Wawako dan Polisi Periksa Camat

Wawako dan Polisi Periksa Camat
Sabtu, 08 Maret 2008
Kasus Warga Singapura Ber-KTP Lubukbaja
SENIN (10/3) ini, Wakil Wali Kota Ria Saptarika dan Poltabes Barelang akan memanggil mantan Camat Lubukbaja yang kini menjabat Camat Batam Kota, Dasrul Azwir. Hal ini terkait Kasus pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga negara Singapura, Muhammad Taufiq (38) alias Jeffridin Bin Saman.Ria berharap, dalam pemanggilan tersebut, akan ada laporan yang ia terima. Sebab, Ria sendiri mengaku baru tahu masalah ini dari informasi di surat kabar. Kamis (6/3) lalu. Namun, ia tak ingin berprasangka buruk ataupun ingin berkomentar banyak.
“Senin saya akan panggil (Dasrul Azwir),” katanya sesaat sebelum menunaikan salat Jumat, kemarin.
Langkah ini diambil, sebab Ria tak ingin menyamaratakan kesalahan. “Siapa tahu mereka tidak salah,” katanya. Tapi, masalah ini diharapkan bisa menjadi semacam perhatian dari semua camat.
“Ini harus menjadi high-light bagi camat, agar berhati-hati dalam melakukan tugasnya,” tukasnya.
Seperti dilansir, pihak kepolisian mengungkap kasus KTP milik warga asing.
Sebelumnya Ria mengatakan hal ini terjadi akibat Batam belum memiliki database. Sementara, KTP dengan sistem SIAK plus belum berjalan 100 persen. Dengan diterapkannya sistem KTP SIAK, diharapkan dapat mempersulit pemalsuan KTP.
Ria mensinyalir, kasus serupa tak ubahnya fenomena gunung es, sedikit yang muncul di permukaan, tapi banyak yang tak terungkap.
Di hari bersamaan nanti, penyidik Reskrim Poltabes Barelang menjadwalkan untuk melayangkan surat panggilan terhadap Dasrul Azwir.
Sebelumnya, Jeffridin ditangkap karena kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun dalam pemeriksaan, tersangka juga terlibat kasus pemalsuan dokumen, tersangka diketahui memiliki KTP Batam dengan nama Muhammad Taufiq. Tersangka mengaku, KTP yang dimiliknya diurus di Lubukbaja. Sebagai biaya pembuatan kartu kependudukan itu, ia mengaku membayar Rp500 ribu.
Kasat Reskrim Poltabes Barelang, Kompol Herry Heryawan mengaku, masih sedang mendalami kasus ini. “Masih proses,” katanya, kemarin.
Kanit I Sat Reskrim Poltabes Barelang AKP Endi Endiarto mengatakan, pemeriksaan sejauh ini masih fokus pada kasus KDRT.
Mengenai pengusutan pemalsuan dokumen, Endi mengaku akan melayangkan surat pemanggilan terhadap Dasrul Azwir untuk dimintai keterangannya seputar kepemilikan KTP tersangka. “Senin nanti kita layangkan panggilan,” katanya.
Seperti diberitakan, KTP Batam yang dimiliki pelaku dikeluarkan Kecamatan Lubukbaja tanggal 8 Mei 2007. KTP tersebut ditandatangani Dasrul Azwir yang saat itu menjabat sebagai Camat Lubukbaja. Alamat dalam KTP tersebut, pelaku tinggal di Perumahan Taman Kota Baloi, Kelurahan Tanjunguma.
Dasrul Azwir yang dikonfirmasi tentang penerbitan KTP Batam untuk WNA ini mengaku akan mengecek dulu kebenaran datanya. Dasrul yang saat ini menjabat Camat Batam Kota menyebutkan, bisa saja KTP tersebut palsu atau asli. “Saya cek dulu. Di mana alamat dan dari kelurahan mana,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (4/3) lalu. ***

