Wawako Tertarik Tiru Penerapan e-Gov Model Malaysia di Batam

Dekan Fakultas Computer Science UTM Malaysia

BATAM– Wakil Wali Kota Batam, Ir Ria Saptarika, Selasa pagi (17/3/2008) terlibat pembicaraan yang cukup sengit, saat menerima kunjungan dekan fakultas Ilmu Komputer dan konsultan IT Universitas Tekhnologi Malaysia (UTM) di Johor Bahru. Pertemuan tersebut semakin terlihat akrab, karena rupanya system jaringan e-government untuk pusat pemerintahan di Kuala Lumpur, Malaysia sepenuhnya ditangani para pakar IT-UTM.

Didalam pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Badan Kominfo Kota Batam, Kepala Badan Kepegawaian Daerah serta Kepala Dinas Perindag dan Kabag Humas Pemerintah Kota Batam tersebut, ditawarkan juga oleh pihak UTM, system pengembangan jaringan e-gov Pemko Batam.

Bila dilihat dari presentasi yang disampaikan para pakar IT UTM , system e-gov yang ditawarkan lebih menyerupai konsep dan strategi pengembangan sistem e-government yang mereka tangani di Dewan Banda Raya Kuala Lumpur , termasuk jaringan IT dan portal resmi Departemen Pertahanan (Dephan) Negara Kerajaan Malaysia.

“Frame Work yang kami tawarkan ini sudah diimplementasikan sesuai standar informasi strategis di Malaysia. Khusus pengembangan e-gov di Batam, kami siap untuk melakukan perubahan, dan menyesuaikannya dengan kepentingan bisnis dan investasi yang ada di bandar raya Batam ,”sebut Mohammad Isa bin Desa, konsultan IT UTM Johor Bahru Malaysia.

Dalam pertemuan itu juga mereka jelaskan kepada Wakil Wali Kota bahwa, dalam membangun sistem informasi pemerintahan berbasis e-gov, political will dan komitmen untuk masuk ke sistem ini harus satu mindset. Urusan mengupgrade SDM, katanya bisa ditangani lewat pendidikan atau pelatihan.

“Malaysia butuh waktu lima tahun untuk merubah prilaku masyarakatnya. Tapi karena sedikit dipaksa, akhirnya, system ini telah begitu familiar kami gunakan. Termasuk dalam transaksi bisnis, izin kerajaan, keimigrasian, Kepolisian, hingga data kependudukan warga negara Malaysia,” sebut Isa.

Setelah menerima berbagai masukan yang disampaikan, Wakil Wali Kota mengaku puas atas penjelasan yang disampaikan pakar IT UTM. Bahkan ia secara gamblang mengakui untuk menerapkan konsep yang hampir sama dengan sistem e-gov Pemerintah Kota Batam.

“Saya berterimakasih atas masukan Anda. Soal komitmen itu jelas. Kami akan memantapkan bidang ini, dan saya sudah diserahi tugas untuk ini. Kendala yang cukup berat yang kami rasakan itu yaitu soal kemampuan anggaran dan SDM saja,” sebut Ria.

Adapun pihak UTM yang berkunjung dan melakukan dialog IT dengan Wawako antara lain, Prof Hannan, DR.Hariluddin dan Nck Raja Khairuddin. (*)

5 thoughts on “Wawako Tertarik Tiru Penerapan e-Gov Model Malaysia di Batam

  1. sips, saya tunggu pak kapan di batam jalan, malay butuh 5th krn mereka yg mulai, nah dibatam krn meniru seharusnya kurang dr itu🙂
    ——-
    lama ngak baca commentnya mas Geblek nih, kangen juga…. eh btw: kapan nih Kopdar berikunya untuk BBC.
    Bicara soal IT Batam, biar kita kebut terus…….
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. assalamualaikum Wr. Wb.
    Mantappp…! The Show must go on……, bahkan kalau boleh karena kita terlambat, kita pakai system terkini saja, biar nggak jauh ketinggalan. Pokoknya ” Man jada wa jada…”
    Jangan lupa pak, “Human Resources”-nya sekalian biar compatible dengan instrument yang di pakai.

    fastabiqul khairat.

