Bus Bandara Resahkan Sopir Taksi

Sabtu, 08 Maret 2008

BATAM, TRIBUN – Rencana pengadaan bus bandara dan penerapan argo cukup membuat sopir taksi resah. Para sopir yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengemudi Taksi Pelabuhan Barelang (FKPTPB) meminta agar pemerintah memperhatikan nasib mereka.

Ketua FKPTPB Zamrodi mengaku, setelah bertemu dengan Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, rencana penerapan kebijakan tersebut masih memerlukan kajian yang mendalam.

“Supir taksi saat ini resah. Kami dari pengurus FKPTPB sengaja datang dan bertemu dengan Wali Kota Batam, dan bersykur kami diterima oleh Wakil Wali Kota Batam,” ujar Ketua FKPTPB Zamrodi, Jumat (7/3) di Hang Nadim Batam.

Keresahan para sopir semakin memuncak setelah Organada Kota Batam menyatakan sudah mempersiapkan 10 armada bus untuk ditempatkan di Bandar Udara Hang Nadim.

“Memang Wakil Wali Kota berkeinginan agar taksi di Batam memiliki taksi standard. Untuk merealisasikannya Pemko akan melakukan kajian terlebih dahulu,” Zamrodi mengutip pernyataan Ria Saptarika.

Zamrodi mengatakan supir taksi yang ada di 7 pelabuhan diantaranya Pelabuahn Domestik Sekupang, pelabuhan internasional, Sekupang, Harbour Bay, Batamcentre, Marina City dan Telagapunggur, mendukung program pemerintah kalau memang ingin memasukkan bus ke bandara.

“Hanya saja, sebelum direalisasikan mesti melewati mekanisme. Kita minta pemerintah untuk memperhatikan keberadaan pengemudi taksi di 7 pangkalan yang beranggota 1.150 ini agar tidak dirugikan dengan kebijakan yang akan disahkan,” katanya.

Oyong Kordinator Taksi di Bandara Hang Nadim menjelaskan rata-rata penumpang yang naik taksi dari bandara umumnya merupakan wisatawan atau penumpang transit. Untuk warga Batam yang datang atau mau berangkat lewat bandara umumnya dijemput atau diantara oleh keluarganya.(ded)

13 thoughts on “Bus Bandara Resahkan Sopir Taksi

  1. Pak Wawako
    Tolong perhatikan juga nasib penumpang dari bandara juga pak, hentikan segera praktek2 monopoli transportasi dan berlakukan tarif Argo. Lucu sekali, Bandara hanya ada 1 taksi, enak dong Otorita gak ada saingan. Cepet mengeruk duit banyak. Dasar pemerintahan otorita batam kompeni belanda tulen.
    Saya sangat mendukung penggunaan Bus bandara, dan jika disurvey pasti bus bandara akan laku, dan tidak akan memilih taksi bandara jika dia gak nurunin harga dan mempertampan muka nyengir dia sekarang.
    Koran sudah koar2, KPPU sudah memblacklist, tapi langkah kongkit masih kita tunggu.

  2. Iya pak saya juga merasa tidak tenang bila naik taksi Bandara karena sebagian pengemudinya kurang ramah dan kurang proffessional dalam melayani konsumen, mentang-mentang hanya ada satau organisasi taksi di sana. Yang terakhir saya alami ketika pulang kampung tahun 2007 kemarin. Saya naik taksi dari bandara ke Batu aji dan dari mandor pengatur (yang mirip calo) saya dikenai tarif Rp. 85.000. Tapi ketika sudah sampai di Batuaji menuju perumahan saya si sopir mulai mengeluh yang jauh lah yang jalannya nggak bagus lah. Ujung-ujungnya dia minta tambahan ongkos lagi sebelum sampai di perumahan kami, karena kami sudah capek dan males berdebat dengan sopir yang omongannya juga nggak ramah akhirnya terpaksa kami beri tambahan lagi.
    Saya sangat setuju dengan rencana adanya bis bandara yang bisa membantu penumpang yang tidak semuanya orang berada.
    Pun begitu andai ada penolakan dari sopir taksi itu wajar. Alternatifnya adalah mereka meningkatkan keprifessionalan mereka dalam melayani konsumen atau bisa juga dengan menghilangkan monopoli oleh koperasi OB agar ada persaingan bisnis yang berakibat positif bagi masyarakat.

  3. pengalaman saya dalam soal taksi di kota batam , taksi di bandara sebenarnya tidak perlu resah, karenapromosi yang kurang di kota batam misal dengan mencantumkan nomor telefon yang dapat menghubungi taksi tersebut. karena saya pernah hubungi 109 telkom untuk memesan taksi ke bandara ternyata tidak ada jawaban dan itupun cuma taksi koveri yang kendaraannya relatif sudah tua, usulan saya sebaiknya perusahaan taksi di batam dapat lebih mempromosikan taksinya serta memberi no telfon yang dapat di hubungi di bagian belakang kendaraan taksinya.

