhonny, atas masukan dan kepercayaannya… walaupun anda juga mengalami sendiri pelayanan kami yang sungguh tidak memuaskan…
    Tapi percayalah kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki keadaan ini… walaupun masih butuh waktu.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  8. Assalamu’alaikum Pak Ria,

    Salut untuk Bapak karena sangat perduli dengan tanggapan masyarakat (dengan adanya website ini) dan sangat memahami dengan persoalan.

    Sedikit masukan dari saya, smoga dapat membantu:

    Penerbitan KTP adalah salah satu tahapan dari rangkaian kegiatan kependudukan.
    Banyak pihak yang kurang memahami KTP adalah suatu proses rangkaian yang membutuhkan waktu.
    Masyarakat masih menganggap mekanismenya masih sama dengan cara lama, padahal mekanisme sudah sangat berbeda. sehingga waktu yang dibutuhkan juga akan berbeda tentunya.

    SIAK menurut pandangan saya merupakan suatu sistem yang cukup lengkap dan kompleks, sehingga bisa dikatakan sistem yang cukup baik.
    Hanya SIAK tidak didesain untuk melakukan pendaftaran secara massal. Banyak kesulitan yang ditemui dalam pelaksanaan ini, tapi ada cara alternatif untuk mengatasinya.
    Ibarat sepeda motor, kendaraan ini tidak didesain untuk mengangkut barang, tetapi di banyak tempat di negara kita, sepeda motor digunakan untuk mengangkut sayuran atau barang-barang lainnya. Dengan “penanganan khusus” tentunya.

    Batam yang merupakan wilayah perkotaan, memiliki penduduk dan SDM dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Sehingga lebih memudahkan dalam menerapkan suatu prosedur, hal ini merupakan suatu nilai tambah.

    Ada 3 hal penting yang harus dicermati dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu:
    1. SDM
    2. Perangkat
    3. Prosedur
    Ketiga hal di atas sangat mempengaruhi kecepatan dan akurasi data.

    Dibanyak kabupaten/kota SDM merupakan masalah utama, mudah-mudahan hal ini tidak terjadi ditempat Bapak.
    Penyebab lambatnya proses biasanya karena terhambat pada SDM dan prosedur sehingga tercipta fenomena bottle neck (leher botol). untuk optimalisasi harus
    dianalisa semua tahapan secara menyeluruh, baru kemudian ditentukan tindakan yang harus dilakukan.
    Sementara perangkat hanya salah satu faktor dari rangkaian proses. Jika hanya melakukan perbaikan perangkat tanpa memperbaiki faktor lain, tidak selalu dapat
    mengatasi keseluruhan permasalahan.

    Ada 1 kiat yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan KTP secara mendesak.
    Bagi masyarakat yang ingin membuat dokumen secara cepat agar datang langsung ke DINAS. Sebagaimana yang kami bantu buatkan di salah satu kabupaten di sumatera.

    Mempublikasikan SIAK via web pada saat ini menurut saya bukan merupakan tindakan yang bijaksana. Penggunaan jalur umum untuk komunikasi data dapat menurunkan
    biaya jika pemilihan dilakukan dengan tepat tetapi dengan konsekuensi tingkat keamanan yang lebih rendah.

    Jika tower sudah dibangun, memindahkan frekuensi dari 2,4 ke 5.. bisa menjadi pilihan yang lebih baik karena dapat digunakan untuk kegiatan pemerintahan yang lain, intranet misalnya, dimana Bagian Tata Pemerintahan biasanya sangat membutuhkan.

    Supaya sumber daya (pikiran,energi dan anggaran) yang sudah dikeluarkan tidak sia-sia, hasil yang seharusnya didapatkan adalah:

    1. Dokumen masyarakat dapat diterbitkan segera.
    2. Database kependudukan yang akurat dan mutakhir

    Umumnya untuk mempercepat proses langkah yang dilakukan adalah pemangkasan tahapan, cara ini sebisa mungkin dihindari,
    karena berbanding lurus dengan akurasi data. Semakin panjang tahapan akan membuat waktu lebih lama dan data semakin akurat, demikian sebaliknya jika tahapan
    dipangkas maka waktu semakin cepat tetapi akurasi data semakin rendah.

    Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan kirim via japri, Insya Allah bisa saya bantu semampu saya.

