Pemko Batam Surati Pusat

BATAM, TRIBUN – Pemerintah Kota Batam segera mengirim surat kepada pemerintah pusat untuk menanyakan seperti penerapan smart card atau program penghematan bahan bakar minyak (BBM) di Batam.

Selain mengirim surat ke pusat, Pemko Batam juga melakukan konsultasi ke Pemerintah Provinsi Kepri, agar tidak disebut membangkang terhadap kebijakan pusat.

“Saya sudah panggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membuat surat ke pusat. Kita ingin menanyakan kebijakan pusat yang menetapkan Batam dan Bali sebagai proyek percobaan,” kata Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, usai mengikuti sidang paripurna istimewa pengambilan sumpah anggota DPRD Batam, Jumat (28/3).

Menurut Ria, pemerintah memilih Batam sebagai lokasi uji coba smart card BBM karena lebih mudah menghitung jumlah mobil yang ada lantaran tidak bercampur dengan mobil dari daerah lain. Untuk tahu berapa jumlah mobil, tinggal mengecek di Samsat dan Dinas Perhubungan.

Apakah Ria juga menolak penerapan smart card itu? Ria mengatakan belum tahu, karena masih harus didiskusikan dulu. “Keputusannya tidak bisa saya sebut sekarang, masih menunggu hasil rapat,” katanya.
Rencana ujicoba smart card di Batam pada April mendatang diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro  usai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/3) lalu.  Dalam program itu, mobil pribadi berkapasitas 2000 cc ke bawah hanya boleh membeli BBM bersubsidi maksimal 5-7 liter per hari. Sedangkan sepeda motor hanya 2 liter per hari. Bila merasa kurang, masyarakat harus membeli BBM non subsidi yang harganya lebih mahal. Sedangkan mobil berkapasitas di atas 2000 cc dilarang membeli BBM bersubsidi.
Sebelumnya Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan belum tahu rencana pembatasan membeli BBM tersebut. Ia meminta pemerintah pusat melakukan sosialisasi sebelum diterapkan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Sementara Wakil Ketua DPRD Batam, Chablullah Wibisono mendesak pemerintah untuk menyediakan transportasi massal yang memadai dan bisa digunakan mulai dari pekerja hingga pejabat. Transportasi massal itu harus tersedia setiap saat sehingga masyarakat Batam tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi. Sebab, selama ini warga Batam sangat mengandalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas karena terbatasnya kendaraan umum.
“Harus bisa seperti di Singapura, kendaraan dan kereta api ada setiap saat.  Kita mengharapkan di Batam dibuat transportasi massal yang cepat dengan biaya murah,” kata Chablullah.
Demikian pula Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Batam Mahedi. Ia menyatakan tidak setuju pada program pembatasan BBM. “Kalau mobil 2000 cc menghabiskan satu liter untuk enam kilometer. Perjalanan Batuaji-Baloi saja sudah 20 km, kalau pulang pergi sudah habis bensin sekitar 6,5 liter,” katanya.
Bastoni Solichin, Ketua Komisi II DPRD Batam yang membidangi perekonomian menyebut sampai saat ini belum ada surat diterimanya terkait dengan pembatasan BBM itu.
“Seharusnya pusat mensosialisasikan dulu. Termasuk melayangkan surat ke Dewan untuk membahasnya. Jangan langsung naik, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” katanya.(hat)

One thought on “Pemko Batam Surati Pusat

  1. Subsidi BBM , dari jaman Dulu 10 tahun sdh sering Saya dengar, tapi bagaimana prosesnya sampai meluncur ke masyarakat baru awal Maret 2008 Saya tahu yg sebenarnya proses Subsidi itu smp ke masyarakat.
    Kalau tahu demikian halnya BAHWA ” subsidi itu banyak DITERIMA oleh kalangan menengah ke atas sedangkan kalangan menegah ke bawah sangat minim MENGENANYA.”

    kita ambil contoh : Bensin yg harganya 4.500 , dengan harga bensin dunia kita ambil 8 rb per liter berarti disini pemerintah mensubsidi 3.500 per liter ke pemakai di Indonesia , SEDANGKAN bensin banyak digunakan oleh kalangan yg mempunyai kendaraan baik MOTOR ataupun MOBIL , berarti sasaran paling banyak menerima SUBSIDI adalah kalangan menengah ke atas dalam asumsi yg mempunyai mobil, mereka kalau 1 hari bisa menghabiskan sampai 40 liter per hari MEREKA dpt subsidi dr pemerintah sebanyak 3.500 rb x 40 liter = Rp 140.000 per hari IRONIS sekali buat kalangan menengah ke bawah misal yg mempunyai motor paling 1 hari maksimal 10 liter , mereka hanya mendapat 3.500 rb x 10 liter = Rp 35.000 per hari.

    jadi Saya sependapat bila pembatasan pembelian BBM dibedakan dari kriteria ” YANG LAYAK menerima SUBSIDI ” , misal yang mempunyai mobil PRIBADI dibatasi 1 hari 10 lt atau 20 liter atau wajib isi PETRAMAX yg tdk bersubsidi dan utk motor ( ojek ) dan TAXI legal ( plat kuning ) mereka diberi jatah yang lebih atau utk ojek / motor tidak dibatasi ( ASAL mrk tdk menyalah gunakan komitmen )

    DAN yg pasti semua itu perlu sosialisasi khususnya utk rakyat kecil ataupun yg ada di hinterland yg notabene banyak menggunakan minyak tanah dan bensin utk menunjang HIDUP di Batam.

    Dan yg terakhir utk para pemimpin di Batam baik eksekutif, Legislatif bahkan Yudikatif gunakanlah Hati Nurani Anda sbg penyeimbang pengambil keputusan.

    Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Allah SWT berwasiat kepadaKU utk dsmpkan kpd umatKU bahwa :
    1. sbg manusia yang berakhlaq meski berkedudukan dan berlimpah harta kekayaan hrslah tetap TAWADLU dan RENDAH DIRI.
    2. sbg manusia yg bermoral meski berpangkat dan bertumpuk jabatan….hrslah mampu menahan diri utk bertindak se-wenang-wenang dan menganiaya oranglain apalagi mendzalimi sdrnya sendiri….apabila keduanya ada pada diri kita, sungguh Allah telah menyediakan Istana Special di Syurga Firdaus…namun sebaliknya Allah pun telah menyediakan Ranjang berkasur bara api dari JAHANAM !!!sia-sialah amal kita selama ini,naudzubih…!

    ( hadits qudsi-Ibnu Majah )
    ——-
    Wahai Rakyat Arta Guna Lestari, Assalammu ‘alaikum wrwb.
    sayangnya sy tidak dapat menyebut nama anda, padahal sy amat senang melakukannya.
    Sy memahami keprihatinan yang anda sampaikan, kami juga berpikiran yang sama… namun perlu sy jelaskan bahwa sebenarnya Pemko Batam khusunya sejauh ini belum pernah menerima sepucuk official letter pun dari Pemerintah pusat, tentang pemberlakuan pembatasan BBM dengan smartcard tsb, jadi kami di Pemko Batam menganggap itu hanyalah berita media yang belum tentu akan diimplementasikan.
    So kesimpulannya tidak usak disibukkan dulu dengan pembahasan ini toh sy kira kalaupun diimplementasikan maka akan memakan waktu juga… perlu persiapan hardware, sofware, SDM dan Database yang akurat untuk itu.

    Demikian terimaksih atas aspirasi dan pemikirannya, salam kenal dari saya
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s