Bachtiar: DPRD Asal PPP harus Bela Rakyat

Rabu, 12 Maret 2008
BATAM (BP) – Menjelang pemilu 2009, sejumlah partai politik mulai melakukan konsolidasi.Demikian juga dengan DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kepri, yang melakukan konsolidasi dan disejalankan dengan hari lahir (Harlah) PPP yang Ke-35, Senin (10/3) lalu bertempat di Asrama Haji Batam Centre, hadir Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPA) PPP Bachtiar Chamsyah. Selan itu, dua anggota DPD asal Kepri Aida Ismeth dan Idris Zaini.
Kemudian di jajaran eksekutif Kepri hadir Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan sejumlah kepala dinas dan badan Pemrov Kepri. Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika juga hadir. Tak ketinggalan ratusan kader PPP se-Kepri.
Dalam arahannya Bachtiar Chamsyah yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) menginginkan PPP Kepri meraih suara yang banyak dalam pemilu 2009.

“PPP sebagai partai yang berbasis Islam harus memperjuangkan kepentingan umat. Dengan mendapatkan 9 kursi, maka PPP dapat memperjuangkan kepentingan umat dalam pembangunan di Kepri,” kata Bachtiar.
Lebih lanjut dia mengingatkan agar anggota DPRD asal PPP harus memperjuangkan kepentingan orang banyak dalam setiap program pembangunan. Termasuk masalah pengalokasian proyek APBD.

“Untuk kepentingan masyarakat, DPRD harus berjuang.Jangan takut demi kepentigan umat. Sedangkan jika program APBD yang tak menyangkut kepentingan umat jangan diloloskan,” tegasnya.
Dalam acara tersebut, Bachtiar juga menyorot banyaknya partai baru yang bermunculan saat era demokrasi.

Memang, katanya, demokrasi membuat masyarakat mudah mendirikan partai baru, menyampaikan aspirasi dengan berdemo. Kemudian, dengan demokrasi DPRD bisa lebih kuat dari pada pemerintah.
Tapi yang penting, pinta Bachtiar, kader PPP Kepri jangan melakukan demontrasi di jalan dan merusak fasilitas publik. Jika ingin menyampai aspirasi, melalui DPRD dengan cara dialog.

Orang luar senang melihat kerusuhan di Kepri. Dengan banyaknya kerusuhan mengakibatkan investasi asing enggan masuk ke Kepri.
“Kader PPP harus menjaga agar situasi selalu kondusif. Sehingga investasi masuk dan tersedia lapangan pekerjaan,” katanya.
Sedangkan Ketua DPW PPP Kepri Ahars Sulaiman menjelaskan, saat ini pegurus PPP Kepri sudah memiliki pengurus sampai tingat RW dan RT.

Jika dikerahkan semuanya dalam pelaksanaan pemilu 2009, untuk pengurus saja sudah mencapai 150 ribu orang. “Melihat banyaknya pengurus PPP, 2009 saya yakin PPP mendapatkan 15 persen suara,” ucap.
Lain halnya degan Ismeth Abdullah.

Saat memberikan kata sambutan dalam acara itu, mantan Ketua Otorita Batam ini teringat dengan kisah sulitnya mencari kader PPP di tahun 1999. Dikala itu, kenang Ismeth, Ketua PPP Hamzah Haz berkunjung ke Batam.

Sebagai ketua Partai Hamzah Haz ingin ketemu dengan kader PPP. “Saya kesulitan mencari kader PPP. Mencari 20 orang saja susah. Karena waktu sudah mendesak, akhirnya saya minta pengawai OB meramaikan acara temu kader,” kata Ismeth yang disambut dengan tawa hadirin.
Tetapi kini, lanjut Ismeth, PPP sudah menjadi partai besar. Tak susah mengumpulkan kader PPP. Bahkan pada malam ini ada ratusan kader yang tak kebagian tempat di tempat. Ismeth berharap PPP menjadi partai yang memberikan andil dalam pembangunan Kepri melalui DPRD. (rob)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s