Ria Tertarik Lestarikan Karang Biru

BATAM, TRIBUN – Pemerintah Batam akan melestarikan blue coral (karang biru-red) di Pulau Abang. Jenis karang langka ini diyakini merupakan karang yang berguna untuk bidang medis.

Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika bakal menilik keberadaan karang biru, Kamis (27/3) nanti. ”Kita akan menjaga agar tanaman itu, terhindar dari tangan-tangan jahil,” katanya  Kepala Dinas KP2K Suhartini.

Penanganan terumbu karang nantinya bakal diatur dalam Ranperda terumbu karang yang saat ini sedang dibahas dalam tingkat pansus.

Saat ini Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Batam, memetakan tujuh kawasan  pulau untuk dijadikan konservasi laut. Ketujuh  kawasan itu adalah perairan Petong, Pulau Abang,   Pulau Ngoan, Galang Baru, Pulau Sembur  di Kampung Baru, Pulau Karas,  Mubut Laut dan  Air Saga.

Hasil penelitian  ditujuh wilayah tersebut  terumbu karang  masih bagus  sehingga ikan-ikan bisa berkembang biak dengan baik. Trumbu karang di Pulau Abang 56-61 persen didominasi pasir, 15 sampai 20 persen  terdiri dari batu sedangkan sisanya terdiri dari alga dan sigris (rumput laut).
Sekretaris proyek  Core Map, Witono saat hearing dengan Komisi II beberapa waktu lalu, mengatakan hasil penelitian  terhadap biota laut dan terumbu karang  ketujuh kawasan tersebut  sangat cocok dijadikan kawasan korservasi laut.
“Kita ingin tempat itu menjadi wisata bahari. Wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan  laut, baik ikan-ikan dan terumbu karang. Ikan yang lebih mendominasi adalah  ikan kerapu, kakap merah, ikan merah, ekor kuning, ikan delah, ikan lebam dan lain-lain,” papar Witono.
Bahkan terumbu karang di pulau Abang terbagus di Indonesia, jika dibanding dengan  Tapanuli, Nias, Sumatera Barat, Mapur, Natuna termasuk Bunaken. Luas wilayah Karas mencapai 1.052 hektar sedangkan Pulau Abang mencapai 127 hektare.
Hasil penelitian dan pengkajian  LIPI 2004, tutupan karang hidup di pulau pengelap mencapai, 20 sampai 30 persen. Di pulau Petong  mencapai 40,17 persen dan di Pulau Abang sebanyak 18,58 persen.
Sedangkan anggaran  untuk proyek tersebut berasal dari Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp 18 miliar yang dikucurkan  mulai 2004-2009. Kewajiban pemda sebesar Rp 4,5 miliar. Namun pemko baru hanya mengucurkan sebesar Rp 519 juta. Ketujuh kawasan itu dijadikan marine management area (MMA) yaitu kawasan konservasi laut. Luasnya 6.340,64 hektar dengan garis pantai 473 km. Sekitar 163 species karang dan 17 genus.(hat)

One thought on “Ria Tertarik Lestarikan Karang Biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s