Tukijah Ingin Pulang ke Aceh

BATAM, TRIBUN – Tukijah (43), korban kekerasan dalam rumahtangga, mengaku tidak tahan lagi hidup bersama dengan suaminya, Judo Simanjuntak. Ia ingin pulang ke tanah kelahirannya, Kuala Simpang, Aceh Timur.

Ditemui di rumahnya, Kelurahan Teluk Tering,  Kampung Nenas  RT03/RW09 nomor 84 Batam Kota, Jumat (28/3), Tukijah mengaku bingung. Ia tidak memiliki biaya untuk pulang kampung.

Tukijah takut suaminya menjadi dendam setelah dipenjara. Ia tidak tahu mau kemana lagi pindah. “Saya ingin keluar dari rumah ini, tapi mau kemana. Saya tahu suami saya pendendam. Mau pulang kampung ke Kuala Simpang di Aceh Timur, tidak ada ongkos. Untuk makan saja dari belas kasihan orang,” kata Tukijah.

Mata Tukijah terlihat berkaca-kaca saat anggota DPRD Batam Yohanes menyampaikan empati kepadanya. Tukijah berkeluh kesah tentang penderitaannya selama ini.
Di hadapan anggota Dewan, Tukijah mengaku tidak tahan lagi hidup bersama suaminya.”Sejak saya berumahtangga dengan dia, hanya dua tahun tidak diganggu. Lima tahun saya menderita dibuatnya. Saya tidak tahan lagi. Selama ini saya tidak melapor ke polisi karena menganggap masih bisa berubah. Ternyata malah menjadi-jadi. Terakhir saya mau dikapak dan anak saya dirantai,” kata Tukijah.
Kejadian memilukan itu terjadi saat Tukijah yang baru hamil lima bulan ini tidur-tiduran dalam kamar sambil berusaha menidurkan si bungsu Hengki. Tiba-tiba terdengar suara mirip pukulan keras terdengar dari arah luar.
“Saya kira anak saya sudah mati. Saking kuatnya tendangan Judo. Piring dan gelas pecah di rak piring dekat Rizal dirantai. Saya hanya bisa menatap dan menangis,,” katanya.
Judo yang terpengaruh alkohol juga melampiaskan amarah ke Tukijah. Ia memukul Tukijah hingga berdarah. Bahkan darah segar masih mengucur dari Tukijah saat melaporkan kejadian itu ke Mapoltabes Barelang.
Rizal yang kabur setelah dirantai selama tujuh hari, akhirnya pulang. Ia ketakutan dan bersembungi di belakang rumah. Rizal menyebut tidak tahu apa salahnya sehingga Judo tega merantainya di tiang. “Saya dirantai dan dipukuli. Sudah 15 tahun umur saya belum sekolah. Saya ingin sekolah tapi tidak diizinkan,” katanya sambil menunjuk dahi sebelah kiri ada bekas luka.
Wakil Wali kota Ria Saptarika mengatakan, akan segera mengirim tim dari Dinas Sosial untuk melihat keluarga Tukijah. “Kalau anak itu belum sekolah biar dicarikan sekolah negeri. Saya jamin satu tahun pertama bebas dari uang sekolah,” kata Ria.(hat/rnd)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s