Dahlan Optimis, Ria Pesimis

Jumat, 14 Maret 2008
Target Batam Bebas Banjir Tahun 2010
BATAM (BP) – PIMPINAN Pemko Batam kembali “tak seirama”. Kali ini, soal target penuntasan banjir. Jika Wali Kota Ahmad Dahlan menargetkan 2010 Batam bebas banjir, Wakil Wali Kota Ria Saptarika justru pesimis banjir tuntas 2010.Apalagi, dengan kondisi Batam yang serba tambal sulam. Cut and fill di mana-mana, termasuk lahan terbuka yang dibuat developer. Semua mengakibatkan kondisi rentan banjir.
“Cut and fill tak sesuai standar masih jalan. Masalah (banjir) tidak akan selesai 2010,” katanya usai meninjau beberapa titik banjir, kemarin.
Belum lagi masalah dana. Jika penuntasan banjir semata-mata menggunakan anggaran APBD, akan semakin susah. Yang diperlukan adalah koordinasi antara pemerintah dengan pihak terkait, seperti OB dan pengembang.

“Mekanisme koordinasi sudah ada. Yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan,” jelas Ria kepada wartawan, kemarin.
Peraturan daerah yang ada, bisa memacu percepatan penuntasan banjir. Tapi tetap, imbuh Ria, semua pihak diharap membantu. Namun kembali saat ditanya apakah ia optimis Batam bebas banjir di 2010, Ria tak langsung menjawab, “Ya..kita harap kerjasamanya. Kalau selesai 100 persen mungkin belum,” katanya.
Banjir yang menimpa Kecamatan Sagulung, Rabu (12/3) lalu, dikarenakan air di Kecamatan Batuaji, hampir seluruhnya mengalir ke Sagulung. Sehingga, kecamatan berpenduduk terpadat di Batam itu terendam air.
Menurut Camat Sagulung Zulkifli, hal ini terjadi karena penataan drainase yang belum maksimal. Akibatnya, air yang seharusnya mengalir ke tempat yang telah direncanakan, menjadi tidak terarah.
“Ada beberapa titik yang membuat air dari Batuaji masuk ke Sagulung. Mulai dari SP Plaza, Perumahan Villa Mukakuning, jembatan primer, dan beberapa titik lainnya,” kata Zulkifli.
Ia menjelaskan, semua aliran air tersebut masuk ke Sagulung dan akhirnya bermuara ke laut. Namun dalam proses pengairan tersebut, drainase di Sagulung tidak dapat menampung semua air itu. Ditambah gorong-gorong yang ada, terlalu kecil. “Seperti di daerah perumahan Vila Mukakuning. Meluapnya air di sana, akibat gorong-gorong yang dibagun tidak dapat menampung air hujan yang mengalir,” ujarnya.
Untuk itu, Zulkifli berharap pada tahun 2008 ini, pembanguan drainase di tempatnya dapat dilakukan dengan penataan yang benar. Sehingga, air yang masuk dari Batuaji, dapat disalurkan tanpa terjadi luapan.
Pihak Otorita Batam (OB) berjanji untuk merealisasikan pembangunan drainase di beberapa tempat, seperti Batuaji, Tanjungpiayu, depan MKGR, depan Perumahan Sukajadi, dan ke arah Bandara. “Di sana, salurannya diperbaiki,” kata Direktur Pembangunan Otorita Batam, I Wayan Subawa, kemarin.
Salah satu upaya penanggulangan banjir yang terihat dampaknya, yakni di kawasan Simpang Jam. Kini, kawasan tersebut bisa dikatakan bebas dari banjir, berbeda dengan sebelumnya. “Ketinggian jalan sudah ditambah, drainase diperluas,” katanya.
Upaya menanggulangi banjir di Batam, kata Wayan, pihak OB selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam. Itu dilakukan sebelum tahun anggaran.
Menurut I Wayan, drainase menjadi prioritas mengingat keberadaannya juga mempengaruhi kondisi jalan raya. “Jadi kita buat drainase dulu, baru jalan diperbaiki,” ujarnya.