5 thoughts on “Wawako dan Polisi Periksa Camat

  1. Pak wawako
    Gimana nasib pegawai kelurahan di kec Lubuk baja kemaren, yang memungut pungli ketika ada warga mau nikah. Dengan alasan sudah ketentuan kelurahan, yang diberitakan di koran minggu kmaren.
    Dengan pejabat daerah/kec/desa yang bermental kayak gini, dari negara mana aja, siapa saja pasti akan punya KTP batam. Ya dengan syarat duit duit.
    Saya usul adanya sockterapy pada pejabat2 yang nakal dengan pemberlakuan hukuman tegas, kalau perlu Pecat.
    Saya percaya, pak wawako masih punya nurani dan punya niat baik.
    Ayo pak tunjukkan visi pemberantasan korumpsi.
    Masih banyak praktek korupsi di batam, mudah sekali dilihat, proyek2 di batam banyak yang molor, banyak yang tidak sesuai dengan bestek, kualitas proyek yang murahan padahal anggaran besar.
    Koran cuma koar2 sekali, tapi habis gitu isu menghilang.

  2. Assalamualaikum Pak Ria

    Pemberitaan koran 2 hari ini saya terselip kekecewaan terhadap aparat pemerintah. Namun saya optimis dengan sikap Pak Wali dan Pak wawa dalam membina mental, akhlaq, pengetahuan jajarannya

    Saya punya usul nih…

    Saya rasa betul dikatakan Pak Wali dan Pak wawa, skill dan kemampuan para pegawai tidak lagi perlu diragukan, mengingat banyak pakar, DR, Master dan sarjana dan bahkan tenaga muda yang handal. Hanya saja kesadaran mental dan ahklaq saja yang perlu ditingkatkan.

    Usul saya…kebetulan alhamdulillah saya baru saja mengikuti training pengguggah kesadaran Ketuhanan. Training ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Banyak juga prusahaan di Muka Kuning dan Otorita mensubsidi alias membayarkan pegawainya. Tetapi amat disayangkan mengapa aparat Pemko sedikit sekali bahkan hanya sese/2 orang mengatasnamakan pribadi alias biaya sendiri. Bukankah di koran Menneg PAN merekomendasikan training ini.

    Mohon maaf pak bukan untuk bermaksud lain…hanya saja training ini insyaallah mudah2an mengatasi kebocoran APBD /korupsi “nauzubillah”, karena tiap2 pegawai merasa di awasi oleh Allah.

    Majubatam !!! Amin
    ———
    Hi Maju Batam, Assalammu ‘alaikum wrwb.
    Amiiin terimakasih atas comment dan Do’anya…usulan yang bagus… semoga bisa kita laksanakan diwaktu mendatang
    Thanks &Wassalam
    RIa

  3. Assalamualkum Wr. Wb,

    Usul nih, gimana rencana dulu ngajak semua Pegawai/aparat pemko Shalat jamaah, terus tobat rame2. saya rasa setelah di training di ESQ kalau pun nggak tobat sama saja.
    Therapy keimanan masih paling cocok untuk ini semua.

    Semoga niat baik kita terus di kabulkan oleh Allah…Amien..!

    fastabiqul Khairat
    —-
    Hi Pak Irwan, Assalammu ‘alaikum wrwb.
    Amiiin terimakasih atas comment dan Do’anya…usulan yang bagus… banyak juga masukan seperti ini sudah disampaikan semoga ini menjadi motivasi kita untuk bisa melaksanakannya diwaktu mendatang
    Thanks &Wassalam
    RIa

  4. iya pak ria saya setuju bawahannya segera dibina akhlaq. smoga mereka segera sadar. bukankah kita sebagai manusia harus saling mengingatkan…
    —-
    Mas Angga,
    Terimaksih atas kepedulianya.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  5. Saya rasa kalau faktor tobat semua pegawai pemko ingin…
    hanya saja sekarang ini faktor ekonomi yang membebani mereka…dan saya pun jarang menemukan orang yg jujur di pemko… ( mohon maaf sebelumnya ) sangaaaaat susah sekali, apalagi berhubungan dengan uang… wuiih ampun dech…apalagi di imigrasi ( bikin paspor ) waktu kerja… oknum imigrasi masih bisa mencari mangsa-nya di luar…
    padahal pak ria deket yach gedungnya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s