PDIP Tolak Listrik Naik

Kamis, 20 Maret 2008BATAM, TRIBUN – Rencana PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam menaikkan tarif listrik untuk masyarakat Batam, ditentang keras oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sekretaris Fraksi Ruslan Kasbulatov, menyebut kenaikan tersebut akan membebani masyarakat.

Oleh karena itu, ia meminta PLN mempublikasikan neraca keuangannya. Sehingga bisa diketahui apakah rugi atau untung selama tiga tahun terakhir ini.

“Kita melihat PLN belum melakukan itu tapi sudah berencana menaikkan tarif listrik. Saya tidak setuju kenaikan ini. Dengan tidak naiknya tarif ini apakah PLN jadi rugi,” kata Ruslan dengan nada setengah bertanya, Rabu (19/3).
Ketua Fraksi PDIP Sahat Sianturi mengatakan, tidak setuju kenaikan itu. “Fraksi PDIP sepakat menolak tarif itu karena tidak ada transparansi,” katanya.

PT PLN telah menawarkan empat skenario penyesuaian tarif di hadapan Anggota Komisi III DPRD Batam. PLN merasa perlu menaikkan tarif antara 5-25 persen menyusul kontrak baru harga gas.

Harga gas PLN sesuai dengan peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai 5,69 dolar AS/million british thermal units (Mmbu) atau mengalami kenaikan 3,38 dolar AS/MMbu yang berlaku pada 2007 lalu.

Humas PLN Batam, Ade Sulistiwaty mengatakan, penyesuaian tarif ini tidak akan terjadi kenaikan gaji karyawan. Kendati saat ini formula gaji karyawan termasuk rendah untuk ukuran perusahaan besar. Gaji pegawai tetap sebesar 4,97 persen dari komposisi biaya operasional. “Kita tidak akan merencanakan kenaikan gaji,” ujar Ade.

Wakil Wali Kota, Ria Saptarika mengatakan tidak masalah PLN menaikkan tarif itu, asalkan tidak memberatkan rumah menengah ke bawah. “PLN sudah berkonsultasi dan menjelaskan kondisi yang dihadapinya saat ini. Kalau mereka tidak menaikkan tarif tentu akan sulit melakukan investasi. Hanya saja jangan sampai memberatkan,” kata Ria.

Empat skenario penyesuaian yang diusulkan yakni pertama tarif sosial tidak naik, tapi biaya beban akan naik mengikuti biaya beban di Tarakan, Kalimantan. Lalu, tarif rumah tangga tidak naik, biaya beban mengikuti biaya beban Tarakan. Selanjutnya tarif bisnis naik (B1) dan (B2) sebesar 20 persen sedangkan B3 naik mencapai 25 persen. Kemudian tarif industri naik masing-masing sebesar 10 persen. Sedangkan tarif pemerintah (P1) naik 10 persen, lalu P2 dan P3 mengalami kenaikan sampai 15 persen.

Sementara itu untuk skenario kedua, tarif sosial tidak naik kecuali S3 naik 10 persen dan biaya beban naik mengikuti Tarakan. Tarif rumah tangga (R1/2200VA) naik 5 persen dan biaya beban naik mengikuti kenaikan tarif. Sedangkan R2 naik 16,5 persen dan R3 naik 17,5 persen. Kemudian tarif bisnis (B1/1.300VA) naik 10 persen dan (B1/2200VA0 naik 15 persen. B2 naik 17,5 persen sedangkan B3 naik 19 persen.

Tarif lainnya yang akan naik adalah tarif industri I-1 dan I-2 naik masing-masing sebesar 12,5 persen, sedangkan I-3 dan I-4 naik 14 persen. Tarif pemerintah P2 dan P3 naik 15 persen. Biaya beban selain S3 naik mengikuti kenaikan tarif. Untuk diketahui biaya beban (BB)yang akan naik dari Rp 25 ribu saat ini menjadi Rp 32.500 sesuai Tarakan. Ada kenaikan sebesar Rp 7.500 per kWh.

Berikutnya skenario ketiga tarif sosial tidak naik, kecuali S3 naik 15 persen dan biaya beban mengikuti biaya Tarakan. Tarif tumah tangga (R1/2200VA) naik 10 persen dan biaya beban naik mengikuti kenaikan tarif. Sedangkan R2 dan R3 naik masing-masing 17,5 persen.

Tarif bisnis B1 naik 5 persen, B2 naik 17,5 persen sedangkan B3 mengalami kenaikan 19 persen. Kemudian tarif industri naik masing-masing sebesar 13,5 persen. Lalu, tarif pemerintah naik 17,5 persen sedangkan biaya beban selain S3 naik mengikuti kenaikan tarif.

Kemudian skenario empat tarif sosial tidak naik kecuali S3 naik 10 persen dan biaya beban mengikuti biaya Tarakan. Tarif rumah tangga R1 naik 5 persen, R2 naik 10 persen dan R3 naik 15 persen. Tarif bisnis B1/1300VA naik 5 persen, B1/2200VA naik 10 persen, B2 naik 20 persen dan B3 naik 22 persen.

Selanjutnya tarif industri I-1 tidak naik, kecuali I-2,I-3 dan I-4 naik masing-masing sebesar 13 persen. Tarif pemerintah P2 dan P3 naik masing-masing sebesar 17,5 persen, Sementara biaya beban selain S3 naik mengikuti kenaikan tarif.(hat)

One thought on “PDIP Tolak Listrik Naik

  1. Ass, wr wb,
    Berat memang dengan kenaikan harga BBM dengan kenaikan saat ini mencapai US$ 111, dilematis bagi pemerintah kota batam dan industri.
    jalan tengah dilakukan kenaikan harga PLN hanya untuk industri dengan kompromi terlebih dahulu dengan industri dan tidak menaikan harga untuk rumah tinggal menengah kebawah.
    Wass wr wb.
    Yusran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s