Pulau Terong Ancam Gabung ke Karimun

Kamis, 27 Maret 2008
BATAM – Ketidakpedulian Pemko (Pemerintah Kota) Batam terhadap warga hinterland di Kelurahan Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, membuat warga mengancam untuk memisahkan diri. Warga berkeinginan wilayahnya bergabung dengan Kabupaten Karimun, yang memang letaknya lebih dekat ke Karimun dibanding masuk wilayah Batam. Keinginan itu terungkap dalam pertemuan seluruh tokoh masyarakat Kelurahan Pulau Terong Kecamatan Belakang Padang di kawasan Nagoya, Senin (24/3). “Tidak adanya perhatian Pemko Batam kepada kami, sebaiknya kami lepas saja. Karena tidak ada gunanya kita punya pemerintah,” kata Nasrun S, selaku tokoh masyarakat yang mendiami Pulau Geranting, Kelurahan Pulau Terong Kecamatan Belakang Padang.Menurutnya, berbagai keluhan yang ada di kelurahannya, sudah dibicarakan melalui beberapa kali Musrenbang. Namun sampai saat ini tak satupun yang terealisasi. “Masalah air bersih, listrik, dan lainnya tak ada yang ditanggapi,” katanya menegaskan.

Hal yang sama diungkapkan tokoh masyarakat lainnya, M Tahir yang dengan lantangnya mengatakan bahwa Pemko tidak pernah ada perhatiannya dengan warga pulau. “Untuk pembangunan mesjid yang sudah dijanjikan saja, sampai sekarang belum ada realisasinya. Padahal itu untuk kepentingan umum. Belum lagi kesulitan warga tentang perbaikan genset yang rusak, dan perlu dana perbaikan sebesar Rp11 juta,” katanya menjelaskan.

Masyarakat sudah beberapa kali meminta bantuan perbaikan genset yang sangat vital itu. “Sudah tiga kali bolak-balik dari Pulau Terong ke Batam, hanya untuk meminta bantuan Pemko. Tapi tak ada perhatian,” tegasnya.

Selain itu, Pemko dalam menempatkan pegawai pendidik dan puskesmas tidak pernah tegas. “Tak pernah ada pegawai puskesmas yang tetap berada di pulau. Kalau ada warga yang melahirkan bagaimana? apa harus dibawa ke kota. Inikan memakan biaya dan kondisi yang bahaya sekali,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Forum Peduli Rakyat Kepulauan Riau (FPR Kepri), Azhor selaku Ketua I, mendukung wacana yang disampaikan itu. Menurutnya, keinginan pemisahan dikarenakan fakta dan realita yang ada.

“Ini memang berdasarkan fakta. Warga sudah geram, dan tidak lagi mempercayai Pemko yang hanya bisa berjanji saja. Kami memang tidak pernah diperhatikan Pemko,” katanya.

Lanjut Azhor, sejak tahun 2002 warga meminta untuk dibangunkan jembatan layang Pulau Terong- Teluk Kangkung, untuk aktifitas anak sekolah yang memang sangat dibutuhkan. Namun hingga saat ini belum juga ada realisasinya.

“Pulau itu ada SD hingga SMU. Dan kalau anak sekolah harus mengandalkan transportasi laut, sangat menghambat sekali. Selama ini mereka hanya menggunakan sampan dayung,” ujarnya pula.

Azhor menceritakan bahwa pernah satu pancung anak sekolah yang berangkat dari pukul 06.30 WIB hanyut sampai Pulau Petong yang letaknya perbatasan Moro dan Batam, akibat mesin pompong rusak dan hanyut. “Hingga pukul 03.00 WIB baru ketemu, dan mereka tak bisa lagi untuk belajar. Ini kan cukup memprihatinkan,” jelasnya.

Untuk itu, warga dan tokoh masyarakat serta mahasiswa hinterland mulai saat ini akan mendukung pemisahan Kelurahan Pulau Terong dengan Pemko Batam. “Bahkan kami sekapat tidak akan ikut pemilu 2009 nantinya,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Wakil Walikota Batam Ria Saptarika yang dikonfirmasi kemaren mengatakan bahwa keinginan warga tersebut dinilainya sebagai apresiasi warga untuk mendapatkan perhatian dari Pemko Batam. Namun ia menepis anggapan bahwasanya pemko tidak memperhatikan mereka. Disebutkan Ria, kekurangan pemerintah selama ini hanyalah masalah anggaran, karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh Pemko. Sedangkan masalah komunikasi, selama ini komunikasi pemko dengan masyarakat disana dinilai cukup baik, bahkan dirinya sendiri telah datang kepulau tersebut lebih dari tiga kali, yang tidak lain untuk menghimpun informasi dari pulau yang berjarak cukup jauh dari Batam itu.

Sementara itu, untuk pembangunan pelantar yang disebut-sebut oleh warga, Ria mengatakan jika usulan tersebut masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), maka ia akan meminta kepada panitia untuk lebih memprioritaskan keinginan warga tersebut. (sm/ik/an)

One thought on “Pulau Terong Ancam Gabung ke Karimun

  1. ass.
    kepada pak ria saptarika selaku wawa batam saya merasa senang sekali karena bisa berkomunikasi dgn anda lewat situs ini.
    ass
    ——
    Hi Ridho, Assalammu ‘alaikum wrwb.
    Terimakasih atas kunjungan dan komnetar nya di website sy, semoga ii menjadi sara komunikasi sy yg effektif ke/dari Masyarakat Batam.
    Thanks & Wasalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s