Menunjang Batam Sebagai Kota MICE

Senin, 10 Maret 2008Peresmian La Cruise Resto & Cafe.LA Cruise Resto & Cafe di Pintu Selatan Nagoya Hill, yang diresmikan Jum’at (7/3) lalu, tidak hanya menambah pilihan tempat berwisata kuliner bagi masyarakat Batam, juga akan ikut menunjang Batam sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Demikian ungkapan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika dalam sambutannya saat peresmian La Cruise Resto & Cafe di Nagoya Hill, Jum’at (7/3) lalu.

Ia juga menambahkan, kehadiran kafe dengan bentuk unik seperti kapal itu, akan menyukseskan Batam Visit 2010. “La Cruise Resto & Cafe akan menjadi salah satu tujuan bagi wisatawan dari luar yang datang ke Batam,” kata Ria.
Istimewanya, peresmian La Cruise Resto & Cafe tidak hanya dihadiri wakil walikota beserta istri.

Ketua DPRD Kota Batam Soerya Respationo dan istri juga ikut datang mencicipi menu khas La Cruise Resto & Cafe.

Selain itu tampak juga hadir anggota DPD RI asal Provinsi Kepri Aida Ismeth Abdullah, Kapoltes Barelang Slamet Riyanto, Ketua Apindo Abidin Hasibuan serta anggota DPRD dan pejabat Batam lainnya.
Acara peresmian kafe yang merupakan pengembangan Pondok Ikan Bakar (PIB) Batam Centre itu, berlangsung meriah. Terlihat dari jumlah tamu undangan yang datang hingga seribuan lebih.

Iringan musik secara live di dua tempat yakni di panggung luar dan di lantai satu kafe membuat suasana malam itu semakin semarak. Belum lagi antrian panjang dari tamu dan pengunjung yang ingin mencicipi kelezatan menu-menu yang disajikan La Cruise Resto & Cafe, ikut menambah ramai acara.
Peresmian ini semakin terlihat berbeda dengan ditekannya serine di dek kapal lantai dua sebanyak tiga kali. Serine yang menandai “berlayar” nya La Cruise Resto & Cafe. Tidak hanya itu, berlayarnya La Cruise Resto & Cafe juga dimeriahkan dengan pesta kembang api.
Pemilik La Cruise Resto & Cafe Lala, dalam sambutannya mengucap banyak terima kasih pada tamu dan undangan yang sudah berkenan hadir. Ia berharap, kehadiran La Cruise Resto & Cafe akan menambah daya tarik Batam bagi masyarakat luar.
“Mudah-mudahan kehadiran kafe ini bisa memberikan lebih banyak pilihan tempat makan bagi masyarakat Batam,” ungkap wanita yang terlihat anggun dalam balutan busana warna hitam.
Hingga akhir acara sekitar pukul sembilan malam, para tamu undangan masih terus berdatangan untuk menikmati suguhan beragam menu makanan dan suasana santai di resto berbentuk kapal ini. (wie)

2 thoughts on “Menunjang Batam Sebagai Kota MICE

  1. Ass, wr,wb. pak ria ikutan comment lagi nih,
    Ungkapan kota batam sebagai kota MICE untuk E yang terakhir Exhibition , saya belum merasakan hal itu, karena belum ada exhibition hall yang menjadi landmark kota batam, exhibition produk lokal seperti kepri, produk nasional maupun produk internasional bisa di pamerkan di exhibition hall untuk menarik minat investor dalam investasi di dalam negri khususnya di batam. pengelolaan exhibition dapat dilakukan oleh event organizer yang profesional . demikian comment yusran, terimakasih pak ria.
    —–
    Hi Pak Yusran, terimakasih atas kritikan yang konstruktif, bagus sekali.
    Kita memang belum menjadi Kota MICE 100% tapi akan menuju kesana, sebenarnya walaupun belum sekelas, Jakarta Convention Center atau Singapore Changi Expo, setidaknya Batam sudah punya hotel2 berbintang dan memiliki banyak Ball Room dan Juga kita memiliki Sumatra Promotion Center & Sport Hall yang juga besar. jadi untuk expo atau even kelas menengah sudah bisa di laksanakan di Batam.

    Bahkan dilihat kelengkapan yang ada, Batam dapat mendekati kelebihan2 yang dimiliki Jakarta & Bali, bahkan kedepan dalam rangka penatataan ruangan wilayah dan RDTR, Kota Batam juga akan menawarkan kepada Swasta untuk berinvestasi dibidang Conventiion Hall.

    Tapi sy setuju dimana pengemasan dan pengorganisasian Kegiatan2 (even) kita masih elum di kelola secara optimal.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Pak Ria salam kenal. Batam sebagai Kota MICE kedengarannya enak di kuping saja dan enak dotonton di media elektronik. Kalau Batam serius dijadikan kota Mice maka fasilitas pendukung (yang berhubungan dengan MICE) tidak ditumpuk di perkotaan saja.

    Sejujurnya fasilitas pendukung untuk pertemuan (unsur E) saja sudah membuat pusing organisasi yang berada dipinggiran. Kok bisa? ya. banyak kegiatan pertemuan yang ingin dilakukan di tingkat Kecamatan tidak maksimal karena tidak ada gedung pertemuan.

    Mengadakan acara di pusat kota membutuhkan biaya besar. jarak adalah biaya. fasilitas di tengah kota juga biaya, yang terjangkau bagi pengusaha dan kaum berduit.

    Bagaimana dengan rakyat kecil yang juga ingin melakukan pertemuan di tempat yang representatif.

    Batam belum bisa dikategorikan sebagai kota MICE bila salah unsurnya saja tidak memenuhi kriteria.

    Kalau Batam diniatkan sebagai kota MICE maka setiap kecamatan ada gedung pertemuan yang representatif. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan.

    Kebutuhan di tingkat Kecamatan berbeda dengan di tingkat kota. Di tingkat kota modelnya adalah seminar, workshop, pelatihan. Di tingkat kecamatan justru banyak digunakan untuk kegiatan seperti rapat kerja, pernikahan, ulang tahun organisasi dll.

    Sisa waktu bapak sebagai Batam 2 hingga 2011 masih ada. Tidak ada kata terlambat untuk memperhatikan masukan kami. Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan. Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s