Ria Kecewa dengan Boulevard

Minggu, 16 Maret 2008
JODOH — Wakil Walikota Batam Ria Saptarika mengaku kecewa dengan pembangunan Boulevar Jodoh yang sangat lamban. Akibatnya, menghambat perkembangan perekonomian di kawasan tersebut karena banyak pedagang yang mengalami pengurangan omset bahkan sejumlah toko dan hotel melati terpaksa tutup. Kekecewaan tersebut diungkapkan Ria saat melakukan sidak kekawasan Boulevard Jodoh, Jum’at (14/3) kemarin sebagai tindak lanjut dari pengaduan Himpunan Pengusaha Tanjungpantun (Hiptun) kepadanya beberapa waktu lalu.”Kita sangat prihatin lambatnya pembangunan ini berjalan, boulevard ini sebenarnya akan menjado icon Batam, kenyataanya belum selesai, malah mematikan usaha lain,” ujarnya kepada Sijori Mandiri.

Untuk itu, dalam kunjungan yang mana ia membawa serta tim Pemko Batam untuk meninjau lansung lokasi tersebut. Dari penuturannya dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, M. Yazid, Ria meminta agar dibukanya kembali jalur yang mudah untuk akses pengunjung kekawasan boulevar yang selama ini ditutup. Hal ini dilakukan agar usaha-usaha yang ada di dalam kawasan pembangunan boulevard tidak terlalu merosot seperti sekarang.

“Kita carikan win-win solution untuk ini, karena selama pembeli seolah kesulitan mengakses meskipun ada pintu masuk,” ujar Ria.

Disebutkan Ria, berdasarkan dialognya dengan Pimpinan Cabang PT. Rosa Lisca Jadiman Pangaribuan sebagai pemenang tender proyek senilai Rp2,8 Miliyar dari Provinsi Kepri dikawasan tersebut, Jadiman mengeluhkan kekurangan anggaran. Hal ini menurut Ria tidak bisa dijadikan alasan sebagai bentuk keterlambatan proyek tersebut, karena sebelum memutuskan untuk mengambil proyek, pemenang tender seharusnya sudah bisa menebak berapa dana yang diperlukannya untuk proyek itu.

Ketika ditanyakan hal itu secara lansung kepada Jadiman, ia mengatakan salah satu kesulitannya memang itu. Selain itu, Jadiman juga mengeluhkan pembebasan lokasi yang lambat dari seharusnya, sehingga proyek yang seharusnya dikerjakan 120 hari menjadi lebih dari 200 hari.

“Kami baru bisa bekerja 20 September 2007, sementara kami harus menyelesaikannya akhir tahun 2007, mana bisa kami penuhi,” sebutnya.

Namun sebagai konpensasi, Pemrov Kepri sebagai pihak pemilik proyek telah memberinya adendum pertama hingga 16 Maret 2008 ini. Karena pekerjaan belum juga selesai, pihaknya telah mengajukan adendum kedua, dan itu sedang di proses. (sm/an)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s