Saya Lihat Ikannya Warna-warni

Jumat, 28 Maret 2008BATAM, TRIBUN – Wakil Wali Kota Batam rupanya penasaran dengan keindahan alam bawah laut perairan Pulau Abang. Buktinya selama 45 menit, Ria menyelam dan melihat secara langsung kondisi terumbu karang di Pulau Abang, Kamis (27/3).

“Saya melihat bagus sekali, ikannya warna-warni. Terumbu karangnya bagus dan tidak ada sampah. Bersih sekali dan indah, ini sangat cocok kita jadikan tempat wisata bahari,” kata Ria usai menyelam.

Keindahan terumbu karang Pulau Abang memang tidak diragukan. Bahkan kondisi terumbu karang Pulau Abang termasuk yang paling bagus di wilayah Barat. Pengembangan pulau ini menggunakan bantuan dana dari Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp 18 miliar.

“Saya melihat banyak sekali ikan berjejer-jejer, berwarna-warni. Apa yang ditayangkan di televisi ternyata betul, sama dengan yang saya lihat,” jelas Ria.

Kedatangan Ria ini untuk memastikan wisata bahari dalam menyambut Visit Batam year 2010. Terumbu karang yang ada di Pulau Abang akan dijadikan objek wisata.

“Kita ingin wisata yang datang untuk melakukan penelitian terhadap biota laut. Selain itu bisa meningkatkan UKM masyarakat setempat. Kita ingin Pulau Abang menjadi tujuan wisata yang punya nilai ekonomi dan edukasi,” kata Ria.

Perlu adanya penataan lebih agar wisatawan berkunjung ke Pulau Abang. Nantinya warga setempat bakal menyediakan rumah singgah dan menginap bagi wisatawan. Selain itu mereka juga bisa memasarkan kerajinan.

“Saat ini sekitar pulau Abang ini tidak ada lagi pukat harimau mengambil ikan. Semua warga sudah menjaga trumbu karang dari gangguan pihak luar,” kata Rahman, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pulau Abang.

Kendati demikian, Pulau Abang masih kekurangan petugas keamanan. Ipda Mulyadi dari TNI AL yang bertugas disana mengatakan personel yang menjaga di pulau Abang hanya tiga orang. “Terus terang kami tidak mampu menjaga keseluruhan pulau Abang. Setiap hari Senin kami harus mengikuti Apel di Batam, jadi untuk menjaga laut ini masih kurang personil,” ungkapnya.

Saat ini sudah ada tiga kelurahan dijadikan arena trumbu karang. Ketiga kelurahan itu adalah Pulau Abang, Karas dan Galang. Luas wilayah Karas mencapai 1.052 hektare sedangkan Pulau Abang mencapai 127 hektare. Segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat itu baik mangrove maupun padang lamun akan dijaga supaya jangan sampai ada yang rusak.

Luas kawasan yang dijadikan marine management area (MMA) yaitu kawasan konservasi laut mencapai 6.340,64 hektare dengan garis pantai 473 km. Sekitar 163 species karang dan 17 genus. Jarak tempuh dari Jembatan V ke Pulau Petong sekitar 15 menit. Jembatan V ke pulau Abang sekitar 20 menit. Pelabuhan Cakang ke Pulau Petong sekitar 25 menit dan pelabuhan Cakang ke pulau Abang sekitar 15 menit.(hat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s