  4. Asslamulaikum Pak Ria.>>!

    Terimakasih atas waktu yang diberikan kepada Kami dan rekan yang tergabung dalam FKPTPB, semua ikhtiar yang kita lakukan bersama ada manfaatnya. Keresahan kami juga adalah keresahan sebahagian masyarakat. Resahnya pengemudi taksi pelabuhan (Bukan Bandara taksi Saja), adalah juga keresahan bagian masyarakat. Oh ya, penumpang pesawat juga masyarakat, kita cari solusi untuk masyarakat banyak.
    Kami mencoba mencari solusi dengan tidak mengumpat dan mencela, tidak berusaha untuk mendiskreditkan sesuatu atas nama kebebasan berbicara. Mencoba lebih berbudaya dalam menyampaikan aspirasi, apalagi masuk ke blog-nya bapak ini yang merupakan pemimpin kami masyarakat batam, kami mencoba lebih sopan dengan tiada umpatan.
    Terimakasih juga atas rencana adanya ” Taman Aspirasi” . Moga2 disana kami bisa sopan dan berbudaya juga menyampaikan aspirasi, karena kami percaya disana tidak ada “kampeni belanda” ( sorry bro younan, pinjam kata2nya sebentar )yang bakal nangkapin kita2.

    Wassalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuh.
    (Any inquries regarding FKPTPB, please e-mail us at: fkptpbtaksibatam@gmail.com)

    Fastabiqul Khairat

    (Any

    Sekali Terimakasih atas perhatiannya.

  5. lanjutkan pak…
    bus bandara sangat kami nanti2kan….

    kami akan terus mendukung bapak…
    trims…
    wassalam

  6. Terima kasih pak tukang taksi.
    Memang kita harus balance di dunia demokrasi. Kita harus menghadirkan orang2 yang terlibat dalam menentukan keputusan, dan kita pasti sepakat bahwa semua pihak kepentingannya harus dapat tersalurkan.
    – Tukang taksi kerja dengan setoran yang bagus, sehingga pulang ke rumah asep ruma terus ngepul.
    – Penumpang bisa menikmati transportasi bandara – tempat tujuan dengan nyaman dan “murah”.
    – Pendapatan OB tidak berkurang? wah ini yang repot. Mau nggak ya ?
    Mengumpat ? mohon maaf sebelumnya, yang anda maksud mengumpat “kompeni belanda tulen” itu ya? Saya mengambil frase ini untuk menggambarkan bagaimana OB mencaplok titik2 sumber duit di batam.
    Itu semacam kritik saja, buka mengumpat.
    Usul saya :
    – Buka akses pihak ketiga (dg seleksi ketat) untuk pelayanan transportasi, karena dengan monopoli usaha pasti tidak sehat,termasuk membuka bus Bandara milik Pemko.
    – Pemberlakuan Argo buat taksi bandara, biar fair dong.
    – Pemko/OB/Polisi memperketat dan menindak tegas taksi plat hitam

  7. Coba Sekarang kita telaah dengan hati bersih, apakah wajar Airport berskala International hanya memiilki satu Ground Transportation ?

    International Airport biasanya akan di dukung dengan berbagai macam ground transportation, saya rasa Airport bus adalah fasilitas standard yang harus dimiliki sebuah airport international. selain murah, Aiport bus shuttle juga bisa menjadi alternatif sarana transportasi bagi masyarakat banyak, sekarang ini naik taksi ke airport di batam tarif taksinya cukup mahal (60rb). jadi tidak beralasan juga jika sopir Taxi jadi resah, karena Sopir taksi juga bisa memakai fasilitas bis aiport ini kalo mau pulang kampung khan 🙂

    wasalam,
    DH

  8. Pak Ria, rencana pemerintah untuk pengadaan taksi bandara harus secepatnya diimplementasikan. Masyarakat sangat mengerti keberatan para sopir taksi yang tergabung dalam FKPTPB, tapi mereka juga harus mengerti kebutuhan masyarakat yang jumlahnya lebih banyak. Sebenarnya masyarakat tidak akan mempermasalahkan seandainya selama ini tarif yang diberlakukan sewajarnya, mereka bertindak sopan dan ramah, dan tidak mempermasalahkan seandainya penumpang memilih taksi selain taksi bandara.

    Yang menjadi masalah adalah harganya selangit, mereka sering memaksa, apalagi kalau sampai penumpang mencari taksi lain. Saya sudah tiga kali mengalami pengalaman yang hampir mirip dengan Bapak Aburifqi.

    Kalau apa yang disampaikan Oyong, bahwa rata-rata penumpang yang naik taksi dari bandara umumnya merupakan wisatawan atau penumpang transit, mestinya para sopir taksi tidak perlu resah, karena kebanyakan penumpang yang transit atau wisatawan akan lebih memilih naik taksi karena pertimbangan waktu daripada naik bus yang jalannya saja pelan dan harus mutar2.

    Yang harus dipahami, undang-undang anti monopoli sudah berlaku sah karena dengan adanya anti monopoli, harga akan mengikuti pasar. Temasek yang punya Telkomsel saja harus rela melepaskan sahamnya di Indosat karena diputus salah oleh KPPU karena monopoli.

