Tak Bisa Pastikan KTP Asli atau Palsu

Kamis, 13 Maret 2008
Dasrul Azwir Diperiksa 6,5 Jam
BATAM (BP) – Mantan Camat Lubukbaja yang saat ini menjabat Camat Batam Kota, Dasrul Azwir akhirnya diperiksa Unit I Sat Reskrim Poltabes Barelang dalam kasus pemalsuan dokumen warga negara Singapura, Jeffridin, Rabu (12/3) kemarin. Dasrul diperiksa 6,5 jam, mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB.Dasrul mengatakan, ia sudah melihat Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki Jeffridin, dengan nama Muhammad Taufiq. Ia tak bisa memastikan KTP itu asli atau palsu. Tanda tangan di KTP itu, katanya mirip dengan tanda tangan dirinya.
“Ya, KTP-nya sudah saya lihat. Kasus ini sedang ditangani polisi, jadi saya tak bisa pastikan KTP itu asli atau palsu,” kata Dasrul usai diperiksa sebagai saksi, kemarin.

Dalam pemeriksaan 6,5 jam itu, mantan Camat Galang ini menjawab 33 pertanyaan yang diajukan penyidik. Soal materi yang ditanya penyidik, Dasrul menyebutkan, selain soal KTP yang dimiliki tersangka, ia juga menjawab pertanyaan soal mekanisme penerbitan KTP. “Banyak sekali pertanyaan. Semuanya ditanya. Capek sekali,” akunya.
Dasrul mengatakan, ia menyerahkan kelanjutan kasus ini ke polisi. Bila dipanggil lagi, ia siap datang. Ia ingin kasus ini secepatnya dituntaskan. “Biar jelas. Saya juga mengecek ke Lubukbaja, soal proses penerbitan KTP tersangka,” ujarnya.
Salah seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, ada 33 pertanyaan yang diajukan pada Dasrul. Sedangkan, tersangka Jeffridin diperiksa mendapat 40 pertanyaan.
“Pak Dasrul kan saksi, cukup 33 pertanyaan. Kalau tersangka dijerat dua kasus. KDRT dan pemalsuan dokumen,” ujarnya yang menambahkan, kemungkinan Dasrul bisa dipanggil kembali.
Terpisah, Inspektorat Daerah Kota Batam mendapati kejanggalan pada KTP Jefridin yang kini berada di tangan polisi. KTP itu tidak memuat paraf sekcam atau staf kecamatan seperti lazimnya KTP lain. “Kita sudah lihat KTP-nya saat ke Poltabes tadi. Paraf sekcam tidak ada,” ucap Inspektur Inspektorat Daerah Kota Batam, Hartoyo Sirkoen.
Tidak adanya paraf sekcam atau staf kecamatan ini, sebut mantan Camat Sekupang, Yusfa Hendri memang bukan suatu keharusan. “Tidak wajib ada, tapi lazim dalam prosedur,” katanya.
Terkait masalah ini, inspektorat belum dapat memastikan apakah KTP itu asli atau palsu. Kedatangan inspektorat beserta Wakil Wali Kota Ria Saptarika ke Mapoltabes kemarin, bukan khusus untuk urusan ini, melainkan bersilaturahmi dan sosialisasi database SIAK.
Sejauh ini, tim inspektorat masih memeriksa dokumen-dokumen yang diajukan saat pembuatan KTP di Kecamatan Lubukbaja periode April-Mei. Jika nanti ditemukan berkasnya, maka orang yang menjalani proses akan dipanggil sebagai saksi.
Ria Saptarika juga menyebut ada kejanggalan dalam KTP dimaksud. Ria mengatakan, logo Pemko di KTP Jefridin, memuat tulisan ‘Kota Batam’ yang tidak serapi dua KTP lain yang dijadikan sebagai pembanding. “Serial number-nya juga memiliki format yang berbeda,” ucap Ria.
Serupa dengan ucapan Hartoyo, Ria pun tidak bisa memastikan apakah KTP tersebut asli atau palsu. “Kita tidak niat (cek KTP) jadi tidak bisa memastikan,” katanya.
Kedatangan Ria ke Mapoltabes sekaligus untuk memberi shock therapy kepada masyarakat yang menyalahgunakan data kependudukan. (dea/ary)

2 thoughts on “Tak Bisa Pastikan KTP Asli atau Palsu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s