Hutan Nongsa Jadi Kebun Binatang

BATAM, TRIBUN – DPRD Batam akhirnya mengesahkan Ranperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) menjadi Perda di kantor DPRD Batam, Rabu (19/3). Ada beberapa poin menarik yang dihasilkan dalam keputusan tersebut.
Poin terbaru yakni pengalokasian 80-100 hektare lahan di hutan Nongsa menjadi kebun binatang. Hanya saja sejauh ini belum diperoleh kepastian konsep yang akan dikembangkan.

Wakil Ketua Pansus Ranperda RTRW Muhammad Zilzal mengungkapkan, nantinya masih akan dibentuk Perda Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).”Perda inilah yang akan mengatur secara detil alokasi lahan,” ujar Zilzal.

Dalam pandangan akhirnya, sembilan fraksi-fraksi di dewan menyatakan setuju Ranperda RTRW itu  dijadikan Perda. Semua menyebut sudah sesuai dengan harapan. Pembahasan mengakomodir beberapa hal yang sangat prinsip.

Muhammad Zilzal dari PKS menyebut menyetujui  Ranperda menjadi Perda dengan beberapa catatan yakni  mengakomodir permasalahan kampung tua,  menyediakan  kawasan pertanian yang kepemilikannya dimiliki Pemko di satu kawasan di luar pulau Batam.
Perlu kajian terhadap dampak pencemaran industri perkapalan akibat kebijakan pemerintah. Sehingga dapat diketahui secara pasti radius pencemaran yang merugikan terhadap ekosistem dan biota laut karena berpengaruh pada kehidupan biota laut dan penghidupan nelayan tradisional.
Kepala Bapeko Batam Wan Darussalam mengatakan ada beberapa pulau yang akan dijadikan potensial tambang. “Saya lupa tapi tidak sampai 10 pulau. Pulau itu akan  dikunci dalam perda RTRW. Kalau pulau itu sudah selesai digali untuk mencari bauksit maupun pasir darat, pihak pengusaha harus mengusahakan pulau itu agar bisa ditanami untuk pertanian, tidak boleh ditinggalkan begitu saja,” kata Wan Darussalam.
Lahan yang disiapkan untuk pertanian diantaranya di Rempang, Galang baru, Pulau Bulan, Kepala Jeri dan pulau yang khusus untuk itu sesuai kajian pertanian.
Walau Perda RTRW Kota Batam 2008-2028  sudah disahkan, masih menunggu  persetujuan  dari provinsi maupun pusat terkait substansi perda itu. Perda tersebut akan ditinjau setiap lima tahun sekali.
Wakil Wali Kota Ria Saptarika mengatakan menyetujui pengesahan perda RTRW itu dan diharapkan bisa dijalankan  dengan baik. “Kita tunggu persetujuan dari pusat. Selanjutnya pembangunan di Batam akan mengacu kepada RTRW itu,” katanya.
Sidang paripurna tersebut termasuk pemecah rekor. Selama ini jumlah anggota dewan yang hadir untuk menyetujui ranperda yang dibahas di pansus  rata-rata 25-27 orang yang hadir. Namun  untuk  menyetujui ranperda RTRW ini anggota dewan yang hadir sebanyak 38 orang.(hat)

5 thoughts on “Hutan Nongsa Jadi Kebun Binatang

  1. Ass, wr wb, pak ria
    kemarin di trans tivi saya baru tahu kalau ada huta wisata dan kebun binatang mini mata kucing, apa nantinya juga di pindahkan ke kebun binatang nongsa?
    Ya memang Ranperda RTRW menjadi Perda suatu hal yang patut dilakukan agar tataruang pulau batam bisa dilakukan dengan arah yang jelas, perlu diperhatikan perbandingan luas tata ruang hijau dengan luas pulau batam secara keseluruhan, paling tidak tata ruang hijau dan ruang permukiman sekitar 30 – 40 % dari luas pulau batam. dengan kebijakan tersebut konservasi lingkungan tetap terjaga ,
    juga dalam pelaksanaan perda RTRW tersebut di lakukan denda bagi pelanggar perda tersebut,
    Wassalamualaikum wr wb.
    Yusran.
    —–
    Ya Pak Yusron, terimakasih Insya Allah Kota Batam sdh memiliki 30% ruang terbuka hijau pada RTRW yang baru.
    Wassalam
    Ria

  2. ass.Pak Ria, mengenai hutan Nongsa yang di ubah jadi kebun binatang, mohon penjelasan detailnya sperti apa. ? di dalam perda RT/RW yg baru ini. karena hal tersebut sgt sensitif mengingat kalau area hutan yg di maksudkan di dalam Perda RT/RW tersebut mencangkup area pinggiran DAM Duri angkang yg nota bone nya ada terdapat sangat buaanyak ternak babi. kita takutnya, nanti jgn2 ?..?..memang sih kebun binatang, tapi kebun binatang satu jenis aja yaitu Babi, alias ternak babi..Syukron&Wassallam
    ——
    Betul… masukan ini sudah banyak disampaikan masyarakat Batam
    Thanks & Wassalam
    Ria

  3. dimana bisa dapatkan laporan RTRW (download)

    terimakasih

    Bukhari
    ———–
    Hi Pak Bukhari,
    Perda RT/RW Pemko Batam saat ini tengah menunggu persetujuan Mentri So, belum ada yg di publikasi karena belum officially approved.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  4. Ass p ria, saya warga kampung tua belian saat ini saya mau menanyakan status kampung tua ini.apakah ada pengukuran dari dinas pertanahan dan kalau sudah berapakah luas lahan nya.sebelumnya saya dapat informasi dari walikota sebelumnya luas lahan 206 hektar.tapi satelah itu ada penyusutan menjadi 3.9 hektar.

    terima kasih

    Budi
    ——–
    Hi Mas Budi,
    Terimakasih atas comment dan pertanyaannya.
    Untuk menjawab ini Insya Allah akan saya berikan setelah kami dapatkan penjelasan dari dinas terkait.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  5. Ass P ria
    Saya ingin mendapatkan site plan kampung tua belian
    apakah bapak bisa bantu saya untuk mendapatkan nya?

    Terimakasih & wassalam
    Budi
    ———
    Assalammu’alaikum wrwb.
    Pak Budi, silahkan anda sampaikan permohonan dan alasan tertulis ke Badan Pertanahan Kota Batam.
    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s