    Jadi, sebagai sesama warga masyarakat kami memohon para anggota FKPTPB agar legowo, demi kemajuan Batam yang lebih besar. Bertindaklah bijak, sopan dan tidak memaksa, maka masyarakat akan tersenyum dan senang hati untuk tetap memilih taksi bapak2. Lihatlah di Padang, di Soekarno Hatta dan ditempat lain, meski ada bus dan angkutan lain, mereka tetap bisa sama-sama mencari nafkah kok.

  9. Untuk yang satu ini sy prinsipnya menampung saja dulu… silahkan berikan macam-macam komentar… sehingga ini akan menjadi bahan Diskusi/Rapat kami di Pemko.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  10. Assalamualikum,

    Terima Kasih, atas tanggapannya dari rekan dalam topik ini. Namun buat Sdr/i Emile, tolong koreksi, (bukan pengadaan Taksi Bandara). Terutama sekali, kami dari FKPTPB tidak menolak adanya pengadaan bus bandara. Sekali itu merupakan kebijaksanaan yang berpihak ke masyarakat itu pasti baik. Bahasa keresahan bisa jadi redaksional Media. Namun yang terpenting, mari kita cari penyelesaian yang terbaik untuk semua, supaya kita bisa bersama dalam suatu “Harmony breathe”.
    Bro younan, usulannya sangat konstruktif. Thanks bro..!

    Thanks Pak ria, laman web-nya dipakai untuk klarifikasi pak..!

    Fastabiqul Khairat
    ——–
    Good….good point🙂 memekai istilah Forum Mas Sugeng di acara Televisi.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  11. semua ini sudah terlambat, kalau memang pengen di adakan bus di bandara, kenapa tidak dari pertama waktu bandara di resmikan??? sementara sekarang armada taxi di bandara aja sudah berjumlah 162 unit, mau dikemanakan armada sebanyak ini??? sementara hari2 biasa aja rata2 para supir taxi bandara itu hanya dapat 2-3 trip.untuk masalah tarif, itu nggak dibandara batam aja yang konon harganya selangit, tapi dibandara2 lainnya bahkan ada yang lebih mahal ketimbang di bandara hang nadim, sebagai contoh, di p jawa perjalanan +15 menit aja sudah dikenakan tarif 150 rb, bukankah dua kali lipat mahalnya ketimbang dibatam?? sementara di batam hanya 60 rb – 90 rb. dan saya kira wajar2 aja tarif taxi bandara itu mahal, sebagai contoh aja harga secangkir kopi di PK5 tentu jauh lebih murah ketimbang secangkir kopi di bandara. karena apa??? karena TAX nya jg lebih mahal ketimbang di PK5. dan ini semua berlaku di setiap bandara. saya sangat tidak setuju dengan kinerja ORGANDA, yang bisanya mengobrak abrik yang sudah berjalan tertib menjadi kacau, contoh, taxi di batam untuk saat ini aja sudah menjamur, karena apa? karena tidak dibatasinnya sistem perizinan taxi tersebut sehingga muculah keributan antar sesama supir hanya untuk rebutan penumpang. sementara jika hal ini terjadi maka dari pihak organda saling tuding kesalahan. dan saya anggap istilah ini dengan sebutan ” ADA UDANG DIBALIK GUNUNG” dan dari sinilah timbul istilah ” PROYEK GAJAH LAPAR ” semua lahan2 yang dianggap basah dan empuk digarap habis sama dia. pesan saya buat Bapak Wali kota Batam, agar bisa mengkaji yang lebih mendalam lagi tentang pengadaan bus dibandara jangan sampai terjadi kayak pengadaan bus way, yang setiap tahunnya pemerintah harus nombok untuk menutupi biaya operasional bus tersebut.
    ———
    Hi MAs Rio,
    Masukan anda bagus sekali, Insya Allah ini jadi bahan kajian kami.
    Salam hangat dari saya
    Wassalam
    Ria

  12. untuk apa kalau hanya mengandalkan nama bandara internasionalnya sementara penerbangan internasionalnya belum di buka. kalau seandainya penerbangan internasionalnya sudah di buka, saya kira itu baru diperlukan bus bandara, wong di medan aja bandaranya internasional dan penerbangannya yang lebih padat dari BAatam bus bandara aja gak ada. saya sebagai masyarakat sangat keberatan dengan pernyataan bapak walikota, mereka bukannya ingin mengangkat derajat para supir, malah ingin menghancurkan nasip para supir. kenapa sih bandara yang konon banyak tamu2 kita dari luar yang menyatakan bandara paling tertib..harus di obok2 menjadi semrawut akibat dari ulah pemimpin2 kita?? ada apa di balik semua ini?? kok sampai terburu2 banget?? wong yang punya bandara aja gak da sibuk. kenapa pemko harus sibuk?? sementara permasalahan yang belum tuntas seperti pemberantasan taxi plat hitam aja belum optimal. jadi kepada Bapakwali kota dan pak Ria, mohon jangan terlalu gegabah di dalam mengambil kebijakan, mohon untuk mengkaji secara mendalam tentang pengadaan bus di bandara ini. jangan sampai menjadi proyek gagal. trim`s

    From Riko at btm centre.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s