    Wassalam
    ——-
    Good support. Thanks allot
    Wassalam
    Ria

  3. Assalamualaikum. Wr Wb
    Kami Pemuda Muhammadiyah Batam sangat mensupport projek ini. Kalau dapat segera di sosialisasikan, oya pak anggota dewan kepri sudah melihat sistem ini di salah satu kabupaten di Bali. Dan hasilnya sangat memuaskan.
    Wassalam
    Fastabiqul khairat

    iqbal
    Pemuda muhammadiyah Batam

  4. Yupz saya setuju untuk memakai sistem terkini dan selalu yang Update.

    Boleh saja Pak Ria tertarik meniru system Malaysia, Tapi yang nangani tetap anak2 Indonesia sendiri.
    Untuk IT Anak Indonesia gak kalah kok sama Anak Malaysia.

    MAJU E-Gov Indonesia !
    ——–
    Hi Bang Irwin, terimakasih atas comment nya.
    Good, setuju banget! bahkan banyak tuh SDM kita Indonesian yang secara profesional bekerja di sono baik sebagai IT consultant, bahkan Dosen.
    Hidup Indonesia… Merdeka!!!!!!!!!

    Thanks & Wassalalm
    Ria

  5. Menurut pengalaman saya di beberapa proyek eGov, yang harus diperhatikan ttg pembangunan EGov adalah sbb:
    1. Grand design/Master Plan eGov harus dikonsep lebih dulu. Apa saja yang dibuat dulu, pertimbangan stategis dan detail spesifikasi program yang dibuat.
    2. Visi Manfaat, harus bermanfaat memudahkan /mempercepat pekerjaan, membuka info seluas2nya buat rakyat.
    3. Komitmen, eGov menjadi sarana stategis pemerintahan. Sudah ada contoh konkrit : Sragen (http://sahabatsilat.com/forum/index.php?PHPSESSID=c4b3691912a3f8b3c0e1f6602f02ec08&topic=527.msg9530#msg9530)
    4. IT itu murah, jadi jangan dimarkup mahal. Sekarang sudah banyak bertebaran program2 opensource (insya ALLAH inprogress buat opensource software sekolah).
    5. IT Konsultan yang bertanggung jawab, banyak konsultan yang lari jika ada problem pada produknya, sedangkan belum ada handover ke pemda. Sehingga softwarenya tidak dipakai lagi.
    6. Visi Integrasi aplikasi, di beberapa pemda, software berdiri sendiri2, sehingga butuh banyak resource dan maintenance, userpun pasti bingung.
    7. Updating data secara uptodate, Security dan maintenance yang teratur, jangan sampek dihack atau dirusak pihak luar.

    Semoga batam menjadi kota cyber, sesuai dengan visinya.
    Sehingga rakyat batam semakin mudah mengurus administasi birokrasi yang super ribet.

    younan setya
    ———
    Terimakasih pak Younan, Ur Absolutely right!… saat sy membaca comment Pak Younan, sy tersenyum..🙂 terutama saat membaca super ribet tsb.
    Persis apa yang di sampaikan anda adalah concern kami… But sy kira kita sepakat di Batam ini sangat beda dengan daerah lainnya… sedangkan sy sebagai orang ke-2 di Pemko Batam (Mohn maaf… memakai kata tsb) yang sudah turun tangan dan ikut bersama-sama nyebur, Sulit… (Namun sampai detik ini sy masih optimis dan semangat serta terus bekerja keras) sy nggak bayangkan apa jadinya apabila sy tidak turun tangan langsung dan tdk memiliki perhatian dan komitmen… wah! kacau!🙂🙂🙂
    BTW: Dukung terus kami dan teruslah kritis yang konstruktif.
    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s