    Salam

    Donny Bagindo
    ——-
    Hi Bang Donny Bagindo, Assalammu’alaikum wrwb.
    Senang sekali membaca komentar Bang Donny. Bagus, Proporsional dan tepat sasaran, sy juga butuh bantuan2 pemikiran dan dukungan termasuk untuk membicarakan lebih lanjut via Japri atau KOPDAR… Bahakan sy terpikir untuk membuat kelompok (Komunitas) Masyarakat peduli pelayanan publik dan wabil khusu masalah pelayanan KTP ini. Sy berharap dia dapat berfungsi tidak hanya memonitoring tapi juga memberikan pemikiran2 solutif.
    Gimana, ada ususlan?
    Sy berterimakasih sekali atas masukannya.
    Demikian & Wassalam
    Ria

  9. Pak ria yang terhormat.

    Mungkin terlambat saya berkomentar diblog bpk, karena artikel ini sudah lama diposting, tapi saya gak tahu lagi kemana mau mengadu, saya anggaplah bapak adalah orang yang punya kewenangan dalam hal ini.

    Saya memperpanjang KTP kemarin tanggal 4 di Batam Kota, menurut pengumuman yang ditempel di dinding kantor camat tersebut, KTP akan siap setidaknya 2 Minggu setelahnya, dan saya bersabar menunggu selama 2 Minggu.

    Namun setelah saya coba datang dengan tujuan mengambil KTP saya pada tanggal 24 Maret, pegawai Kantor camat mengatakan bahwa KTP saya belum selesai, dan mereka belum bisa pastikan kapan KTP tersebut akan selesai.

    Aduh!!! saya bingung ini gimana??? padahal banyak sekali kegunaan KTP itu buat saya, dan itu membuat banyak urusan yang membutuhkan KTP sebagai persyaratan data2 akhirnya terhambat.

    Saya jabarkan aja urusan saya yang membutuhkan KTP.

    1. Saya mau buka rekening di BANK Niaga atau BCA, dan mereka tidak mau menerima Bukti diri lain selain KTP, dan rekening itu sangat saya butuhkan untuk transfer gaji saya.

    2. Pengurusan pembayaran pajak Kenderaan saya, (mana bulan ini harus ganti ke BP lagi!!)

    3. Kebetulan, Alhamdulillah, anak saya baru lahir, jadi saya mau buat akte lahirnya, o iya mau buat surat bukti lahir yang dikeluarkan oleh tempat istri saya bersalin juga butuh KTP saya.

    4. Saya mau Akad Kredit Ruham juga tersendat-sendat, bagaimana kalau saja seandainya tidak jadi disetujui oleh Bank? saya pasti dirugikan.

    mungkin itu yang pada mula ini saya hadapi, nggak tahu lagi nanti jika belum siap, apalagi masalah yang akan datang.

    Jadi tolonglah pak kalau memang bisa dipercepat, kenapa dibuat lama? Saya ada dengar katanya itu para camat kalau ngantar berkas2 ke Disduk ditumpukin sampe banyak! Apa benar pak? Soalnya kita masyarakat tahunya dari kecamatan mengatakan macetnya di Disduk.

    Terimakasih atas perhatian Bapak, Saya pribadi sangat mendukung Program KTP Siak, Tapi sebenarnya masih sangat banyak yang harus dibenahi. Terutama dari mental-mental tenaga yang menangani.

    Wassalam
    Helmi (Sei-Panas)
    ——-
    Mas Helmi di Sungai Panas yang sy hormati, Assalammu ‘alaikum wrwb.
    Sy turut prihatin dengan kondisi yang Mas Helmi alami… walaupun sy terus berusaha untuk memperbaiki kondisi ini…
    Kalau anda berkenan coba tanyakan ke Kecamatan dimana status proses KTP tsb berada… setelah itu Pls email ke japri sy, agar sy dapat membantu.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  10. Assalamu’alaikum Pak Ria,

    Selamat bagi Kota Batam yang telah menggunakan SIAK Online. Kami salut kepada Bapak karena mau peduli terhadap salah satu kewenangan Kabupaten/Kota yaitu Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil sebagaimana amat undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

    Harapan kami, Dinas yang menangani Kependudukan dan Catatan Sipil tidak hanya berorientasi kepada Pengeluaran Dokumen Kependudukan dan Catatan Sipil

    Namun Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil merupakan base dari segala bidang pembangunan, karena bidang kependudukan dan catatan merupakan bidang pelayanan data untuk perencanaan pembangunan di daerah.

    Pandangan masyarakat selama ini tentang kependudukan dan catatan sipil harus diubah karena tanpa data yang valid, kita tidak bisa membangun daerah dengan efektif dan efisien.

    Selamat berjuang Bapak Ria dan Operator SIAK di Kota Batam, jangan menyerah pantang mundurrrr!

    Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s