Ria: Pemalsuan KTP di Batam Ibarat Gunung Es

Jumat, 07 Maret 2008
BATAM (BP)- Berita tentang tertangkapnya WN Singapura ber-KTP Batam, akhirnya sampai ke telinga Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika. Dia menduga kasus semacam ini ibarat gunung es.”Banyak, tapi sedikit yang terungkap,” ujar Ria kepada Batam Pos, kemarin (6/3).
Politisi dari PKS ini melanjutkan, faktor lain pemalsuan KTP tersebut juga dipicu karena belum adanya database dalam pembuatannya. Hal tersebut terjadi, karena program KTP sistem informasi dan administrasi kependudukan (SIAK) plus, belum berjalan 100 persen.

“Jika proses KTP SIAK telah berjalan sepenuhnya, pemerintah kota (Pemko) akan mempersulit pembuatan KTP,” kata Ria kepada Batam Pos, kemarin (6/3).
Mempersulit di sini, artinya dilakukan pemeriksaan terhadap keaslian/kebenaran dokumen. “Setiap warga yang akan membuat KTP harus memperlihatkan keaslian dokumen mereka terlebih dahulu,” jelasnya.
Selanjutnya Ria menjamin, jika pemberlakuan KTP SIAK telah optimal, maka pemalsuan KTP kedepannya akan berkurang. Sebab, setiap data seseorang akan dimasukkan ke dalam database terlebih dahulu. Jika tidak tercantum, maka KTP tidak dapat diperoleh. Namun jika tetap dikeluarkan KTP kuning oleh pihak yang terkait, maka hal ini dianggap tindak kejahatan.
Adapun langkah yang selama ini dilakukan Ria selaku Wakil Wali Kota Batam dalam mengatasi masalah pemalsuan KTP, selalu mengingatkan camat di agar lebih selektif dalam mengeluarkan KTP, dan meningkatkan kinerja kecamatan sebaik-baiknya.
Sedangkan untuk kasus pemalsuan ini, Ria mengaku dirinya belum mendapatkan laporan dari pihak kepolisian. Namun dirinya mendukung penuh pihak kepolisian dalam mengungkap kasus pemalsuan ini.

KTP SIAK Lambat
Secara terpisah, Direktur Batam Institut, Anton Permana, mengatakan ada empat faktor kenapa KTP SIAK lambat yakni, pertama etos kerja. Menurutnya, etos kerja pemerintah akan berbeda dengan etos kerja swasta. Di mana, etos kerja pegawai pengurus KTP SIAK masih ada menganut falsafah, kalau bisa dipersulit kenapa mesti dipermudah. “Buktinya, kalau dikasih tips, kenapa bisa cepat,” ujarnya.
Faktor kedua, program rumit. Di mana, KTP SIAK tersebut adalah program pusat. Dalam pelaksanaannya, antara pemerintah daerah yang satu dengan yang lain berbeda penafsirannya. Misalnya soal surat pindah. Dicontohkannya di Dumai, tidak memakai surat pindah juga bisa mengurus KTP SIAK. Sedangkan di Batam termasuk beberapa daerah lainnya, masih memakai surat keterangan pindah.
Faktor ketiga, database kependudukan bermasalah. Masyarakat kurang memperdulikan data administrasinya, misalnya tidak ada KTP lama, ijazah yang hilang. “Itu semua karena masyarakat trauma, kalau mengurus administrasi ujung-ujungnya mengeluarkan biaya,” ujarnya.
Sedangkan faktor keempat, politik. Menurutnya, KTP SIAK adalah program nasional. Sehingga, kalau ada kendala di lapangan harusnya menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah dalam hal ini eksekutif dan legislatif. “Bukan tanggungjawab personal, tetapi tanggungjawab semua,” ujarnya. (cr10/ash)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s