Mau Pindah Tak Punya Rumah
Wakil Wali Kota, Ria Saptrika, kemarin, sempat meninjau beberapa lokasi titik banjir di Tanjungucang, Perumahan Kodim 0316 Batuaji, Tiban Ayu, dan Sagulung.
Genangan air terparah terlihat di depan perumahan Citra Indomas di jalan menuju PT Pan United dan Nan Indah, Tanjunguncang. Hingga pukul 11.00 WIB, jalan masih digenangi air. Penyebabnya, kata seorang warga, Imam, akibat tertimbunnya saluran air di depan perumahan akibat pendirian bangunan baru.
Warga lain Fuad, mengatakan, ratusan karyawan terpaksa bolos kerja. “Mobil saja tidak bisa lewat,” katanya.
Pengamatan Batam Pos, kemarin, sebuah kendaraan roda dua nyaris jatuh terperosok karena tak mengetahui ada lobang di jalan yang tertutup genangan air. Sebagai upaya penanggulangan, kontraktor telah diminta membuat saluran sementara di depan perumahan. “Kalau tidak dialirkan ke sini, bisa tak surut airnya,” ujar Imam.
Untuk masalah ini, Ria telah menginstruksikan dinas terkait agar memastikan drainase dibuat sesuai aturan. “Sekurang-kurangnya seperti tadi,” katanya.
Rombongan Wawako juga mengunjungi Perumahan Kodim 0136, Kelurahan Sungai Beliang, Batuaji, ada 23 rumah yang menyisakan bekas genangan air sekitar 60 sentimeter.
Kasmiah, seorang bidan yang sudah 6 tahun mendiami rumah ini, mengaku terpaksa membetahkan diri. “Meski langganan banjir, dikuat-kuatkan. Pindah, tak punya rumah,” katanya. Di dalam rumah yang sekaligus tempat praktiknya, telihat obat yang ditumpuk di rak bagian atas. Bergitu pula barang-barang lain, semua ditinggikan.
Pemandangan serupa terlihat pula di Kelurahan Sungai Pelunggut, Sagulung. Dari penuturan Ketua LPM setempat Ibrahim, bajir turut dipicu air pasang. “Tidak hujan saja air pasang nyaris sampai ke jalan,” katanya dan meminta bantuan peminjaman beko.
Untuk lokasi ini, Ria mengatakan penyesalannya belum dapat membantu. Masalahnya, lagi-lagi terkait dana. “Kalau peminjaman alat sehari-dua hari, bisa kita usahakan. Tapi kalau untuk air pasang ini, sudah proyek namanya. Dananya belum ada,” tukas Ria.
Sementera itu menurut Ketua RT 5 RW 7, Kampung Agas, Sekupang, Yuito, rumah yang terendam mencapai 40 rumah. Memang kerugian akibat banjir tak terlalu besar nilainya. Hanya saja, alat kebutuhan rumah tangga seperti piring, kasur dan karpet milik warga banyak yang rusak terendam air.
“Warga tak banyak yang memiliki kulkas, dan alat eletronik, kerugian pun tak terlalu besar. Kejadian banjir, sudah sering terjadi,” akunya.
Warga lain seperti Benyaminm sibuk menjemur seluruh kasurnya yang terkena air. Sampai saat ini dia bersama temannya hanya bisa berjaga malam, tak bisa tidur beralaskan kasur.
Sedangkan perumahan di Taman Asri yang juga sempat mengalami banjir masih terlihat kotor. Masih ada bekas-bekas banjir seperti sampah berserakan di jalan. Sedangkan tembok besar penahan air yang sempat jebol belum diperbaiki. Bekas batako tembok setinggi 1,5 meter itu masih berserakan di jalan.
Hamidah, warga setempat mengatakan, Taman Asri memang sering banjir jika hujan lebat. Kalau curah hujan kecil, tidak terjadi banjir. (ary/mat/why/rob)

2 thoughts on “Dahlan Optimis, Ria Pesimis

  1. Assalamualaikum wr,wb,
    Pak ria , masukan saya dalam hal banjir adalah :
    Prasarana pengendalian banjir perkotaan dan prasarana drainase perkotaan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan baik dalam perencanaan konstruksi maupun dalam operasi pemeliharaannya, hal ini diperlukan untuk mencapai efektifitas pembuangan limpasan air hujan melindungi kawasan perkotaan dari genangan air.
    beberapa yang dapat dilakukan :
    1. Mempertahankan Ruang Terbuka Hijau (RTH) mulai
    dari Lingkungan rumah sendiri, pembuatan sumur
    resapan yang bermanfaat sebagai pengurangan
    genangan banjir.
    2. Membuat Perda & Peraturan bangunan baru yang
    tidak ber IMB yang berdiri diatas tanah tidak sesuai
    peruntukan, berada diatas tanah saluran drainase.
    3. menetapkan suatu kawasan menjadi daerah resa
    pan air yang pada umumnya berada disebelah hulu
    daerah yang dimanfaatkan sebagai aktifitas kehidu
    pan sehari hari.
    4. Alternatif solusi dengan memanfaatkan sumur pe
    resapan air hujan utuk gedung, parit resapan air
    untuk jalan , serta vegetatif yaitu jalur hijau.

    demikian masukan untuk pak ria,
    Wasssalamulaikum wr. wb.
    Yusran.
    —–
    Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih masukannya Pak Yusron, semuanya sangat mengena tidak ada yang tak mungkin, tinggal bagaimana kita memulainya… sy akan jadikan ini bahan diskusi di Internal kami.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Awalilah hari hari anda dengan sikap optimis dan pikiran positif.
    Jauhkan sikap curiga dan fanatisme murahan.
    Siapa sangka Batam bisa menjadi kota metropolitan seperti saat ini yang awalnya hutan belantara dan dihuni hanya beberapa keluarga. Sikap optimisme dari Bapak Bapak pemrakarsa pembangunan Batam dan perjuangan pekerja perantau yang menjauhkan sikap malas dan tidak menginginkan sesuatu itu dengan gratis yang menjadikan Batam salah satu wilayah pertumbuhan ekonomi paling cepat di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s